- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Asisten II Zukri Amin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2025

PESISIR BARAT, MFH,-- Asisten II
Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Pesisir Barat (Pesibar), Drs. Zukri Amin, M.P., menghadiri Apel Gelar Pasukan
Operasi Lilin Krakatau Tahun 2025, di Mapolres Pesibar, Jumat (19/12/2025).
Apel tersebut dipimpin langsung
Kapolres Pesibar, AKBP. Bestiana, S.I.K., M.M., dan dihadiri Dandim
0422/Lampung Barat (Lambar), Letkol. Inf. Rizky Kurniawan, Kepala Dinas
Perhubungan (Dishub), Ariswandi, S.Sos., M.P., perwakilan Jasa Raharja, dan
dikuti Satuan Polisi-Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar),
sera Kwarcab Gerakan Pramuka Pesibar.
Dalam amanat Kapolda Lampung,
Irjen. Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., yang disampaikan Kapolres, Bestiana
mengatakan bahwa, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan
personel maupun sarpras yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi,
sehingga diharapkan seluruh kegiatan pelayanan perayaan Natal 2025 serta Tahun
baru 2026 dapat berjalan dengan optimal.
Baca Lainnya :
- Bupati Dampingi Gubernur Kunjungi Pasar Way Batu dan RSUD KH Muhammad Thohir0
- Asisten II Zukri Amin Buka Kegiatan HLM dan Capacity Building TPID Sambut Nataru0
- Asisten I Armand Achyuni Hadiri Kegiatan Running Program MBG 0
- Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Kagama Regional Leaders Forum 20250
- Bupati Tandatangani PKS Dengan Kejari Penyelesaian Perkara Berdasarkan Restorative Justice0
"Perayaan Natal dan Tahun Baru
(Nataru) merupakan salah satu agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap
tahun. Momentum nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, serta berkumpul
dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas
dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah," ujar Kapolres, Bestiana.
Berdasarkan survei Kementerian
Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat pada Nataru kali ini
diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83
juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Disisi lain, berdasarkan informasi
BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang
berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi
tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan
berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga
meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam.
"Situasi ini tentunya menuntut
kesiapsiagaan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan nataru tahun ini harus
dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari
aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai
permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, polri dengan didukung stakeholder terkait
menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025 yang akan
berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 yang
melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri,
13.775 personel TNI dan 55.289 personel dari instansi terkait lainnya,"
papar Kapolres, Bestiana.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan
operasi, telah dipersiapkan 2.903 posko, yang terdiri dari 1.807 Pospam, 763
Post an, dan 333 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna
melakukanpelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan,
terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun lokasi perayaan
tahun baru. pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara
optimal bagi masyarakat.
Kapolres, Bestiana menjelaskan,
rangka pelayanan nataru kal ini, Polri bersama stakeholder terkait telah
melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi permasalahan, baik di bidang
kamseltibcarlantas, maupun bidang lain yang berpotensi mengganggu kamtibmas dan
kelancaraan perayaan nataru.
Pada sisi kamseltibcar lantas,
Polri bersama dengan Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut
Kemenhub, serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah
menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur tentang pembatasan
operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas hingga pengendalian
arus lalu lintas penyeberangan laut.
"SKB tersebut harus dipedomani
dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan. tidak hanya pada transportasi
umum, pengaturan lalu lintas di kawasan wisata serta akses menuju objek wisata
harus dioptimalkan guna mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas.
Ketersediaan fasilitas parkir yang memadai, pengaturan jalur keluar dan masuk
kendaraan, serta penataan lokasi pedagang menjadi faktor penting dalam menjamin
kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama berwisata," lanjut Kapolres,
Bestiana.
Pada sisi kamtibmas, untuk menjamin
pelaksanaan ibadah natal berlangsung dengan aman dan khidmat, pastikan setiap
lokasi ibadah sudah disterilisasi dan libatkan ormas-ormas keagamaan dalam kegiatan
pelayanan sebagai wujud toleransi beragama.
Ancaman terorisme juga menjadi
tantangan yang serius. "Untuk itu, kedepankan deteksi dini dan preventive
strike untuk mencegah pelaku teror melancarkan aksinya, serta lakukan penjagaan
ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah agar kita dapat memastikan
tidak ada letupan sekecil apapun dalam pelaksanaan ibadah natal ataupun malam
pergantian tahun," tegas Kapolres, Bestiana.
Berkaitan dengan kejahatan
konvensional, perlu melakukan pemetaan dan patroli rutin dengan melibatkan pam
swakarsa, utamanya pada jam dan lokasi rawan. Selain itu, fasilitasi penitipan
kendaraan masyarakat pada kantor-kantor kepolisian guna memberikan rasa aman
bagi masyarakat yang bepergian dalam waktu lama.
"Selain itu, terkait potensi
bencana alam, diperlukan kesiapsiagaan yang menyeluruh melalui penyiapan tim
tanggap bencana serta sarana dan prasarana pendukung. Lakukan antisipasi
terhadap potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas-ruas jalan utama,
jalur alternatif, dan akses menuju kawasan objek vital. Pada saat yang sama,
terus lakukan monitoring terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan serta bbm.
Pastikan harga, distribusi dan ketersediaannya terjaga secara stabil. Dukungan
respons cepat terhadap berbagai situasi di lapangan juga menjadi bagian penting
dalam pelayanan nataru. Layanan darurat kepolisian 110 diharapkan dapat menjadi
sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk
ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas," tegas Kapolres, Bestiana.
Ditandaskan, seluruh pelaksanaan
tugas di lapangan tentunya harus disertai dengan strategi komunikasi publik
yang tepat. Untuk itu diharapkan agar masyarakat dapat dipastikan mengetahui
setiap informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, ketentuan
dalam surat keputusan bersama, informasi cuaca hingga penerapan pengaturan
rekayasa arus lalu lintas, sehingga seluruhnya dapat terlayani dengan baik.
[MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)