- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Bupati Ela Siti Nuryamah Teken Serah Terima Alat Cathlab dari Kemenkes RI untuk RSUD Sukadana

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Bupati
Lampung Timur Ela Siti Nuryamah melakukan penandatanganan berita acara serah
terima alat Cathlab dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Rumah
Sakit Umum Daerah Sukadana. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Komite Medik
RSUD Sukadana, Jumat (20/02/2026).
Turut mendampingi Bupati dalam
kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan, Plt Direktur RSUD Sukadana
beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, Bupati
menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian
Kesehatan atas bantuan alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut. Menurutnya,
keberadaan Cathlab menjadi langkah besar dalam meningkatkan layanan kesehatan,
khususnya bagi masyarakat Lampung Timur yang menderita penyakit jantung.
Baca Lainnya :
- Uji Fungsi Cathlab RSUD Sukadana Sukses, Layanan Jantung Canggih Segera Hadir di Lamtim0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Launching Gerai UMKM PC APIMSA, Dorong UMKM Naik Kelas0
- Sekda Lamtim Rustam Effendy Lantik Dua Plt Camat0
- Bupati Hadiri Pencanangan EPIKS di Ponpes Muhammadiyah Abu Dzar Al Gifari0
- Sinergi Pemda dan Masyarakat, Penanganan Darurat Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma Dikebut0
“Data di RSUD Sukadana menunjukkan
poli jantung melayani sekitar 40–60 pasien per hari. Jika dirata-rata,
jumlahnya mencapai 600 hingga 800 pasien per bulan. Ini angka yang signifikan
dan harus kita tangani secara maksimal,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, secara sarana dan
prasarana, RSUD Sukadana telah siap mengoperasikan alat tersebut. Tenaga medis,
termasuk dokter spesialis dan perawat terlatih, telah tersedia dan siap
memberikan pelayanan. Saat ini, proses yang tengah diselesaikan adalah
perizinan operasional terkait aspek radiasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir
(Bapeten). Setelah izin terbit, alat Cathlab dipastikan segera dapat
difungsikan sepenuhnya.
Bupati juga menekankan bahwa sektor
kesehatan merupakan salah satu tumpuan utama Kabupaten Lampung Timur selain
infrastruktur. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.150.000 jiwa, seluruh
masyarakat membutuhkan layanan kesehatan tanpa terkecuali.
“Kalau dinas lain melayani sektor
tertentu, kesehatan melayani semua profesi dan seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, saya minta pelayanan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa RSUD sebagai
rumah sakit milik pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang adil
dan tidak membeda-bedakan pasien, baik dari segi kelas perawatan maupun latar
belakang ekonomi. Minimal, setiap pasien harus mendapat kunjungan dan
pemantauan dari perawat atau petugas medis sebanyak 3–4 kali dalam sehari.
Bupati juga mengungkapkan bahwa
nilai investasi alat Cathlab tersebut mencapai sekitar Rp17,5 miliar. Ia
menyebut, bantuan ini merupakan hasil perjuangan dan pengabdian para pimpinan
dan jajaran RSUD serta pemerintah daerah sebelumnya yang patut disyukuri
bersama.
“Ini aset besar bagi daerah. Mari
kita jaga, kita manfaatkan dengan maksimal, dan kita tingkatkan kinerja
pelayanan. Masyarakat tidak menuntut yang muluk-muluk, mereka hanya ingin
pelayanan yang baik, cepat, dan sepenuh hati,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Cathlab di RSUD
Sukadana, diharapkan penanganan penyakit jantung di Lampung Timur dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk
jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan. [MFH/Komdigi
Lamtim]











3.jpg)