- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
- Bupati Pringsewu Sampaikan Perubahan APBD 2O26
- Wabup Pringsewu Buka Pesta Siaga dan Lomba Tingkat Kwarran Ambarawa
- 694 Warga Pekon Pamenang Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah
- Pemkab Lamtim Sosialisasikan Dampak dan Penanganan Abu Vulkanik GAK
- Wabup Azwar Hadi Matangkan Persiapan Pencanangan Desa Tapis di Nibung
- Pemkot Metro Ikuti Rakor Penanganan Karhutla dengan Perusahaanan Pemegang HGU dan PBPH
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua
- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
Sampah dan Potongan Kayu Sumbat Way Pisang, Petani di Palas Was-was jadi Pemicu Banjir

PALAS, MFH,-- Way Pisang yang
melintasi beberapa Lokasi pertanian di beberapa desa di kecamatan Palas
Kabupaten Lampung Selatan, mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan
potongan kayu yang menumpuk di bagian aliran sungai.
Kondisi ini menjadi salah satu
penyebab utama terjadinya banjir yang selama ini menggenangi ratusan hektar
pesawahan di wilayah kecamatan Palas. Selama berbulan-bulan sampah tersebut
numpuk di sepanjang aliran sungai way pisang mulai dari Hulu hingga hilir.
Akibatnya aliran air tersebut lari
ke area pertanian penyebab kebanjiran di setiap musim penghujan. Petani
mendesak pihak terkait untuk menurunkan alat berat membersihkan aliran sungai.
Baca Lainnya :
- Sehari Setelah Sertijab UPTD Puskesmas Rawat Jalan Palas Tancap Gas Laksanakan Instruksi Bupati0
- Masyarakat Antusias, UPT Pajak Palas Jemput Bola Pembayaran PBB di Desa Pematang Baru 0
- BBWS: Penyebab Tanggul Way Pisang Kembali Jebol, Pengerjaan Tidak Anggarkan Tanah Timbun0
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata0
- Koramil 421-08/Pls Bersama Kecamatan Sragi Gotong Royong, Dukung Program (ABRI)0
"Ini menjadi ancaman kami para
petani, setu bulan ini sudah tiga kali kami area sawah kami kebanjiran dan tiga
kali kami tanam ulang," ucap Ahmad salah seorang petani, Rabu, (11/2/2026)
Saat ini para petani berupaya
menyingkirkan potongan kayu dengan tangan koyong, agar aliran air lebih lancar,
namun upaya tersebut sia - sia sebab tumpukan sampah kayu mencapai puluhan ribu
kubik.
Titik tumpukan sampah kayu terparah
di lokasi dusun muara Padas, terlihat jelas tumpukan sampah kayu bak istana
berang-berang. Para petani saat ini was-was, ancaman erosi tangul, Mereka
meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung menurunkan alat
berat.
"Kami berharap pihak terkait
segera menormalisasi kali way pisang dan pelebaran tangul penangkis, supaya
kami tidak selalu was-was bila musim penghujan, untuk menjaga swasembada pangan
di Lampung Selatan," pungkasnya. [MFH/Sriw]











3.jpg)