Bupati Dedi Irawan Hadiri Penutupan Acara Kakiceran di Pekon Kuripan

By redaksi 27 Mar 2026, 12:54:06 WIB Saburai
Bupati Dedi Irawan Hadiri Penutupan Acara Kakiceran di Pekon Kuripan

PESISIR BARAT, MFH,-- Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan menghadiri malam penutupan tradisi kakiceran di Pekon Kuripan Kecamatan Pesisir Utara, Kamis Malam ( 26/03/2026).

Hadir juga mendampingi bupati dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Armen Qodar, S.P., M.M., Perwakilan Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD), Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda Pemudi Pekon Kuripan, dan masyarakat setempat yang ikut menyaksikan.

Mengawali sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Semoga segala khilaf dan salah kita dilebur, dan kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan di antara kita.

Baca Lainnya :

"Kita patut bersyukur dan bangga, karena kakiceran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Pesisir Barat sejak tahun 2016. Ini adalah pengakuan bahwa tradisi ini memiliki nilai luhur yang harus kita jaga bersama," ungkap Bupati.

Perlu kita pahami bersama bahwa tradisi kakiceran ini adalah kekayaan khas yang hanya dimiliki oleh wilayah Pugung, yakni di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong, yang dijaga oleh tiga Marga yang diantaranya, Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Penengahan, dan Marga Pugung Malaya. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus merawat dan melestarikannya.

"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya kita. Jangan sanpai warisan berharga ini Dari sampai warisan berharga dari para leluhur ini tergerus oleh zaman. Justru sebaliknya, kita harus semakin bangga, semakin cinta, dan semakin bersemangat menjaga keberlangsungannya," harap Bupati.

Lebih lanjut, kami juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan kakiceran ke depannya dapat dimulai lebih awal, hal ini semata-mata untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para penari, khususnya generasi muda kita, maka sudah saatnya kita menyesuaikan pelaksanaan tradisi ini tanpa mengurangi nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

"Mari kita jadikan kakiceran ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, serta menjaga keharmonisan ditengah masyarakat. semoga tradisi ini terus hidup, lestari, dan menjadi kebanggaan bagi generasi kita hari ini hingga generasi yang akan datang," pungkas Bupati.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. [MFH/Diskominfotiksan]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment