- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Pemerasan Disertai Pengancaman di Jalur Suoh BNS Tanggamus
- Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung
- Terima Garuda TV Lampung, Bupati Tanggamus: Media Ikut Awasi Realisasi Pembangunan
- Diduga Cabuli Bocah Lelaki Berulang Kali, Kakek 69 Tahun Ditangkap Polisi
- Pemkot Metro Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Integritas dan Partisipasi Masyarakat
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Plt Bupati Lampung Tengah Lantik Sulpakar sebagai Pj Sekda
- Bupati Lampung Tengah Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Dana
- Pemkab Pesisir Barat Ikuti Sosialisasi Kebijakan Transfer Daerah Kemendagri
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang
menelan anggaran Rp14,67 Miliar agar menghasilkan kualitas terbaik dan
meningkatkan konektivitas ekonomi masyarakat.
Perbaikan ruas jalan provinsi ini
ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking sekaligus peninjauan, oleh Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu
(22/4/2026).
Berdasarkan data teknis, penanganan jalan
tersebut memiliki panjang efektif 1,345 kilometer dengan alokasi anggaran
sebesar Rp14,67 miliar. Pembangunan ini menggunakan konstruksi rigid pavement
atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan jalan.
Baca Lainnya :
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan0
- Pemkab Lamteng Berikan Pembekalan ASN Menjelang Purna Tugas0
- Plt. Bupati Hadiri Malam Penganugerahan Jaga Desa Award 2026 di Jakarta0
- Plt. Bupati Lampung Tengah Dorong SDM Petani Lewat Rembug Madya KTNA 20260
- Plt. Bupati Lampung Tengah Ikuti Musrenbang Provinsi Lampung 2026 0
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza
menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas.
Ia menyebut hasil pembangunan akan dinilai langsung oleh masyarakat sebagai
pengguna jalan.
“Pekerjaan ini bukan hanya dinilai
pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini.
Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga mengingatkan agar pengawasan
dilakukan secara ketat dan seluruh tahapan teknis dijalankan sesuai prosedur.
Pemerintah provinsi, kata dia, tidak ingin kerusakan jalan kembali terjadi
dalam waktu singkat.
Selain itu, Gubernur Mirza memberikan
instruksi kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) agar seluruh ruas yang
telah dijadwalkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Untuk ruas yang belum
dapat diperbaiki secara permanen, Ia meminta dilakukan penanganan patching agar
jalan tetap fungsional.
Gubernur Mirza juga menyoroti kondisi
saluran air di sepanjang jalan yang kerap terabaikan. Ia meminta pembersihan
drainase serta penataan tanaman liar di sisi jalan.
“Saya masih melihat bahu jalan yang
terbengkalai. Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan
harus dirapikan,” ujarnya.
Dalam dialog dengan Kepala Desa setempat,
terungkap bahwa ruas jalan tersebut telah lama tidak diperbaiki secara
menyeluruh. Perbaikan sebelumnya pun disebut tidak bertahan lama.
Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza
menegaskan bahwa penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan dapat
meningkatkan ketahanan jalan. Ia juga mengimbau pemerintah daerah dan
masyarakat untuk menjaga sistem drainase dengan baik.
Selain faktor konstruksi dan drainase,
Gubernur Mirza menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat di ruas
tersebut, seperti truk pengangkut sawit dan mobil pengangkut tetes tebu.
Menurutnya, muatan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Secara keseluruhan, Gubernur Mirza
menekankan ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama, yakni kualitas
konstruksi, sistem drainase yang optimal, serta beban kendaraan yang melintas.
Pemerintah provinsi menilai pembangunan
infrastruktur jalan ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar mobilitas
barang dan jasa, sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat di berbagai
wilayah Lampung. [MFH/Adpim]











