- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemprov Dorong Karang Taruna jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Desa
- Ngaben Massal Balinuraga, jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Asal Itali
- Bupati Egi Targetkan Desa Bali Nuraga jadi Destinasi Wisata Unggulan
- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak
- BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025
- Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
- Lampung Barat Raih Penghargaan LPM Award 2026
- Pemkab Pesisir Barat Gaungkan Semangat Nasionalisme
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran
Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan
Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan memberikan data secara jujur dan apa adanya.
Ketersediaan data yang lengkap dan akurat dinilai menjadi fondasi penting dalam
merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan
Sosialisasi dan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Gedung Pusiban,
Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (08/08/2026). Kegiatan ini menjadi momentum
konsolidasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Provinsi Lampung,
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta berbagai unsur masyarakat untuk
memperkuat partisipasi dalam pelaksanaan sensus.
Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang
dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung,
Ganjar Jationo menekankan bahwa data memiliki peran strategis dalam kehidupan
berbangsa dan pembangunan daerah. Menurutnya, semangat persatuan yang dahulu
diwujudkan melalui Sumpah Pemuda, kini dapat diperkuat melalui kesadaran
bersama terhadap pentingnya data.
Baca Lainnya :
- Pemprov Dorong Karang Taruna jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Desa0
- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan0
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus0
- BPS Ungkap Capaian Positif, Lampung: Kemiskinan Turun Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh0
- BPS: 35,5 Ribu Tenaga Kerja Terserap, TPT Lampung Mei 2026 Sebesar 3,97 Persen0
"Kalau dulu yang mempersatukan kita adalah
satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, hari ini yang mempersatukan kita
adalah satu Indonesia, satu data," ujarnya.
Gubernur menjelaskan, sensus berbeda dengan
survei karena sensus dilakukan secara menyeluruh untuk memperoleh gambaran
kondisi masyarakat secara lebih lengkap. Karena itu, partisipasi masyarakat
menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang mampu menggambarkan kondisi
ekonomi secara nyata.
Ia juga menyoroti perubahan struktur ekonomi
masyarakat, termasuk berkembangnya ekonomi digital yang semakin banyak
melibatkan masyarakat bekerja dari rumah melalui teknologi.
"Kalau aktivitas ekonomi digital tidak
terekam, maka tidak terdata. Makanya penting untuk jujur," katanya.
Menurutnya, data yang diberikan masyarakat
dapat dianalogikan seperti proses pemeriksaan kesehatan. Dokter membutuhkan
informasi yang jujur dari pasien agar dapat memberikan diagnosis dan penanganan
yang tepat. Begitu pula pemerintah membutuhkan data yang benar agar kebijakan
yang diambil sesuai dengan kondisi masyarakat.
"Kalau tidak ada umpan balik dan kita
tidak bicara jujur, resepnya bisa salah. Begitu juga dalam pembangunan, kalau
datanya tidak benar, kebijakannya bisa tidak tepat," jelasnya.
Gubernur juga mengajak para tokoh masyarakat
dan pengurus FPK yang mewakili berbagai suku dan etnis di Lampung untuk menjadi
penggerak partisipasi masyarakat. Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki posisi
strategis dalam membangun kepercayaan dan menyampaikan pentingnya sensus kepada
komunitas masing-masing.
"Bapak dan Ibu adalah kelompok referensi.
Mari gelorakan kepada masyarakat bahwa sensus yang sukses akan menghasilkan
data yang lengkap, sehingga kita bisa memproyeksikan ekonomi kita dan
menentukan kebijakan yang lebih tepat," katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung,
Ahmadriswan Nasution, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di
Lampung telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada tahap pertama,
Provinsi Lampung berhasil menempati peringkat pertama secara nasional.
Namun, capaian tersebut masih harus
dipertahankan melalui dua tahapan evaluasi berikutnya. Karena itu, BPS mengajak
seluruh elemen masyarakat turut memberikan dukungan agar Lampung dapat
mempertahankan prestasi tersebut.
Saat ini, sebanyak 8.619 petugas BPS dikerahkan
untuk melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Lampung. Mereka mendatangi
berbagai lokasi, mulai dari pasar, pertokoan, industri, keluarga, hingga usaha
yang dijalankan dari rumah tangga.
Ahmadriswan menegaskan, tantangan terbesar
dalam pelaksanaan sensus bukan terletak pada anggaran, metodologi, maupun
teknologi, melainkan pada bagaimana membangun kepercayaan masyarakat.
"Kepercayaan sering kali tumbuh dari
orang-orang yang selama ini dipercaya oleh masyarakat. Ketika tokoh masyarakat
mengajak komunitasnya mendukung sensus, menyampaikan bahwa data BPS aman, dan
mengajak masyarakat menerima petugas, maka kepercayaan itu akan tumbuh,"
ujarnya.
Ia menjelaskan, data Sensus Ekonomi sangat
dibutuhkan untuk menghasilkan gambaran perekonomian hingga wilayah yang lebih
rinci. Saat ini, data ekonomi tingkat kabupaten/kota masih banyak menggunakan
pendekatan survei sehingga belum dapat menggambarkan struktur ekonomi hingga
tingkat kecamatan secara lengkap.
"Untuk bisa menjawab bagaimana struktur
ekonomi di kecamatan tertentu, kita perlu data yang lengkap. Melalui Sensus
Ekonomi inilah kita berupaya mendapatkan data tersebut," jelasnya.
Ahmadriswan juga menegaskan bahwa data yang
dikumpulkan BPS digunakan untuk menghasilkan indikator statistik dan menjadi
dasar penyusunan kebijakan, bukan untuk kepentingan pemungutan pajak.
Ia mencontohkan, struktur ekonomi Lampung saat
ini sangat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga. Karena itu, pendataan
mengenai pendapatan, pengeluaran, maupun aset masyarakat diperlukan untuk
memperoleh gambaran ekonomi Lampung secara lebih utuh.
"Memang pertanyaannya bisa terkesan kepo,
tetapi itulah modal kita untuk menyajikan potret terkini ekonomi Lampung,"
ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sensus juga
menyesuaikan perkembangan zaman. Masyarakat yang memiliki aktivitas padat,
khususnya di kawasan perumahan, dapat memanfaatkan mekanisme pendataan mandiri
yang disediakan BPS.
"Tidak ada pelaku usaha, tidak ada
keluarga yang boleh terlewat cacah. Kalau ada yang terlewat, BPS merasa belum
optimal dalam melakukan pekerjaan," tegasnya.
Ketua FPK Provinsi Lampung, Hi. Darussalam,
menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. FPK yang
menjadi wadah komunikasi berbagai kelompok etnis dan suku di Lampung dinilai
memiliki peran penting dalam membantu BPS menjangkau masyarakat.
Darussalam mengajak seluruh anggota FPK untuk
memberikan data secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
"Bagaimana Lampung ini akan maju kalau
kita sebagai masyarakat tidak memberikan data yang sebenarnya. Harapan saya
kepada seluruh anggota FPK, bantulah memberikan data Sensus Ekonomi di Lampung
dengan fakta yang ada," ujarnya.
Ia juga menilai kerja sama antara FPK dan BPS
dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk membantu menyediakan data
mengenai keberadaan dan jumlah anggota berbagai kelompok suku dan etnis di
Lampung.
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan
Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Kesbangpol) Provinsi Lampung, Rahmat Yuda Kesatria dalam paparannya menegaskan
bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, konsolidasi BPS dan FPK menjadi
penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah
kesalahpahaman yang dapat terjadi antara petugas sensus dan masyarakat.
"Keberhasilan Sensus Ekonomi tahun 2026
bukan hanya tugas BPS semata, melainkan tanggung jawab kita bersama untuk
mewujudkan Provinsi Lampung yang maju menuju Indonesia Emas 2045,"
ujarnya.
Rahmat menyebut, hingga saat ini capaian
pelaksanaan Sensus Ekonomi di Lampung telah mencapai sekitar 87 persen. Dengan
dukungan FPK, Kesbangpol, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat,
capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat sekaligus mempertahankan
posisi Lampung sebagai daerah dengan kinerja terbaik.
Ia menekankan pentingnya peran FPK sebagai
wadah komunikasi yang menjembatani pemerintah dengan masyarakat dari berbagai
latar belakang suku dan etnis. Selain sebagai agen sosialisasi, FPK juga
diharapkan membantu mengantisipasi potensi penolakan, kesalahpahaman, maupun
informasi keliru terkait pelaksanaan sensus.
"Ketika dunia sudah berubah, maka
strateginya pun harus kita sesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Kunci
keberhasilan sensus adalah keterbukaan dan penerimaan dari masyarakat," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Lampung
bersama BPS, dan FPK berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Sensus
Ekonomi 2026. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk
menerima petugas sensus serta memberikan keterangan yang benar sesuai kondisi
sebenarnya.
Dengan data yang akurat dan
lengkap, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyusun kebijakan
pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, baik di tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)