- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Dampingi Gubernur Bertemu Masyarakat Sukau, Parosil Curhat Keluhan Masyarakat Lambar

LAMBAR, MFH,-- Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal temu
masyarakat Kecamatan Sukau yang berlangsung di Pekon Tanjung Raya, Kamis
(18/12/ 2025).
Hal itu tidak disia-siakan Parosil
Mabsus untuk curhat terkait potensi yang berada di Kabupaten penghasil
sayur-mayur tersebut.
Dalam sambutannya, Parosil Mabsus
menjelaskan masyarakat Lampung Barat mayoritas berprofesi sebagai petani padi,
kopi dan sayur-mayur.
Baca Lainnya :
- Macik Partinia Imbau ASN Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Kondusifitas Lambar0
- Pemkab Dorong Peningkatan Iman dan Takwa Melalui Pengajian Akbar MTBMI Zona I0
- Ketua Tim Pembina Posyandu Partinia Tinjau Posyandu dan Serap Aspirasi Warga Pekon Bahway0
- Setiwang Nayuh Jilid 8: Wabup Mad Hasnurin Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Daerah0
- Bupati Lambar Tandatangani Mou Restorative Justice Bersama Pemprov dan Aparat Penegak Hukum0
Namun dikatakan Parosil Mabsus,
sejauh ini masih mengalami beberapa kendala sehingga membuat kurang maksimalnya
penghasilan masyarakat.
Seperti terkait pertanian padi,
Parosil Mabsus menuturkan di Lampung Barat belum memiliki pabrik pengolahan
padi. Kemudian, sayur-mayur masih sering kali petani mengalami kerugian hal
tersebut disebabkan tidak stabilnya harga ditingkat petani.
“Pasokan beras untuk kebutuhan SPPG,
kita masih mengambil dari Kabupaten tetangga. Sayurannya pun belum bisa
seutuhnya dari lokal, karena menurut ahli gizi kandungan pestisidanya masih
tinggi,” kata Parosil Mabsus.
Menanggapi curhatan Bupati Lampung
Barat, Gubernur Lampung menjelaskan penyebab terjadinya harga sayur-mayur
selama ini tidak setabil hal itu disebabkan adanya kiriman sayur-mayur dari
luar daerah Lampung.
Sehingganya sayur-mayur yang berasal
dari Lampung, khsusunya Lampung Barat harus mengikuti harga dari luar daerah.
Pria yang akrab disapa Mirza
menjanjikan, kedepan tidak boleh lagi ada sayuran dari luar Provinsi Lampung
masuk ke Lampung selagi Kabupaten-kabupaten di daerah Lampung mampu memasok
kebutuhan.
“Bagaimana caranya kita memanfaatkan
potensi-potensi yang ada di Lampung termasuk sayuran, agar masyarakat makmur,”
ungkapnya.
Namun, Gubernur Lampung juga
mengingatkan kepada petani agar mengurangi penggunaan pestisida, hal itu supaya
hasil pertanian di Lampung Barat dapat diolah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terkhir, Gubernur Lampung menjanjikan pihaknya akan menyediakan pabrik olahan gabah untuk mendukung sektor pertanian padi di Lampung Barat. [MFH/**]











3.jpg)