- Bupati Dedi Irawan Hadiri Penutupan Acara Kakiceran di Pekon Kuripan
- Pesta Sekura, Tradisi Penuh Makna Pererat Kebersamaan di Lampung Barat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Lihun Korban Kebakaran di Tugu Mulya
- Menteri Kehutanan RI Raja Juli Kunjungi Way Kambas
- Wakil Walikota Rafieq Halal Bihalal di Kediaman dr. Wahdi
- Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA
- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
Bupati Dedi Irawan Hadiri Penutupan Acara Kakiceran di Pekon Kuripan

PESISIR BARAT, MFH,-- Bupati
Pesisir Barat, Dedi Irawan menghadiri malam penutupan tradisi kakiceran di
Pekon Kuripan Kecamatan Pesisir Utara, Kamis Malam ( 26/03/2026).
Hadir juga mendampingi bupati dalam
kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Armen
Qodar, S.P., M.M., Perwakilan Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD), Tokoh
Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda Pemudi Pekon Kuripan, dan masyarakat setempat
yang ikut menyaksikan.
Mengawali sambutannya, Bupati Dedi
Irawan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan,
Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Semoga segala khilaf dan salah kita dilebur, dan kebersamaan ini semakin
mempererat tali persaudaraan di antara kita.
Baca Lainnya :
- Pemda Pesisir Barat Ikuti Acara Kakiceran di Pekon Lemong0
- Bupati Pesisir Barat Hadiri Halal Bihalal di Pekon Kota Batu0
- Pemkab Pesisir Barat Terima Audiensi Repong Indonesia, Bahas Penguatan Unit Konservasi Gajah0
- Staf Ahli Heny Yulistiani Sidak Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Lebaran 20260
- Pemkab Pesisir Barat Terima Kunjungan BBPOM Bandar Lampung0
"Kita patut bersyukur dan
bangga, karena kakiceran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda
(WBTB) Kabupaten Pesisir Barat sejak tahun 2016. Ini adalah pengakuan bahwa
tradisi ini memiliki nilai luhur yang harus kita jaga bersama," ungkap
Bupati.
Perlu kita pahami bersama bahwa
tradisi kakiceran ini adalah kekayaan khas yang hanya dimiliki oleh wilayah
Pugung, yakni di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong, yang dijaga oleh tiga
Marga yang diantaranya, Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Penengahan, dan Marga
Pugung Malaya. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk
terus merawat dan melestarikannya.
"Untuk itu Pemerintah
Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus
mendukung upaya pelestarian adat dan budaya kita. Jangan sanpai warisan
berharga ini Dari sampai warisan berharga dari para leluhur ini tergerus oleh
zaman. Justru sebaliknya, kita harus semakin bangga, semakin cinta, dan semakin
bersemangat menjaga keberlangsungannya," harap Bupati.
Lebih lanjut, kami juga
menyampaikan harapan agar pelaksanaan kakiceran ke depannya dapat dimulai lebih
awal, hal ini semata-mata untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para penari,
khususnya generasi muda kita, maka sudah saatnya kita menyesuaikan pelaksanaan
tradisi ini tanpa mengurangi nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.
"Mari kita jadikan kakiceran ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga
sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya,
serta menjaga keharmonisan ditengah masyarakat. semoga tradisi ini terus hidup,
lestari, dan menjadi kebanggaan bagi generasi kita hari ini hingga generasi
yang akan datang," pungkas Bupati.
Terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)