- Buka Turnamen Domino ORADO, Bupati Sebut Bukan Lagi Sekadar Permainan Warung Kopi
- Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat
- Bupati Radityo Egi Pratama Buka Muskab VIII KADIN Lamsel
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial
- Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Wisata Kuliner sebagai Potensi UMKM
- HUT ke-81 PMI, Azwar Hadi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Gerakan Kemanusiaan
- Festival Literasi Kota Metro 2026 Perkuat Budaya Literasi Masyarakat
- Plt Bupati Pimpin Apel Bulanan di Lapangan Merdeka Gunung Sugih
- Plt Bupati Dorong Generasi Muda Perkuat Jiwa Kemanusiaan Melalui Jumbara V PMI
- Tim Gabungan Berhasil Padamkan 5 Hektare Karhutla Ngaras
Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus menyoroti lemahnya penguasaan bahasa daerah dan praktik titipan
juri saat membuka Lomba Cepat Tepat (LCT) di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik
Bukit, Kamis 17 September 2026.
Lomba yang digelar dua hari 16 hingga 17
September itu diikuti perwakilan dari 15 kecamatan untuk tiga kategori SD, SMP,
dan PKK.
Parosil menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai LCT bukan sekadar lomba tahunan,
melainkan tolok ukur keberhasilan pendidikan di Lampung Barat dan wadah sekolah
menunjukkan kemampuan di wilayahnya masing-masing.
Baca Lainnya :
- Hadiri Rakor di Polda Lampung, Bupati Parosil Dukung Penyelesaian Konflik Agraria0
- Sekda Lambar Ajak Forkopimda Jadikan Olahraga Budaya Kebersamaan0
- Pemkab Lambar Lepas Kadis Dukcapil Ruspan Anwar ke Peristirahatan Terakhir0
- Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW0
- Bupati Parosil Dorong Lampung Barat Naik Kelas dari Penghasil ke Pengolah Kopi0
Namun berdasarkan pantauannya saat menyaksikan
LCT tingkat SD, kemampuan bahasa daerah peserta masih lemah. Ia meminta Dinas
Pendidikan memberi perhatian serius.
"Ini jadi catatan. Bahasa daerah harus
diperkuat lagi ke depan," ujar Parosil.
Ia juga menegaskan lomba harus berjalan
transparan. Parosil meminta dewan juri menjunjung tinggi kejujuran dan
sportivitas.
"Kepada dewan juri harus netral, tidak ada
kata-kata titipan atau saudara. Semua peserta sama," tegasnya.
Ia berharap kegiatan tahun depan dikemas lebih
apik dan terus berlanjut setiap tahun. "Kegiatan LCT ini jangan cukup
berhenti sampai dengan tahun ini saja, untuk tahun 2027 harus dikemas dengan
lebih apik lagi," ujarnya.
Bahkan, Parosil meminta agar seluruh sekolah di
wilayah Lampung Barat untuk mengikuti LCT tidak terkecuali sekolah yang di
bawah nauangan Kementerian Agama.
"Untuk tahun depan harus semua sekolah
yang berada di Lampung Barat di undang mengikuti LCT baik yang di bawah
nauangan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama," tuturnya.
Sementara itu Ketua TP PKK Lampung Barat
Partinia Parosil Mabsus mengatakan, LCT kategori PKK menjadi alat ukur seberapa
sering PKK kecamatan turun ke pekon membina kader.
Menurut Partinia, lomba ini bukan sekadar
kompetisi, tetapi transfer pengetahuan bagi kader posyandu."Anggap saja
hari ini kita arisan ilmu. Apa yang belum diketahui selama ini, insya Allah
hari ini akan mendapat transfer ilmu," kata Partinia.
Ia menekankan kader PKK dan posyandu tidak
boleh hanya menyandang jabatan. Kader harus cerdas dan memahami persoalan
mendasar seperti stunting. [MFH/rils]











3.jpg)