- Jamnas ke- XIV di Lamsel, PPAJI dan WLC Gaungkan Spirit of Krakatoa ke Kancah Dunia
- HUT ke-84 Desa Jojog Meriah, Wayang Kulit Satukan Warga dan Lestarikan Budaya
- Wabup Azwar Hadi Turun Langsung Pantau Bantuan Pangan
- Metro Perkuat Tata Kelola Data, BPS Canangkan Kelurahan Cantik dan Pembinaan Statistik 2026
- Apel Mingguan Pemkot Metro: Persiapan Hari Lahir Pancasila hingga Doa untuk Jamaah Haji
- Pemkab Lamteng Gelar Apel Mingguan, ASN Diminta Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme
- TP PKK Lamteng Resmikan Sekolah Lansia untuk Tingkatkan Kesejahteraan Lansia
- Lampung Barat Dorong Swasembada Padi, 10 Alsintan Diserahkan ke Kelompok Tani
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Hewan Qurban Kepada 11 Kecamatan
- Pelatihan Wirausaha Pemuda Pesisir Barat, Pemkab Dorong Generasi Muda Mandiri dan Inovatif
Metro Perkuat Tata Kelola Data, BPS Canangkan Kelurahan Cantik dan Pembinaan Statistik 2026

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro bersama
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro terus memperkuat tata kelola data daerah
melalui pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dan Pembinaan Statistik
Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin
(25/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis
dalam membangun sistem data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan guna
mendukung pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran di Kota Metro.
Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kota Metro,
Ariyanto, mengatakan pembangunan daerah yang efektif harus ditopang data yang
kuat, tidak hanya pada tingkat makro, tetapi juga hingga level kelurahan dan
organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Lainnya :
- Apel Mingguan Pemkot Metro: Persiapan Hari Lahir Pancasila hingga Doa untuk Jamaah Haji0
- Kota Metro Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak0
- Delegasi Kota Metro Bersinar di Grand Final Muli Mekhanai Lampung 20260
- Ribuan Pelajar Kota Metro Unjuk Prestasi, Ajang Minat dan Bakat 2026 Resmi Dibuka0
- UMKM Street Bangjo jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Metro0
“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi
antara BPS Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro dalam membangun ekosistem data
yang tangguh. Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Metro sehingga pembinaan
statistik daerah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Program Kelurahan Cantik sendiri merupakan
program nasional BPS yang bertujuan meningkatkan literasi statistik, standarisasi
pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data di tingkat kelurahan.
Melalui program ini, kelurahan didorong tidak hanya menjadi pengguna data,
tetapi juga mampu menjadi produsen data yang aktif, cermat, dan bertanggung
jawab.
Sejak 2021 hingga 2025, BPS Kota Metro telah
membina sembilan kelurahan, yakni Yosodadi, Banjarsari, Yosorejo, Rejomulyo,
Tejosari, Tejo Agung, Mulyojati, Hadimulyo Timur, dan Iringmulyo. Kesembilan
kelurahan tersebut diharapkan menjadi percontohan pengelolaan statistik di Kota
Metro. Sementara pada tahun 2026, pembinaan difokuskan pada tiga kelurahan
baru, yaitu Ganjaragung, Ganjarasri, dan Mulyosari.
Selain pencanangan Kelurahan Cantik, BPS Kota
Metro juga melaksanakan pembinaan statistik sektoral melalui Evaluasi Penyelenggaraan
Statistik Sektoral (EPSS). Tahun ini, penilaian EPSS difokuskan pada Dinas
Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kota Metro sebagai OPD strategis pengelola data vital daerah.
Dalam kesempatan itu, BPS turut
mensosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni basis
data terpadu yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan
masyarakat hasil integrasi DTKS, Regsosek, dan P3KE.
DTSEN kini menjadi rujukan utama berbagai
program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT atau
Program Sembako, hingga Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Masyarakat yang merasa data dirinya belum sesuai juga diberikan akses pengaduan
melalui kelurahan, Dinas Sosial, aplikasi Cek Bansos, maupun layanan resmi
Kementerian Sosial.
Tak hanya itu, BPS Kota Metro juga menyampaikan
kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan mendata seluruh
aktivitas usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital, transaksi QRIS dan
e-wallet, hingga fenomena gig economy. Pendataan lapangan dijadwalkan
berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Metro, Yerri Ehwan, menegaskan
bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan
daerah di era digital.
“Program Kelurahan Cantik merupakan inisiasi
luar biasa dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat
kelurahan dalam pengelolaan data statistik. Kelurahan sebagai ujung tombak
pemerintahan harus memiliki kapasitas dan komitmen kuat dalam mengelola data
yang akurat dan berkelanjutan,” kata Yerri.
Menurutnya, tanpa data yang valid dan
terintegrasi, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu,
penguatan statistik hingga tingkat kelurahan menjadi langkah penting dalam
mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih efektif, tepat, dan berbasis data.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)