- TPAKD Kota Metro Tembus Penilaian Nasional
- Pemkot Metro Rencana Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Fasilitas Kementerian Haji
- Festival Kakao Lampung Timur Dorong Hilirisasi
- Ketika Krakatau Membelah Daratan: Antara Mitos, Api, dan Gerak Bumi
- In Memoriam Fath Syahbudin: Gema Tanoh Lado yang Abadi di Bumi Lampung
- Kemenag Bandar Lampung Sampaikan Aspirasi Penguatan Layanan Keagamaan kepada Komisi VIII
- Kapolsek Talang Padang Silaturahmi dengan Ipda Sabila
- Kejurda Padel Lampung 2026 Resmi Dimulai
- 31 Pasangan Ikuti Nikah Massal Begawi Cinta Lampung 2026
- Kadis Sosial Lamsel Ungkap Penyebab Bantuan Belum Cair Meski Sudah Pegang ATM
TPAKD Kota Metro Tembus Penilaian Nasional
Wali Kota Ikuti Virtual Assessment Award 2026

METRO, MFH,-- Setelah melalui serangkaian
proses seleksi yang ketat, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota
Metro terpilih mengikuti tahapan Virtual Assessment TPAKD Award Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso,
beserta jajarannya di OR Setda Kota Metro, Jumat (24/07/2026).
Terpilihnya Kota Metro dalam ajang penilaian
tersebut merupakan bagian dari TPAKD Award 2026 yang diberikan kepada daerah
yang dinilai berhasil mengakselerasi peningkatan akses keuangan dan mendorong
pelaksanaan program kerja TPAKD secara optimal.
Penilaian dilakukan oleh tim penilai utama yang
terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, akademisi, dan World Bank.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Rencana Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Fasilitas Kementerian Haji0
- Wali Kota Metro Perkuat Sinergi Pengelolaan Pertanahan untuk Optimalkan PAD0
- Pemkot Metro Peringati Hari Anak Nasional dengan Beragam Edukasi0
- Pemkot Metro Dorong Terwujudnya Hunian Layak Melalui Program BSPS 20260
- Wali Kota Metro Terima Audiensi Kakanwil Kementerian HAM Lampung0
Direktur Sistem Perbendaharaan Kementerian
Keuangan, Sulaimansyah, menyampaikan apresiasi bagi TPAKD Kota Metro yang telah
bersinergi secara optimal dalam meningkatkan akses keuangan di wilayah Kota
Metro melalui berbagai program kerja TPAKD.
Atas keberhasilan TPAKD Kota Metro menembus
tahapan Virtual Assessment TPAKD Award Tahun 2026, Sulaimansyah, menyampaikan
apresiasi dan menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kolaborasi,
serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan akses keuangan
yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“TPAKD Award tahun 2026 ini dilaksanakan
sebagai bentuk apresiasi kepada TPAKD yang telah mengakselerasi peningkatan
akses keuangan di daerah, serta guna mendorong seluruh TPAKD agar berkompetisi
dalam menyusun dan melaksanakan program kerja TPAKD dengan
sebaik-baiknya,”jelasnya.
Dalam paparannya, ia juga menjelaskan bahwa
TPAKD Award Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan penghargaan yang kelima sejak
pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019. Pada pelaksanaannya, penghargaan ini
telah diberikan kepada 8 TPAKD terbaik pada tahun 2020, 10 TPAKD terbaik pada
tahun 2021, 12 TPAKD terbaik pada tahun 2022, dan 15 TPAKD terbaik pada tahun
2025.
“Khusus pada penyelenggaraan TPAKD Award Tahun
2026, peserta yang mengikuti penilaian berasal dari seluruh TPAKD tingkat
provinsi serta kabupaten/kota yang telah terbentuk secara lengkap sejak
November,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Sulaimansyah menjelaskan bahwa
tahapan penilaian TPAKD Award Tahun 2026 dilaksanakan secara bertahap dan
komprehensif guna memastikan objektivitas dalam menentukan peserta terbaik.
“Tahapan penilaian TPAKD Award Tahun 2026
diawali dengan penyaringan awal berdasarkan laporan tahunan TPAKD Tahun 2025
yang disampaikan melalui Sistem Informasi TPAKD (SITPAKD), serta hasil
konfirmasi yang dilakukan secara langsung oleh tim teknis TPAKD,”paparnya.
Sementara itu, tahap kedua merupakan penilaian
lanjutan yang dilakukan oleh tim penilai utama untuk menentukan daftar pendek
(shortlist) TPAKD yang berhak mengikuti tahapan Virtual Assessment.
“Pelaksanaan Virtual Assessment hari ini
bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci dan komprehensif mengenai
implementasi berbagai program kerja TPAKD sepanjang tahun 2025, termasuk
capaian, inovasi, serta dampaknya dalam meningkatkan akses keuangan bagi
masyarakat di daerah,”imbuhnya.
Sebagai Tim penilai, ia juga mempersilakan
seluruh peserta untuk menyampaikan berbagai informasi tambahan, inovasi, maupun
perkembangan terbaru yang belum tercantum dalam dokumen penilaian pada
kesempatan Virtual Assessment tersebut.”Nanti akan ada dua sesi, sesi pertama
yang akan disampaikan melalui pemaparan dan kemudian sesi kedua adalahdiskusi
kelompok,”paparnya.
Tak hanya itu, ia turut menyampaikan apresiasi
dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan serta kerja sama
yang telah terjalin dengan baik selama proses pelaksanaan penilaian TPAKD Award
Tahun 2026.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro,
Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim
penilai utama TPAKD Award Tahun 2026 setelah berhasil melalui proses seleksi
yang dilakukan oleh tim penilai utama yang terdiri dari perwakilan Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian
Keuangan, kalangan akademisi, serta World Bank.
“Bagi kami, kesempatan ini merupakan suatu
kehormatan sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam
memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh
masyarakat Kota Metro yang kami cintai,”ujar Bambang.
Sejak dibentuk pada tahun 2020, TPAKD Kota
Metro terus berkomitmen mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan,
sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, serta seluruh
pemangku kepentingan.
“Kolaborasi ini jug terus diperkuat untuk
memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang
belum memperoleh akses optimal terhadap layanan keuangan formal,”tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, TPAKD Kota Metro telah
mengimplementasikan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat, di antaranya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani,
pengembangan dan pemberdayaan UMKM, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR),
Gerakan Menabung dengan Sampah, digitalisasi sektor pariwisata, serta
pemanfaatan Galeri Pasar Modal.
“Berbagai program tersebut merupakan bagian
dari upaya bersama untuk meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap
layanan serta pengelolaan keuangan Sekaligus memperkuat daya saing dan
kemandirian ekonomi lokal,”tuturnya.
Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Metro
menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh
unsur TPAKD Kota Metro atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah
diberikan sehingga menghasilkan kerja kolektif serta sinergi antar lembaga yang
patut dibanggakan bersama.
“Saya berharap momentum TPAKD Award 2026 ini
semakin memperkuat semangat TPAKD Kota Metro untuk terus berinovasimelalui
sinergi, kolaborasi dan inovasi, BPR di Kota Metro dapat terus memberikan
kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi daerah melalui akses keuangan yang
inklusif dan berkelanjutan,”kata Bambang.
Wali Kota Metro menyatakan kesiapan Pemerintah
Kota Metro bersama TPAKD Kota Metro untuk menerima berbagai masukan, pandangan,
serta pertanyaan dari tim penilai utama sebagai bagian dari upaya evaluasi dan
peningkatan kinerja dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan
berkelanjutan di Kota Metro.
“Saya berharap proses ini dapat menjadi sarana
untuk berbagi pengalaman sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi
kami untuk terus meningkatkan kinerja TPAKD Kota Metro ke depannya,” katanya.
Melalui paparan ini, ia berharap berbagai
program TPAKD di Kota Metro tahun 2025-2026 mulai dari dukungan ketahanan
pangan, pemberdayaan UMKM, pengembangan sumber daya pelaku UMKM, Business
matching hingga Ebix dapat memberikan gambaran atas komitmen dan upaya kami
dalam meningkatkan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kinerja
antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, akademisi,
lembaga jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan, “ucapnya.
[MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)