- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi
- Camat Talang Padang Pimpin Bersih-bersih Titik Rawan Banjir
- Wali Kota Metro Lepas 15 Atlet Airsoftgun Komunitas KDRT ke Kejurnas INASOC II Jakarta
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kapolres Cup 2026
- Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur Periode 2026–2031
- Sekda Rustam Effendi Buka MUSKAB V PMI Lampung Timur
- Bupati Parosil Mabsus Tegaskan Komitmen Antikorupsi
- Bupati Imbau Warga Lambar Beri Data Jujur Saat Petugas Sensus Ekonomi Datang
- Pemkab Rakor Percepat Penyusunan Perbup Pencegahan Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak
Safari Ramadhan Gabungan Tiga Kecamatan, Wabup Tekankan Transparansi dan Kesederhanaan

PESISIR BARAT, MFH,-- Wakil Bupati
Kabupaten Pesisir Barat, Irawan Topani SH., M.Kn, menghadiri kegiatan Safari
Ramadhan 1447 Hijriah yang merupakan gabungan tiga kecamatan, yakni Kecamatan
Ngambur, Kecamatan Ngaras, dan Kecamatan Bangkunat, Kegiatan Safari Ramadhan
tersebut dipusatkan di Masjid Al-Munawar, Pekon Padang Dalam, Kecamatan Ngaras,
dan berlangsung khidmat serta penuh kebersamaan (Selasa, 3 Maret 2026).
Wakil Bupati hadir didampingi
Asisten Pemerintahan Ir. Arman Achyuni, jajaran pejabat tinggi pratama, pejabat
administrator, serta pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat. Turut hadir unsur Forkopimda, para camat, serta peratin dari
tiga kecamatan yang tergabung.
Dalam sambutannya, Irawan Topani
menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan
ruang strategis untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan
masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bupati Dedi Irawan Terima Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Komisi VII0
- Safari Ramadhan 1447 H/2026 M Pemprov Lampung di Pesisir Barat0
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 20260
- Sistem Layanan Pengaduan SPPG Resmi Disosialisasikan0
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resmi Hadir di Pekon Way Redak0
“Safari Ramadhan bukan hanya
kunjungan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah,
menyampaikan pesan-pesan pembangunan, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat
secara langsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Safari
Ramadhan tahun ini mengusung konsep yang lebih sederhana sebagai bentuk
penyesuaian terhadap kebijakan nasional serta komitmen pemerintah daerah dalam
mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kesederhanaan dalam
pelaksanaan kegiatan tidak mengurangi perhatian pemerintah kepada masyarakat.
Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar anggaran daerah dapat lebih
difokuskan pada sektor-sektor prioritas, termasuk dukungan terhadap rumah
ibadah dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemerintahan yang baik tidak
diukur dari kemegahan acaranya, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan
oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa
nilai-nilai Ramadhan seperti kesederhanaan, kepedulian, dan kejujuran harus
menjadi landasan dalam tata kelola pemerintahan, terutama dalam pengelolaan
anggaran yang transparan dan akuntabel.
Pada kesempatan tersebut,
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyerahkan sejumlah bantuan kepada
masing-masing kecamatan yang mengikuti Safari Ramadhan, yakni:
- Uang tunai dari Pemerintah
Kabupaten Pesisir Barat sebesar Rp10 juta per kecamatan
- Uang tunai dari BKMT sebesar Rp5
juta per kecamatan
- Bantuan sembako dari BAZNAS
Bantuan tersebut diharapkan dapat
mendukung kegiatan keagamaan serta membantu masyarakat yang membutuhkan selama
bulan suci Ramadhan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat,
hingga tokoh masyarakat, untuk terus bersinergi, menjaga persatuan, serta
menciptakan suasana yang kondusif demi mendukung pembangunan dan kemajuan
Kabupaten Pesisir Barat.
Kegiatan Safari Ramadhan gabungan
tiga kecamatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama
dalam suasana penuh kekhidmatan, memperkuat kebersamaan antara pemerintah
daerah dan masyarakat. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)