- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum
- Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai
- Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
- Pemprov dan KLH Perkuat Sinergi, Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah
- Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Tinjau Sekuntum Herbal Farm
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Halal Bihalal Pangdam, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
- Pemkab Lampung Tengah Dalami Program Vaksinasi HPV Nasional
Bupati Egi Ingatkan Adaptasi di Era AI: Inspirasi Tak Bisa Digantikan Teknologi

PENENGAHAN, MFH,-- Di hadapan sekitar 1.500
guru, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya
kemampuan adaptasi bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan global yang
kian cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan
(AI).
Pesan itu disampaikan Egi saat menjadi
narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk How to Be Great Teacher yang
digelar di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung
Selatan, Jumat (2/4/2026).
Menurut Egi, kemajuan teknologi telah mengubah
pola pembelajaran secara signifikan. Namun, ia menekankan bahwa peran guru
tidak bisa tergantikan sepenuhnya oleh mesin.
Baca Lainnya :
- OJK Imbau Waspada Investasi Ilegal, Bupati Egi: Jangan Terbuai Untung Instan0
- Pemkab Lampung Selatan Catat Realisasi Pendapatan 97 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi0
- Camat Palas Ns. Rosalina dan Kades Sukiman Kompak Wujudkan Program Desa HELAU di Bumirestu0
- Respons Cepat Damkar Lampung Selatan Tangani Tumpahan Solar di Jalintim0
- Usai Idulfitri 1447 H, Sekda Supriyanto Tegaskan ASN Harus Langsung Bergerak0
“Transfer informasi saat ini dapat dilakukan
oleh teknologi, tetapi inspirasi hanya bisa diberikan oleh jiwa seorang guru,”
ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan global
tidak hanya terjadi di tingkat pusat atau kota besar, tetapi turut berdampak
hingga ke daerah, termasuk wilayah pedesaan.
“Meskipun kita berada di desa, perubahan global
tetap mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Egi.
Dalam forum yang diikuti guru dari tingkat
PAUD, SD, hingga SMP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan
tersebut, Egi mendorong para pendidik untuk terus memperluas wawasan dan tidak
berhenti mengikuti perkembangan zaman.
“Kita tidak boleh berhenti membuka cakrawala
terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dunia memang sedang mengalami
pergeseran peradaban,” lanjutnya.
Ia juga mengajak para guru untuk menjadikan
tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan hambatan.
“Jika ingin menjadi besar, kita harus melalui
proses, termasuk menghadapi tantangan sebagai bagian dari adaptasi,” jelasnya.
Seminar yang mengusung tema “Pengajar
Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” itu turut menjadi ruang
penguatan kapasitas tenaga pendidik di tengah dinamika pendidikan global.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lampung
Selatan juga memberikan apresiasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Teacher Preneur
dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Egi menilai, keterlibatan organisasi mahasiswa
menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di
daerah.
“Kami mengapresiasi peran organisasi mahasiswa
dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan yang mendorong
kapasitas tenaga pengajar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para
guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta memperkuat peran strategis
mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi. [MFH/Dikominfo
Lampung Selatan]











3.jpg)