- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan
- Diskominfo Luruskan Informasi Terkait ATK Penghapus Pensil Senilai Rp 30 Juta pada DPMPTSP
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 2026
- Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM
Dampingi Gubernur Bertemu Masyarakat Sukau, Parosil Curhat Keluhan Masyarakat Lambar

LAMBAR, MFH,-- Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal temu
masyarakat Kecamatan Sukau yang berlangsung di Pekon Tanjung Raya, Kamis
(18/12/ 2025).
Hal itu tidak disia-siakan Parosil
Mabsus untuk curhat terkait potensi yang berada di Kabupaten penghasil
sayur-mayur tersebut.
Dalam sambutannya, Parosil Mabsus
menjelaskan masyarakat Lampung Barat mayoritas berprofesi sebagai petani padi,
kopi dan sayur-mayur.
Baca Lainnya :
- Macik Partinia Imbau ASN Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Kondusifitas Lambar0
- Pemkab Dorong Peningkatan Iman dan Takwa Melalui Pengajian Akbar MTBMI Zona I0
- Ketua Tim Pembina Posyandu Partinia Tinjau Posyandu dan Serap Aspirasi Warga Pekon Bahway0
- Setiwang Nayuh Jilid 8: Wabup Mad Hasnurin Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Daerah0
- Bupati Lambar Tandatangani Mou Restorative Justice Bersama Pemprov dan Aparat Penegak Hukum0
Namun dikatakan Parosil Mabsus,
sejauh ini masih mengalami beberapa kendala sehingga membuat kurang maksimalnya
penghasilan masyarakat.
Seperti terkait pertanian padi,
Parosil Mabsus menuturkan di Lampung Barat belum memiliki pabrik pengolahan
padi. Kemudian, sayur-mayur masih sering kali petani mengalami kerugian hal
tersebut disebabkan tidak stabilnya harga ditingkat petani.
“Pasokan beras untuk kebutuhan SPPG,
kita masih mengambil dari Kabupaten tetangga. Sayurannya pun belum bisa
seutuhnya dari lokal, karena menurut ahli gizi kandungan pestisidanya masih
tinggi,” kata Parosil Mabsus.
Menanggapi curhatan Bupati Lampung
Barat, Gubernur Lampung menjelaskan penyebab terjadinya harga sayur-mayur
selama ini tidak setabil hal itu disebabkan adanya kiriman sayur-mayur dari
luar daerah Lampung.
Sehingganya sayur-mayur yang berasal
dari Lampung, khsusunya Lampung Barat harus mengikuti harga dari luar daerah.
Pria yang akrab disapa Mirza
menjanjikan, kedepan tidak boleh lagi ada sayuran dari luar Provinsi Lampung
masuk ke Lampung selagi Kabupaten-kabupaten di daerah Lampung mampu memasok
kebutuhan.
“Bagaimana caranya kita memanfaatkan
potensi-potensi yang ada di Lampung termasuk sayuran, agar masyarakat makmur,”
ungkapnya.
Namun, Gubernur Lampung juga
mengingatkan kepada petani agar mengurangi penggunaan pestisida, hal itu supaya
hasil pertanian di Lampung Barat dapat diolah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terkhir, Gubernur Lampung menjanjikan pihaknya akan menyediakan pabrik olahan gabah untuk mendukung sektor pertanian padi di Lampung Barat. [MFH/**]











3.jpg)