- Gubernur Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia
- Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
- Bupati Lambar Buka Soekarno Cup 2026, Ajang Cari Bibit Atlet Futsal Daerah
- 401 Siswa Sekolah Rakyat Lampung Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru
- Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pasar Kotaagung
- Diduga Langgar UU Lingkungan Hidup, WALHI Lampung Desak Usut Pembuangan Limbah PT. Ciomas
- DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
- Diskominfotiksan Perkuat Monitoring Kinerja Pegawai Lewat Inisiasi Pengembangan SIMON
- Wabup Lamtim Azwar Hadi Dorong Lulusan SMK Berdaya Saing Global
Gubernur Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi
Lampung memperkuat konsolidasi organisasi dan mengambil peran strategis dalam
mendorong hilirisasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri
Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Provinsi Lampung yang dihadiri jajaran Dewan
Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, pengurus DPD dan DPC HKTI se-Provinsi Lampung,
unsur Forkopimda, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor pertanian di
Gedung Balai Keratun Lantai 3, Jum'at (31/07/2026).
Dalam acara musyawarah daerah (Musda) HKTI,
Gubernur lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi terpilih sebagai ketua dewan
pimpinan daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung
periode 2026-2031 dan Pelantikan Pengurus 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia0
- Pengesahan Raperda APBD 2025 jadi Langkah Penguatan Akuntabilitas dan Pembangunan Lampung0
- Pemprov Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan0
- Gubernur Apresiasi Semangat Pengabdian Purnawirawan Polri untuk Menjaga Stabilitas Lampung0
- Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung0
Gubernur menegaskan bahwa HKTI memiliki peran
penting karena mayoritas kekayaan Lampung bertumpu pada sektor pertanian. Dari
luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,8 juta hektare dimanfaatkan
untuk budidaya tanaman pangan dan perkebunan dengan sekitar 1,6 juta keluarga
menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Ia menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah yang
lebih berpihak kepada petani mulai menunjukkan hasil positif, Kenaikan Harga
Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah, meningkatnya harga jagung, kopi, dan
singkong, serta berbagai program pendukung pertanian telah meningkatkan pendapatan
petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
"Harga komoditas yang membaik telah
meningkatkan daya beli masyarakat desa. Dampaknya terlihat dari meningkatnya
aktivitas ekonomi, termasuk penjualan kendaraan, jasa pengiriman, hingga
transaksi ekonomi di wilayah pedesaan," ujar Gubernur Mirza.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung akan
memperkuat transformasi sektor pertanian melalui berbagai program strategis,
antara lain penerapan pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa, penyediaan 500
unit mesin pengering (dryer) untuk mendukung pascapanen, pembangunan silo
penyimpanan hasil pertanian di tingkat kecamatan, serta pemberian 2.500
beasiswa bagi anak-anak petani.
"Petani tidak mungkin bisa maju tanpa
hilirisasi, dan hilirisasi membutuhkan peran pengusaha yang didukung daya saing
tinggi. Kita harus menguasai pasar global dengan ongkos produksi yang murah dan
kuantitas masif," ujar Gubernur.
Ia berharap Musda HKTI menjadi momentum
memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah konkret dalam meningkatkan
produktivitas pertanian, memperjuangkan harga yang adil bagi petani,
mempercepat hilirisasi, serta menyiapkan generasi muda pertanian menuju
Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan
Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), H. Abdul Kadir
Karding yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Nasional menegaskan
bahwa sektor pertanian kini diposisikan sebagai prioritas tertinggi dibawah
kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.
"Bagi Presiden, swasembada pangan adalah
sebuah ideologi. Pertanian tidak hanya menyangkut komoditas ekonomi, tetapi
merupakan komoditas strategis nasional karena menyangkut hajat hidup masyarakat
luas.Pemerintah berkomitmen penuh menjaga harga dan menggenjot produksi di
tingkat petani," ucap Abdul Kadir.
Di sektor hilir, Badan Karantina berkomitmen
memberikan kemudahan dan percepatan layanan ekspor produk pertanian unggulan
dari Lampung, seperti gula, jagung, dan tapioka. Ke depan, karantina akan
membentuk program Sahabat Karantina. Program ini bertujuan mendampingi
perusahaan, baik baru maupun lama, dalam memenuhi standar kualitas
internasional, termasuk aspek biosecurity dan traceability.
"Kalau bisa cepat kenapa harus lama Kalau
bisa mudah kenapa harus dipersulit,
Urusan karantina dan ekspor kita buat cepat, yang penting aman dan
memenuhi standar bagi negara pembeli," tegasnya.
Melalui sinergi antara
pemerintah, HKTI, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai
kebijakan tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan
daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global, serta mewujudkan
kesejahteraan petani secara berkelanjutan. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)