- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 2026
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi
- Diskominfotiksan Pesawaran Audiensi dengan Telkomsel
- Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan bagi Lansia Penyandang Disabilitas
- Musrenbang Inklusif Disabilitas, Ruang Aspirasi Pembangunan yang Lebih Setara
- Wabup Azwar Hadi Lepas 770 Jamaah Haji Lampung Timur
- Ni Ketut Dewi Nadi Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDBI Lampung Tengah 2026–2030
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Sosialisasikan Penerimaan Siswa Baru
H+9 Nataru, 647 Ribu Penumpang dan 161 Ribu Kendaraan Tinggalkan Sumatera Kembali Jawa

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Arus
pergerakan masyarakat yang meninggalkan Sumatera untuk kembali ke Jawa selama
periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berlangsung relatif stabil dan
terkendali. Sejak H-10 pada 15 Desember 2025 hingga H+9 pada 3 Januari 2026, PT
ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 647.898 orang dan 161.695 unit kendaraan
telah menyeberang dari Pulau Sumatera, kembali menuju Pulau Jawa.
Angka tersebut mencerminkan
dinamika arus balik akhir tahun yang berjalan konsisten, meski tidak
menunjukkan lonjakan signifikan seperti periode-periode sebelumnya. Pola
pergerakan masyarakat tahun ini cenderung lebih moderat, dengan distribusi
perjalanan yang relatif merata sepanjang periode Nataru.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga
Herlina Oktaviyanti, menjelaskan bahwa karakteristik libur Nataru 2025/2026
memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.minggu 04/01/ 2026.
Baca Lainnya :
- Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Non PPG di Lamsel Makin Merana0
- PT. ASDP Persero Cabang Bakauheni Tutup Posko Mudik Nataru 2025/20260
- Begini Skema Gaji PPPK Paruh Waktu di Lampung Selatan0
- Bupati Radityo Egi Pratama Terbitkan Surat Edaran Tentang UMK 20260
- Penanaman Pohon di Taman Kehati Kotabaru Libatkan 863 PPPK Paruh Waktu 0
Kedekatan jarak waktu antara Nataru
dan Ramadhan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan
masyarakat untuk bepergian. “Jumlah pengguna jasa pada periode ini relatif
tidak terlalu signifikan. Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan
Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan
faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus
pada mudik Lebaran,” ujarnya.
Secara kumulatif, penumpang yang
menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni pada periode H-10
hingga H+9 tercatat naik 1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama
tahun lalu, dari 641.521 orang menjadi 647.898 orang. Sementara itu, total
kendaraan yang menyeberang meningkat 4,2 persen, dari 155.148 unit menjadi
161.695 unit. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas mobilitas dan logistik tetap
bergerak, meski dalam ritme yang lebih terukur.
General Manager ASDP Cabang
Bakauheni, Partogi Tamba, menambahkan bahwa faktor eksternal lain turut
memengaruhi pola perjalanan masyarakat. “Terjadinya bencana di beberapa wilayah
Sumatera juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan,
sehingga pergerakan menjadi lebih selektif,” jelasnya.
Mencermati kedekatan periode Nataru
dengan Ramadhan, ASDP telah melakukan berbagai langkah penguatan kesiapan
layanan. “Secara operasional kami selalu siap, bahkan di hari biasa. Namun
menjelang Lebaran, penguatan dilakukan melalui ramp check, memastikan kesiapan
armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan
alternatif,” lanjut Partogi.
ASDP bersama seluruh pemangku
kepentingan terus memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan
pengguna jasa dari keberangkatan hingga tiba di tujuan. Periode Nataru ini
sekaligus menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan
pada Angkutan Lebaran 2026.
Memasuki H+9 atau Sabtu (3/1),
intensitas arus balik dari Sumatera ke Jawa mulai menguat. Berdasarkan data
Posko Bakauheni selama 24 jam (pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 106 trip kapal
beroperasi melayani penyeberangan.
Total penumpang yang menyeberang
melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131
orang, atau naik 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak
35.991 orang. Kenaikan juga terjadi pada seluruh golongan kendaraan, dengan
kendaraan roda dua mencapai 2.188 unit atau naik 41,1 persen, kendaraan roda
empat 4.316 unit atau naik 8,3 persen, truk 2.896 unit atau naik 1,1 persen,
serta bus 451 unit atau meningkat 25,6 persen.
Secara keseluruhan, total kendaraan
yang menyeberang pada H+9 tercatat 9.851 unit, naik 12,4 persen dibandingkan
realisasi tahun lalu. Data ini menegaskan bahwa meskipun arus balik meningkat,
layanan penyeberangan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali. [MFH/Jun]











3.jpg)