- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan
- Diskominfo Luruskan Informasi Terkait ATK Penghapus Pensil Senilai Rp 30 Juta pada DPMPTSP
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 2026
- Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM
Setiwang Nayuh Jilid 8: Wabup Mad Hasnurin Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Daerah

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Lampung Barat
kembali menunjukkan denyut kebudayaannya. Minggu malam (14/12/2025), di Gor Aji
Saka Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, dipenuhi nuansa seni
dan tradisi dalam acara Setiwang Nayuh Jilid 8 “Sendratari Halibambang”.
Acara yang sarat makna ini dihadiri
langsung oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah
(Sekda) Nukman, bersama unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh
adat, seniman, budayawan, hingga para orang tua murid Sanggar Seni Setiwang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad
Hasnurin menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu,
melainkan fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah
derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Baca Lainnya :
- Bupati Lambar Tandatangani Mou Restorative Justice Bersama Pemprov dan Aparat Penegak Hukum0
- Sekretaris Daerah Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung0
- Pemkab Lambar Perkuat Langkah Koordinasi dan Pengendalian Melalui Rakor POP0
- Bupati Parosil Mabsus Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan Prima Bukan Live Tiktok0
- Bupati Terima Audiensi PLN Bahas Percepatan Listrik Masuk Desa Sidorejo dan Roworejo0
“Di tengah perubahan zaman yang
begitu cepat, keberadaan sanggar seni seperti Sanggar Seni Setiwang menjadi
benteng sekaligus ruang pembelajaran agar generasi muda kita tidak tercerabut
dari akar budayanya,” ujar Mad Hasnurin di hadapan hadirin.
Acara ini dirangkai dengan wisuda
murid Sanggar Seni Setiwang, pelantikan pengurus sanggar periode 2025–2030,
serta pementasan Sendratari Halibambang yang menjadi puncak kegiatan.
Suasana semakin khidmat ketika satu
per satu murid yang diwisuda naik ke panggung, menandai berakhirnya satu
tahapan belajar sekaligus dimulainya perjalanan baru dalam dunia seni dan
budaya.
Menurut Mad Hasnurin, wisuda murid
sanggar bukan hanya seremoni, melainkan simbol keberhasilan proses pembinaan
karakter.
Melalui seni, anak-anak Lampung
Barat belajar disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kebersamaan, serta
menumbuhkan rasa cinta terhadap daerahnya sendiri.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh
di Sanggar Seni Setiwang hendaknya menjadi bekal untuk terus berkarya,
berprestasi, dan menjadi generasi muda Lampung Barat yang berakhlak, kreatif,
dan berdaya saing,” pesannya.
Tak hanya memberikan perhatian
kepada para murid, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat
kepada pengurus Sanggar Seni Setiwang yang baru dilantik untuk periode
2025–2030.
Ia menekankan bahwa amanah sebagai
pengurus sanggar seni bukanlah tugas ringan, karena mengandung tanggung jawab
besar dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya daerah.
“Tantangannya adalah bagaimana
mentransformasikan seni budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,
tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dari Lampung Barat,”
ungkapnya.
Mad Hasnurin berharap kepengurusan
baru mampu melahirkan program-program inovatif, memperluas jejaring kemitraan,
serta mencetak lebih banyak generasi muda yang mencintai dan menguasai seni
budaya daerah.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah
Kabupaten Lampung Barat siap bersinergi dan memberikan dukungan terhadap setiap
upaya positif dalam memajukan kebudayaan daerah.
Pementasan Sendratari Halibambang
yang ditampilkan malam itu menjadi bukti nyata hasil pembinaan seni yang
konsisten. Dengan balutan gerak tari, musik, dan alur cerita yang kuat,
sendratari ini menyuguhkan pesan-pesan filosofis, nilai sejarah, serta kearifan
lokal yang mendalam.
“Sendratari bukan sekadar tontonan,
tetapi juga tuntunan. Di dalamnya terkandung pesan moral, nilai kebersamaan,
serta semangat menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,”
tutur Mad Hasnurin.
Ia menambahkan, budaya adalah
identitas sekaligus kekuatan daerah. Ketika budaya dijaga dan dilestarikan,
karakter masyarakat akan semakin kokoh, persatuan semakin kuat, dan pembangunan
daerah dapat berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan ketahanan nilai-nilai
sosial budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk
tidak ragu mencintai budaya sendiri.
“Jangan pernah merasa malu dengan
budaya kita. Justru dari sanalah jati diri dan kebanggaan sebagai masyarakat
Lampung Barat tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Mad Hasnurin
menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, mitra pendukung, dan seluruh
panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara.
Menurutnya, sinergi antara
pemerintah, pelaku seni, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama
dalam memajukan seni dan budaya daerah.
Malam itu, tepuk tangan meriah
mengiringi berakhirnya pementasan Sendratari Halibambang.
Lebih dari sekadar pertunjukan,
acara Setiwang Nayuh Jilid 8 menjadi penegas bahwa Lampung Barat terus
melangkah maju tanpa meninggalkan akar budayanya sebuah komitmen yang terus
dijaga oleh pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat.
[MFH/Diskominfo Lambar]











3.jpg)