- Tidur Panjang Sang Raksasa: Ketika Krakatau Diam, Sebelum Ia Mengamuk
- Presiden Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung
- Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir Pesisir Barat
- Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah
- Pemkab Tanggamus Tegaskan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Pungli
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Kesiapan RSUD KH. Muhammad Thohir Jelang Kunker Presiden RI
- Bupati Lampung Utara Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Audiensi ke Kemendagri, Bupati Ela Dorong Lampung Timur Masuk Prioritas Program WEFSRID
- Bupati Ela Siti Nuryamah Dorong Desa Penyangga Way Kambas jadi Pusat Ekonomi Berkelanjutan
Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung, Jihan
Nurlela, mengajak para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah
(IPM) untuk menjadi pelopor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah
Wilayah (Muswil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung yang
digelar di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6/2026).
Baca Lainnya :
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI0
- Pelantikan Lima Ibunda Guru Kabupaten, Tegaskan Peran Strategis Pendamping Pendidikan0
- Kolaborasi Multisektoral Diperkuat, Lampung Wujudkan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat0
- Terima Peserta PKN II Sumsel, Wagub Jihan Dorong Pemimpin Daerah Adaptif Hadapi Perubahan0
- Pemprov Lampung Raih Predikat A Nasional untuk Keamanan Pangan0
Di hadapan ratusan kader IPM dari berbagai kabupaten dan
kota di Lampung, Jihan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam
menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan.
Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus
dimiliki setiap pelajar agar mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan di
tengah masyarakat.
“Pertama adalah intelektualitas. Tugas utama pelajar
adalah belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik melalui pendidikan
formal maupun nonformal. Ilmu pengetahuan akan menjadi kompas dalam menentukan
arah kehidupan,” ujar Jihan.
Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya
karakter dan moral sebagai pondasi utama dalam membangun pribadi yang unggul.
Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa integritas tidak akan mampu memberikan
manfaat bagi masyarakat.
“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter
yang baik, tanpa integritas dan akhlak yang mulia, maka ilmu tersebut tidak
akan bertahan lama manfaatnya. Masyarakat akan lebih menghargai pribadi yang
berakhlak daripada sekadar pintar,” katanya.
Pilar ketiga yang harus dimiliki pelajar, lanjut Jihan,
adalah kepekaan sosial. Menurutnya, generasi muda harus mampu memahami berbagai
persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar dan memiliki kepedulian untuk
turut memberikan solusi.
“Pelajar harus memiliki sense of crisis, peka terhadap
berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Jangan hanya belajar di ruang
kelas, tetapi juga memahami realitas sosial dan berkontribusi dalam
menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengajak IPM untuk
menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang saat ini masih perlu terus ditingkatkan.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih
dihadapi daerah adalah tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah.
Karena itu, peran organisasi pelajar dinilai sangat penting untuk membangun
motivasi pendidikan di kalangan generasi muda.
“Saya berharap teman-teman IPM dapat menjadi influencer
positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali
memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ini adalah pekerjaan besar yang
harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, saat ini
tengah merumuskan berbagai program intervensi di bidang pendidikan guna
memperluas akses belajar bagi masyarakat, termasuk menghadirkan fasilitas
pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat desa.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan
kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk IPM, untuk bersama-sama
meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Lampung,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah,
menyampaikan bahwa selama periode kepengurusan 2023–2026, IPM Lampung telah
menjalankan berbagai program yang berdampak bagi pelajar dan masyarakat.
Dengan mengusung tema besar “Rumah Karya Pelajar”, IPM
Lampung berhasil melaksanakan 63 kegiatan yang melibatkan lebih dari 28 ribu
pelajar dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar non-Muhammadiyah dan
non-Muslim sebagai bentuk komitmen terhadap nilai inklusivitas.
Firdaus menjelaskan bahwa berbagai program kaderisasi,
pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi, hingga pengabdian masyarakat
terus dijalankan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda,
termasuk persoalan perundungan (bullying) dan rendahnya budaya literasi.
“IPM harus hadir sebagai solusi. Kami percaya bahwa
penguatan kepemimpinan pelajar, nilai-nilai Islam, dan semangat berkarya dapat
menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini,”
ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini jaringan
organisasi IPM di Lampung terus berkembang dengan keberadaan 15 Pimpinan Daerah
IPM, 53 Pimpinan Cabang IPM, dan 184 Pimpinan Ranting IPM yang tersebar di
seluruh Provinsi Lampung.
Muswil XXIII IPM Lampung menjadi momentum penting bagi
organisasi pelajar Muhammadiyah untuk melakukan evaluasi, menyusun program
kerja strategis, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet
perjuangan organisasi dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan
berdaya saing.
Melalui forum musyawarah
ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan keputusan yang mampu memperkuat
kontribusi pelajar Muhammadiyah dalam pembangunan daerah serta mendukung
terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Lampung yang maju dan berdaya
saing. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)