- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 2026
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi
- Diskominfotiksan Pesawaran Audiensi dengan Telkomsel
- Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan bagi Lansia Penyandang Disabilitas
- Musrenbang Inklusif Disabilitas, Ruang Aspirasi Pembangunan yang Lebih Setara
- Wabup Azwar Hadi Lepas 770 Jamaah Haji Lampung Timur
- Ni Ketut Dewi Nadi Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDBI Lampung Tengah 2026–2030
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Sosialisasikan Penerimaan Siswa Baru
Bupati Egi Lantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Dermaga BOM

KALIANDA, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar pelantikan pejabat pimpinan tinggi
pratama dengan cara yang tidak lazim.
Bertempat di Dermaga BOM Kalianda,
kawasan pesisir yang menjadi salah satu ikon wisata daerah, Bupati Lampung
Selatan Radityo Egi Pratama melantik dan mengambil sumpah 17 pejabat pimpinan
tinggi pratama (eselon II), Selasa (6/1/2026).
Tidak berlangsung di aula
perkantoran atau ruang berpendingin udara, pelantikan digelar di ruang terbuka
berlatar laut. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah
dalam menghadirkan birokrasi yang dekat dengan masyarakat, adaptif, serta
selaras dengan penguatan identitas pariwisata Lampung Selatan.
Baca Lainnya :
- TPG 13 dan TPG THR Guru ASN TA 2025 Dipastikan Cair Januari 20260
- Pemkab Lamsel Sambut Kunjungan Uskup Tanjung Karang ke UIM0
- H+9 Nataru, 647 Ribu Penumpang dan 161 Ribu Kendaraan Tinggalkan Sumatera Kembali Jawa0
- Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Non PPG di Lamsel Makin Merana0
- PT. ASDP Persero Cabang Bakauheni Tutup Posko Mudik Nataru 2025/20260
Para pejabat yang dilantik tampak
mengenakan pakaian dinas harian yang dipadukan dengan aksesoris adat khas
Lampung, yakni Tukus bagi pejabat pria dan Kumbut bagi pejabat perempuan.
Nuansa tersebut mencerminkan penghormatan terhadap nilai budaya lokal yang
menjadi bagian dari karakter daerah.
Pelantikan ini merupakan bagian
dari rangkaian penataan dan pengisian jabatan hasil uji kompetensi pejabat
pimpinan tinggi pratama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Langkah
tersebut dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan
kinerja pemerintahan daerah.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi
Pratama menegaskan, pelantikan di ruang publik sengaja dilakukan untuk
menanamkan kesadaran sejak awal bahwa kepemimpinan bukan tentang jarak,
melainkan kedekatan dengan masyarakat.
“Pelantikan hari ini seru, ramai,
dan kita bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Ini saya ciptakan agar tidak
ada batas antara pejabat dengan rakyat, sehingga bisa mendengar langsung
aspirasi dan harapan masyarakat Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Dalam suasana dermaga menjelang
senja, Bupati Egi juga menyampaikan pesan reflektif tentang makna waktu dan
tanggung jawab kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa masa jabatan tidak bersifat
abadi dan harus diisi dengan karya yang berdampak.
“Waktu terus berjalan.
Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan sebelum masa jabatan itu
berakhir. Ini harus kita pikirkan dan rasakan bersama,” katanya.
Menurut Bupati Egi, para pejabat
yang dilantik telah melalui proses penilaian yang panjang dan penuh
pertimbangan. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dibayar dengan kerja
nyata, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
“Kepercayaan ini harus dibayar
dengan kerja nyata. Jadilah pejabat yang bersih, disiplin, dan senantiasa
melayani. Setiap detik nilai integritas, semangat, dan pelayanan itu harus
diterapkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap
ikhlas, sigap, dan amanah, kepatuhan terhadap aturan, serta tertib dalam
pelaporan dan pertanggungjawaban tugas.
Bupati Egi turut menyoroti kekuatan
Lampung Selatan sebagai daerah dengan keberagaman suku dan budaya yang tinggi.
Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendorong
pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Hanya di Lampung Selatan
keberagaman ini begitu kuat. Karena itu, saya mengajak seluruhnya untuk berkolaborasi,
bekerja kompak dan solid,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Egi menegaskan
bahwa para pejabat eselon II memegang peran strategis dalam pembangunan daerah.
Ia meminta para pejabat tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan aktif
turun ke lapangan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak butuh pejabat yang
hanya menunggu laporan. Turunlah ke masyarakat, hilangkan ego sektoral. Kita
tidak akan maju kalau ingin menang sendiri-sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan
pembangunan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah
pusat dan provinsi. Seluruh program pembangunan, menurutnya, harus bermuara
pada visi Lampung Selatan Maju dengan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak
utama kesejahteraan masyarakat.
“Saya ingin 2026 ini kita berlari.
Pariwisata akan menjadi jembatan kesejahteraan, dan seluruh perangkat daerah
harus menyinkronkan program menuju pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai simbol komitmen terhadap
keberlanjutan dan kepedulian lingkungan, rangkaian pelantikan ditutup dengan
kegiatan penaburan benih ikan di perairan sekitar Dermaga BOM.
Dalam kesempatan itu, Bupati Egi
juga berdialog langsung dengan masyarakat yang hadir, mendengarkan pesan, kesan,
serta harapan mereka terhadap para pejabat yang baru dilantik.
Melalui pelantikan di ruang
publik ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan pesan bahwa pemerintah hadir di
tengah masyarakat, berakar pada budaya lokal, serta berkomitmen membangun
daerah secara inklusif dan berkelanjutan. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)