- Respons Cepat Polsek Wonosobo Tangani Gorong-Gorong Ambrol dan Banjir di Pekon Negeri Ngarip
- Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama
- Purnama Wulan Sari Mirza Buka SiSeSa Roadshow Lampung 2026
- Bhabinkamtibmas Polsek Kota Agung Takziah ke Rumah Warga Pekon Teratas
- Polsek Wonosobo Identifikasi Kebakaran Rumah yang Dijadikan Gudang Swalayan
- Gubernur Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia
- Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
- Bupati Lambar Buka Soekarno Cup 2026, Ajang Cari Bibit Atlet Futsal Daerah
- 401 Siswa Sekolah Rakyat Lampung Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru
Respons Cepat Polsek Wonosobo Tangani Gorong-Gorong Ambrol dan Banjir di Pekon Negeri Ngarip

TANGGAMUS, MFH,-- Polsek Wonosobo Polres
Tanggamus bergerak cepat merespons kejadian gorong-gorong ambrol yang memicu
banjir di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Sabtu
(1/8/2026). Selain menggenangi tiga rumah warga, kerusakan gorong-gorong di
Jalur Lintas Barat (Jalinbar) juga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Personel dipimpin Kapolsek Wonosobo Iptu
Primadona Laila, S.H., diterjunkan dalam penanganan kejadian tersebut bersama
Aiptu Fuad Hamidi, S.H., Aipda Yusmantoni, Aipda Riyan Rozi, Brigpol Dapid
Apria Utama, serta dibantu petugas pemadam kebakaran.
Kapolsek Iptu Primadona Laial mengatakan,
peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan deras
mengguyur wilayah Kecamatan Wonosobo. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit
air meningkat, sementara gorong-gorong yang amblas dan tersumbat batu berukuran
besar membuat aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar hingga akhirnya
meluap ke permukiman warga.
Baca Lainnya :
- Bhabinkamtibmas Polsek Kota Agung Takziah ke Rumah Warga Pekon Teratas0
- Polsek Wonosobo Identifikasi Kebakaran Rumah yang Dijadikan Gudang Swalayan0
- Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pasar Kotaagung0
- Bupati Tanggamus Buka Penguatan Kapasitas Dai Wasathiyah0
- Kapolres Lepas 37 Anggota Kontingen Saka Bhayangkara Ikuti Lokabhara ke-V Tingkat Polda Lampung0
"Luapan air terjadi akibat curah hujan
yang tinggi ditambah gorong-gorong yang amblas dan tersumbat batu besar.
Akibatnya air meluap dan masuk ke tiga rumah warga di Pekon Negeri Ngarip
dengan ketinggian sekitar selutut orang dewasa," kata Iptu Primadona
Laila, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Minggu
(2/8/2026) dinihari.
Selain merendam rumah warga, gorong-gorong yang
amblas juga menyebabkan badan jalan di Jalur Lintas Barat menyempit sehingga
berpotensi membahayakan pengguna jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek
bersama personelnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan,
pemantauan, dan pengaturan arus lalu lintas.
"Anggota langsung kami kerahkan ke lokasi
untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya
kecelakaan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami. Selain melakukan
pengaturan lalu lintas, personel juga memantau perkembangan debit air dan
mendata dampak yang ditimbulkan akibat banjir," jelasnya.
Kapolsek mengungungkapkan, hingga sekitar pukul
23.45 WIB hujan masih mengguyur wilayah Kecamatan Wonosobo sehingga material
batu besar yang menyumbat gorong-gorong belum dapat dievakuasi karena debit air
masih tinggi. Namun, kondisi cuaca berangsur membaik setelah hujan berhenti
sekitar pukul 00.30 WIB.
"Alhamdulillah hujan sudah berhenti
sekitar pukul 00.30 WIB. Saat ini kondisi terus kami monitor bersama personel
di lapangan," ungkapnya.
Meski gorong-gorong yang ambrol belum selesai
diperbaiki, arus lalu lintas di Jalur Lintas Barat tetap dapat dilalui
kendaraan. Namun, karena badan jalan menyempit, kendaraan hanya bisa melintas
secara bergantian dari satu arah.
"Jalur masih bisa dilalui satu mobil,
tetapi memang harus bergantian. Personel kami tetap berjaga untuk mengatur arus
lalu lintas agar berjalan aman dan lancar," tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini situasi di
lokasi terpantau kondusif. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa
tersebut, sementara genangan air di permukiman warga terus dipantau sambil
menunggu penanganan gorong-gorong oleh instansi terkait hingga proses
penanganan selesai dilakukan dan kondisi kembali normal.
"Kami mengimbau
masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi,
mematuhi arahan petugas di lapangan, serta meningkatkan kewaspadaan apabila
terjadi hujan dengan intensitas tinggi," pungkasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)