- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Pemkab Pesisir Barat Terima Audiensi Repong Indonesia, Bahas Penguatan Unit Konservasi Gajah

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten Pesisir Barat menerima audiensi dari pengurus Repong Indonesia
terkait pemaparan gagasan proposal serta rekomendasi penguatan unit konservasi
gajah sebagai garda terdepan dalam upaya penyelamatan gajah liar dan gajah latih.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Zukri Amin, pada Kamis (12/3/2026) di
Ruang Payung Agung Lantai 4, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua
Repong Indonesia, Sunarni Widyastuti, memaparkan secara langsung gagasan
proposal program yang bertujuan memperkuat upaya penyelamatan gajah liar dan
gajah latih di wilayah sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Sunarni menjelaskan bahwa program
yang diajukan merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi pada peringatan Hari
Gajah Sedunia atau Global Elephant Day tahun 2025. Program tersebut mengusung
gagasan mendorong upaya penyelamatan gajah sekaligus pemberdayaan masyarakat
sekitar kawasan taman nasional melalui penguatan unit konservasi gajah,
dukungan pemerintah daerah, serta pengembangan ekowisata berbasis gajah.
Baca Lainnya :
- Staf Ahli Heny Yulistiani Sidak Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Lebaran 20260
- Pemkab Pesisir Barat Terima Kunjungan BBPOM Bandar Lampung0
- Bupati Hadiri Safari Ramadhan 1447 H dan Serahkan Bantuan Masjid 0
- Safari Ramadhan Gabungan Tiga Kecamatan, Wabup Tekankan Transparansi dan Kesederhanaan0
- Bupati Dedi Irawan Terima Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Komisi VII0
Ia juga menyampaikan bahwa konflik
antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah, masih kerap terjadi di beberapa
wilayah. Selain itu, potensi wisata berbasis gajah di Resort Pemerihan dan
wilayah sekitarnya dinilai belum dikelola secara optimal, sehingga diperlukan
kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan potensi tersebut sekaligus
menjaga kelestarian satwa.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa
proposal program tersebut diajukan kepada Yayasan KEHATI melalui skema
pendanaan Tropical Forest Conservation Action for Sumatra (TFCA Sumatera). Saat
ini program tersebut telah melalui tahapan seleksi awal dan tengah memasuki tahap
penilaian akhir.
Asisten II Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Zukri Amin, dalam kesempatan tersebut
menyampaikan apresiasi atas inisiatif Repong Indonesia dalam mendukung upaya
pelestarian gajah sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Menurutnya, keberadaan unit
konservasi gajah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem
serta mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat pada prinsipnya mendukung berbagai program yang bertujuan menjaga
kelestarian lingkungan serta perlindungan satwa dilindungi.
Audiensi tersebut juga menjadi
forum diskusi antara pemerintah daerah dan Repong Indonesia dalam merumuskan
langkah-langkah strategis guna memperkuat pengelolaan konservasi gajah
sekaligus mendorong pengembangan ekowisata berbasis konservasi di wilayah
Kabupaten Pesisir Barat.
Melalui pertemuan ini diharapkan
dapat terjalin sinergi antara pemerintah daerah, lembaga konservasi, serta
berbagai pihak terkait dalam mendukung upaya penyelamatan gajah sekaligus
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)