- Bupati Saleh Asnawi Tegaskan Zona Integritas Harus Berdampak Nyata, Sekda Bacakan Pakta Integritas
- Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat hingga Desa
- Bupati Nanda Perkuat Kemitraan Kakao Pesawaran
- Bupati Buka Pembinaan dan Konsolidasi FKUB Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu
- Wabup Pringsewu Harapkan HIMPAUDI Berperan Aktif Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD
- Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV
- Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah
- Wakil Wali Kota Metro Tekankan Integritas Digital Keamanan Data dan Akurasi Kebijakan
- Perkuat Sinergi, Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pisah Sambut Kapolda Lampung
- Jelang MTQ Tingkat Lampung, Bupati Dedi Irawan Pacu Semangat Kafilah Pesisir Barat
Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV

PRINGSEWU, MFH,-- Jembatan gantung yang
menghubungkan Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, dengan Pekon Sukoharjo IV,
Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, diresmikan oleh
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, pada Jumat, 16 Oktober 2026 petang.
Peresmian jembatan sepanjang 80 meter dan lebar
2 meter yang membentang di atas aliran sungai Way Sekampung dan dibangun oleh
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dengan
total biaya mencapai Rp 10 miliar, ditandai dengan pengguntingan pita oleh
Bupati Pringsewu dan Wakil Bupati Umi Laila, Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono
serta anggota Komisi 5 DPR RI Mukhlis Basri di depan pintu gerbang jembatan.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas berharap
jembatan yang baru diresmikan yang juga sebagai salah satu bentuk nyata
perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk
kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya, memperpendek
jarak, menghemat waktu dan biaya perjalanan, serta membuka peluang yang lebih
besar bagi berkembangnya aktivitas ekonomi.
Baca Lainnya :
- DLH Provinsi Lampung Gencarkan Pembinaan Adiwiyata0
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara0
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan0
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 20260
- Calon Kapekon se-Pringsewu Komitmen Sukseskan Pemilihan Kakon Serentak 20260
"Jembatan ini dibangun dengan menggunakan
anggaran negara dan pada akhirnya merupakan milik serta untuk kepentingan
masyarakat. Mari kita tumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian bersama, sehingga
jembatan ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi generasi
sekarang maupun generasi yang akan datang," ujarnya.
Bupati pada acara peresmian yang dihadiri
jajaran pemerintah daerah, DPRD dan forkopimda, camat dan kepala pekon mengajak
masyarakat untuk menjaga kebersihan, keamanan dan kondisi jembatan dengan tidak
melakukan tindakan yang dapat merusak konstruksi serta membahayakan keselamatan
pengguna. Karenanya, kepala pekon dan masyarakat yang berada di sekitar
jembatan agar dapat turut mengawasi dan menjaga fasilitas ini.
"Pemkab Pringsewu akan terus bersinergi
dengan pemerintah pusat dan provinsi, DPR RI, serta para pemangku kepentingan
guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur. Semoga
keberadaan jembatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten
Pringsewu," harapnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono
menjelaskan Kementerian PU selain membangun jalan tol dan bendungan serta
infrastruktur lainnya, juga melakukan pembangunan infrastruktur kerakyatan yang
langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, diantaranya jembatan gantung
pejalan kaki. Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kebijakan
pemerintah untuk membangun infrastruktur di daerah agar wilayah-wilayah yang
sebelumnya sulit dijangkau menjadi lebih terbuka dan terkoneksi.
"Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan
dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah serta memperpendek jarak bagi
warga menuju pusat aktivitas, seperti sekolah, pasar, tempat kerja hingga
pengurusan administrasi ke kelurahan atau kecamatan. Infrastruktur ini juga
memangkas jarak dan waktu tempuh yang sebelumnya harus memutar jauh karena
terpisah oleh kondisi geografis, sekaligus menjadi jalur distribusi utama untuk
mempermudah pengangkutan hasil bumi lokal seperti padi, tanaman palawija dan
buah-buahan," ujarnya.
Dalam pada itu, anggota Komisi 5 DPR RI Mukhlis
Basri mengatakan pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungkan Pekon Podosari
dan Podomoro, Kecamatan Pringsewu dengan Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan
Sukoharjo ini merupakan hasil kolaborasi serta perjuangan bersama seluruh pihak
dalam rangka mewujudkan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya
di Kabupaten Pringsewu. [MFH/Diskominfo]











