- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
- Pemprov Lampung Perkuat Investasi Energi Hijau dan Rehabilitasi Mangrove
Pemprov Lampung Perkuat Investasi Energi Hijau dan Rehabilitasi Mangrove


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia,
Citaglobal Berhad, dalam bidang energi terbarukan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan
Penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) oleh
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Executive Chairman & President
Citaglobal Berhad YBHG. Tan Sri Dato' Sri Mohamad Norza Zakaria , di Ruang
Kerja Gubernur, Rabu (13/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Eliminasi TBC0
- Pemprov Lampung Dorong LKKS Jadi Ujung Tombak Pelayanan Sosial di Daerah0
- Pemprov Lampung Intensifkan Pengawasan dan Pengendalian Harga Bahan Pangan0
- Pemprov Lampung Dorong Radio Hadirkan Konten Kreatif dan Edukatif0
- Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Serentak 0
Kerja sama ini mencakup tiga kajian
utama, yakni kajian pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), kajian
biomassa limbah industri, serta kajian proyek tenaga surya.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
menyampaikan bahwa Provinsi Lampung kini memfokuskan strategi pembangunan pada
hilirisasi komoditas pertanian. Langkah ini didukung oleh infrastruktur
konektivitas yang memadai, termasuk pelabuhan dalam, jalan tol, dan rencana
pengembangan jalur kereta api.
"Ke depan, Provinsi Lampung
akan fokus menjadi lumbung energi, terutama energi terbarukan. Kami memiliki
potensi floating solar di tiga bendungan dengan kapasitas mencapai 150-200 MW
per bendungan, serta potensi pemanfaatan limbah pangan untuk bio-energy,"
ujar Gubernur.
Selain sektor energi, Gubernur juga
memaparkan peluang investasi dalam proyek rehabilitasi mangrove di wilayah
Lampung Timur. Proyek ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang sebelumnya
merupakan lahan tambak tidak produktif, sekaligus menjadi sumber karbon kredit
yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Konsep rehabilitasi ini
memberikan lima manfaat, yaitu memulihkan ekosistem, mengembalikan mata
pencaharian 20.000 petani tambak, penyerapan karbon dioksida, penahan abrasi,
serta meningkatkan pendapatan masyarakat," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Dato' Sri
Mohamad Norza Zakaria menyambut baik inisiatif kerja sama ini dan berkomitmen
untuk menindaklanjuti kajian teknis proyek tersebut dalam satu tahun ke depan,
sesuai dengan prosedur persetujuan dari kementerian terkait di tingkat pusat. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)