Gorong-Gorong Jalan Poros Desa Tanjungsari Hampir Ambrol PUPR Lamsel dan UPT PU Palas Tutup Mata

By redaksi 22 Jan 2026, 21:53:08 WIB Saburai
Gorong-Gorong Jalan Poros Desa Tanjungsari Hampir Ambrol PUPR Lamsel dan UPT PU Palas Tutup Mata

PALAS, MFH, --  Sudah puluhan tahun Gorong-gorong jalan poros Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas Lampung Selatan, tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah kondisinya nyaris ambrol.

Bukan hanya gorong-gorong yang nyaris ambrol, kondisi Jalan juga sangat memprihatikan aspal mulai banyak yang terkelupas lobangan berukuran kecil maupun besar menghiasi jalan yang menjadi satu - satunya akses perekonomian masyarakat.

Slamet salah satu masyarakat setempat menuturkan, selama dirinya tinggal di Desa Tanjungsari belum ada perbaikan baik jalan maupun gorong-gorong oleh pihak PUPR Lampung Selatan.

Baca Lainnya :

" Selama saya tinggal di Desa Tanjungsari sari belum ada perbaikan oleh pihak PUPR Lampung Selatan, padahal saya tingal di sini sudah puluhan tahun, jalan ini akses anak sekolah, akses perekonomian masyarakat bahkan ini jalan ke Kabupaten dan kecamatan," ucap dia, Rabu,(22/1/2026).

Dirinya mengharapkan kepada Bupati Radytio Egi Pratama, agar memperbaiki gorong-gorong yang hampir ambrol, sebab sangat membahayakan kepada pengguna jalan supaya tidak lagi memakan korban lagi.

"Kepada Bupati Lampung Selatan Bapak Radityo Egi Pratama, Mohon Jalan kami di perbaiki, jalan jadi sempit karna sudah mulai tergerus, banyak masyarakat bapak mengalami kecelakaan di gorong-gorong ini," ungkapnya

Kepala Desa Tanjungsari Jarwono membenarkan apa yang menjadi keluhan warganya, selama dirinya menjabat kepala desa belum ada perbaikan, padahal usulan setiap tahun sudah di ajukan baik berupa program maupun pada musrembang.

"Kami telah berulang kali mengusulkan perbaikan gorong-gorong maupun jalan proposal maupun di musrembang setiap tahun saya usulkan namun tidak pernah direalisasikan," ucapnya

Dia juga mengatakan kondisi nya saat ini makin parah, karena lobang di gorong-gorong makin membesar, bahkan saat ini ada tiga lobang bekas gerusan air akibat hujan deras.

Warga terpaksa memberi pagar dengan bambu, supaya masyarakat berhati-hati saat melewatinya dan jalan makin menyempit, dampaknya masyarakat terganggu dalam beraktivitas.

"Korban sudah 2 orang yang terjatuh masuk ke jurang, oleh itu kami sengaja memasang pagar supaya masyarakat hati-hati bila melewati nya," tutup Jarwono. [MFH Sriw/Jun]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment