- Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Cup Semarakkan HUT ke-19 Pesawaran
- Bupati Pringsewu Resmi Tutup Turnamen Sepakbola Bina Karya Cup 2026
- Umi Laila Lantik Pramuka Garuda Kwarcab Pringsewu
- Sekda Rustam Effendi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Mangrove
- Sekda Metro Dorong Percepatan PAD dan Mutasi Kendaraan
- Pemkot Metro Gelar Gebyar Senam LLI
- Aliran Listrik Jangkau 65 KK di Sukamakmur Belalau
- Lampung Perkuat Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak
- Menteri PPPA Beri Pendampingan Langsung kepada Korban Kekerasan Seksual
- TPAKD Kota Metro Tembus Penilaian Nasional
Sekda Rustam Effendi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Mangrove

PASIR SAKTI, MFH,-- Bupati Lampung Timur, Ela
Siti Nuryamah, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung
Timur Rustam Effendi, menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada
Peringatan Hari Mangrove Sedunia Kabupaten Lampung Timur Tahun 2026 yang
berlangsung di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam
Pasir Sakti, perwakilan TNI dan Polri, Direktur PT Pesona Sawit Makmur,
komunitas pegiat mangrove, kelompok nelayan tangkap, tokoh masyarakat, tokoh
pemuda, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap
pelestarian lingkungan pesisir.
Dalam laporannya, Camat Pasir Sakti Achmad
Naufal menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang
telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kabupaten
Lampung Timur. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk
memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir dan ekosistem
mangrove.
Baca Lainnya :
- Festival Kakao Lampung Timur Dorong Hilirisasi0
- Wakil Bupati Lampung Timur Ikuti Bimtek ASWAKADA0
- Sekda Rustam Effendi Hadiri Kunjungan Kerja Menteri PPN/Bappenas0
- Pemkab Lampung Timur Gandeng Kementerian UMKM0
- Kejari Lampung Timur Selamatkan Aset Daerah Rp5,5 Miliar0
Membacakan sambutan Bupati Lampung Timur, Sekda
Rustam Effendi menegaskan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar
agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh
masyarakat akan besarnya peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan
lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.
"Mangrove berfungsi sebagai benteng alami
yang melindungi garis pantai dari abrasi, meredam gelombang, menyerap karbon,
menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, sekaligus menopang kehidupan
ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir," ujar Rustam.
Ia mengatakan, tema nasional tahun ini,
"Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", mengajak seluruh
pihak untuk memperkuat komitmen dalam menjaga warisan alam demi masa depan yang
lebih baik.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan
kawasan mangrove terluas di dunia memiliki potensi yang sangat besar sekaligus
tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya. Namun demikian, berbagai tantangan
masih dihadapi, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, penebangan liar
hingga abrasi pantai yang mengancam keberlangsungan ekosistem mangrove.
"Pelestarian mangrove tidak dapat
dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur
masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta generasi muda agar upaya
konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan," lanjutnya.
Rustam juga menegaskan bahwa kawasan pesisir
dan ekosistem mangrove di Kabupaten Lampung Timur memiliki peran yang sangat
strategis, tidak hanya sebagai pelindung kawasan pantai, tetapi juga sebagai
penyangga keanekaragaman hayati, pendukung sektor perikanan, serta memperkuat
ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur berkomitmen untuk terus mendorong rehabilitasi, perlindungan, dan
pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor
serta partisipasi aktif masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sekda mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Mangrove Sedunia
sebagai gerakan nyata, tidak hanya sebatas melakukan penanaman mangrove, tetapi
juga memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan terawat dengan baik
sehingga memberikan manfaat jangka panjang.
"Edukasi kepada masyarakat, penguatan
kesadaran lingkungan, serta pembinaan kepada generasi muda harus terus
dilakukan agar semangat menjaga mangrove menjadi budaya yang tumbuh dan
mengakar di tengah masyarakat," katanya.
Di akhir sambutan, Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah
berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk para pegiat lingkungan
yang selama ini konsisten menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
"Dengan kebersamaan
dan semangat gotong royong, kita berharap setiap langkah kecil yang dilakukan
hari ini menjadi investasi besar bagi keberlanjutan lingkungan, peningkatan
kesejahteraan masyarakat pesisir, serta terwujudnya pembangunan Kabupaten
Lampung Timur yang selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan,"
tutupnya. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)