- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Pengendalian Inflasi Diperkuat

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memantau dinamika Indeks Perkembangan Harga (IPH) guna
mengantisipasi volatilitas harga komoditas pokok.
Langkah antisipatif ini diperkuat melalui
partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah
Tahun 2026 yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan
dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni, dari Command Center Lt. II
Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (22/6/2026).
Rakor yang dipimpin oleh Kementerian Dalam
Negeri RI ini menyoroti tren kenaikan IPH di minggu ketiga Juni 2026 di
sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),
kenaikan harga komoditas pangan utama seperti cabai rawit, cabai merah, dan
bawang merah menjadi penyumbang utama terhadap perubahan IPH nasional. Selain
itu, tren kenaikan harga beras medium dan premium turut menjadi catatan penting
yang memerlukan atensi serius dari pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif0
- Meriah dan Penuh Kebersamaan, Nobar Piala Dunia di PKOR Way Halim Disambut Antusias Warga0
- Konser Pra-Kompetisi GNLC Meriah, Purnama Wulan Sari Beri Dukungan Penuh untuk JICF0
- Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak0
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan0
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir,
dalam arahannya menekankan perlunya kolaborasi intensif antara kepala daerah
dan Bulog, terutama di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras.
"Daerah dengan kenaikan IPH yang
signifikan harus segera melakukan koordinasi antar-daerah melalui TPID untuk
mencari solusi konkret. Bagi daerah penerima bantuan dari Kementerian Pertanian
terkait gerakan menanam cabai, mohon dipastikan program tersebut berjalan tepat
sasaran," tegas Tomsi Tohir.
Menanggapi tantangan distribusi di wilayah
Indonesia Timur, Kementerian Perdagangan didorong untuk memfasilitasi logistik
bawang putih agar pasokan dapat langsung diarahkan ke hub seperti Makassar atau
Balikpapan. Langkah ini diharapkan mampu menekan ongkos distribusi sehingga
harga di tingkat masyarakat dapat lebih terjangkau.
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas)
memaparkan berbagai aksi strategis untuk stabilisasi harga pangan. Salah
satunya adalah skema penyaluran komoditas melalui program Makan Bergizi Gratis
(MBG), yang mengintegrasikan peternak lokal sebagai pemasok telur dan daging
ayam ras.
Upaya stabilisasi ini juga didukung dengan
realisasi penyaluran beras SPHP yang hingga 20 Juni 2026 telah mencapai 359.000
ton, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif dilakukan di
berbagai provinsi untuk menjaga aksesibilitas pangan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung sendiri berkomitmen
untuk terus menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat
dengan kondisi riil di lapangan. Dengan sisa waktu satu minggu sebelum memasuki
Juli, koordinasi lintas sektoral akan terus ditingkatkan guna menjaga
stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, khususnya komoditas yang mengalami
fluktuasi harga cukup tinggi di wilayah Provinsi Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)