- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan
- Diskominfo Luruskan Informasi Terkait ATK Penghapus Pensil Senilai Rp 30 Juta pada DPMPTSP
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 2026
- Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM
Bupati Parosil Mabsus Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan Prima Bukan Live Tiktok

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus mengingatkan kepada tenaga kesehatan untuk mengutamakan
pelayanan prima kepada pasien, bukan melakukan siaran langsung (Live) di
aplikasi TikTok pada jam kerja. Fenomena tersebut dinilai mengganggu pelayanan
publik serta mencerminkan kurangnya kedisiplinan pegawai.
Permintaan itu disampaikan Parosil Mabsus pada
acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Lampung
Barat, yang berlangsung di pelataran Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit,
Rabu 10 Desember 2025.
Seperti diketahui, aplikasi TikTok banyak
digunakan masyarakat untuk berinteraksi secara real time, baik untuk jualan
online maupun berbagi informasi. Namun, tren live di TikTok justru marak
dilakukan oleh sebagian ASN saat jam kerja.
Baca Lainnya :
- Bupati Terima Audiensi PLN Bahas Percepatan Listrik Masuk Desa Sidorejo dan Roworejo0
- Pekon Balak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Warisan Budaya0
- Bupati Parosil Mabsus Resmikan Program Pengadaan Mobil dan Motor Sarana Angkut Sampah 0
- Warga Pekon Waspada Sambut Antusias Pengaspalan Jalan0
- Bupati Lantik Pengurus Perwosi Lambar 2025-20290
Parosil Mabsus menilai kebiasaan tersebut tidak
pantas dilakukan karena ASN seharusnya fokus melayani masyarakat.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab besar
yang harus dijalankan dengan disiplin dan etika kerja yang baik. Penggunaan
media sosial, katanya, sah-sah saja, namun harus bijak dan tidak sampai
mengurangi produktivitas kerja.
“Hari ini pelayanan tidak bisa hanya siap untuk
menerima tetapi kalau ada masyarakat kita sakit di rumah datangin, begitu cara
kita. Jangan cuma diam di kantor, selfie, jangan ada yang sampai live TikTok,
malu bapak ibuk,” kata Parosil Mabsus.
Ia meminta agar tenaga kesehatan memberikan
pelayanan yang baik kepada mayarakat. Menurutnya pelayanan yang tulus tersebut
selain sebagai tanggung jawab profesi juga menjadi bekal amal ibadah.
“Itu yang akan dikenang, saudaramu, tetanggamu
dan lapisan masyarakat bahwa saudara sebagai pelayan masyarakat yang prima dan
baik,” tuturnya.
Sementara, kepala dinas Kesehatan Kabupaten
Lampung Barat Widyatmoko Kurniawan mengatakan, HKN ke-61 tahun 2025 merupakan
momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan sebagai investasi pembangunan.
Bagi tenaga kesehatan, peringatan ini juga
menjadi pengingat sejarah awal mula HKN yang lahir dari perjuangan bangsa
melawan wabah malaria.
Pada 12 November 1964, pemerintah Indonesia
menetapkan Hari Kesehatan Nasional sebagai simbol keberhasilan gerakan
pemberantasan malaria yang saat itu menjadi masalah besar kesehatan masyarakat.
“Program ini dilaksanakan secara masif di
berbagai daerah dengan dukungan lintas sektor, dan berhasil menurunkan angka
kesakitan serta kematian akibat malaria,” tutupnya. [MFH/Diskominfo Lambar]











3.jpg)