- Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Nasional XXXI Targetkan Prestasi
- HMI Cabang Metro Audiensi dengan Wali Kota
- Bupati Parosil Siap Bawa Kopi Robusta Lampung Barat ke Panggung Nasional
- Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis
- Pemkab Kawal Perpanjangan Runway dan Pembangunan Dermaga Pelabuhan di DPR RI
- Pemprov Lampung Ajukan Dua Raperda, Tarif RS dan Penguatan Inovasi
- Keselamatan Anak Didik jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September
- DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
Imbas 13 Paket Molor, Komisi III DPRD Lamsel Minta PUPR Ciptakan Iklim Persaingan yang Sehat

KALIANDA, MFH,- Komisi III DPRD
Lampung Selatan minta Dinas PUPR ciptakan iklim persaingan yang sehat serta
kompetitif antar rekanan melalui evaluasi kinerja pihak ketiga sebagai penyedia
jasa.
Menurut anggota komisi III, Ismail,
jika dirinya di lapangan tak menutupi kerap mendapati kualitas pekerjaan
rekanan yang dinilainya buruk. Namun demikian, pengabaian kualitas oleh rekanan
tersebut tak berimplikasi apapun, begitu juga sebaliknya.
Dengan begitu Komisi III
berpandangan, perlu adanya semacam stimulan ataupun motivasi agar para rekanan
tetap selalu menjaga kualitas pekerjaannya dengan memberikan semacam reward
diprioritaskan atau semacam poin tambahan yang terintegrasi dengan sistem yang
ada.
Baca Lainnya :
- Rem Blong Akibatkan Lakalantas Beruntun di Bakauheni 0
- Dalam Satu Malam Kawanan Maling Bobol 4 Rumah dan Gondol 2 Unit Motor serta Barang Berharga 0
- Rakor Inflasi, BPS Ingatkan Awal Ramadan Berpotensi Picu Kenaikan Harga0
- Peringati Hari Desa Nasional, Wabup Syaiful Tegaskan ASN harus jadi Penggerak Pembangunan Desa0
- Desa Suak Raih Juara Favorit Desa Wisata Nusantara 2025 Tingkat Nasional0
"Alhasil bakal menjadi
preseden buruk bagi rekanan lainnya yang konsisten berkinerja baik. Karena apa,
itu cara berpikirnya nanti tidak perlu selalu menjaga kualitas, tho rekanan
lain yang mengenyampingkan kualitas pun tak menjadi penilaian," kata
Ismail dalam rapat dengar pendapat bersama PUPR, Selasa 21 Januari 2026.
Maka Ismail berharap, dengan adanya
sistem tersebut maka dapat memotivasi rekanan tetap selalu menjaga mutu,
kualitas dan menjunjung profesionalisme dalam pelaksanaan dunia konstruksi di
daerah Beranda Sumatera.
Sementara, PUPR menyebutkan total
alokasi anggaran pembangunan infrastruktur pada 2026 mencapai Rp267,6 M yang didominasi oleh bidang Bina Marga dengan
alokasi anggaran mencapai Rp178 M.
Kepala Bidang Bina Marga,
Hasanuddin menyebutkan fokus tahun ini meliputi jalan wisata, jalan industri
dan jalan rawan bencana dengan 97 ruas jalan.
" 97 ruas jalan itu dengan
panjang hingga mencapai 535 KM meliputi rehabilitasi jalan rusak sepanjang 130
KM, 75 ruas jalan kabupaten serta
pemantapan RPJMD hingga 60,3%," jelas Hasanuddin
Hasanuddin menambahkan, dari Rp178
M tersebut yang alokasi anggaran sebesar Rp100 M merupakan pinjaman dari PT
SMI. Namun begitu, Hasanuddin mengaku masih dalam proses koreksi untuk rencana
pelaksanaan 10 ruas jalan kabupaten.
Sebelumnya dalam hearing tersebut
terungkap adanya 13 paket pekerjaan tahun anggaran 2025 yang molor
penyelesaiannya hingga 2026. Menurut Sekretaris PUPR, Cheppy Bahuga, 13 paket
molor itu berada di Bidang Cipta Karya sebanyak 7 paket, 3 paket di Bina Marga
dan 3 di Sumber Daya
"Dari 13 paket
pekerjaan tersebut, beberapa diantaranya sudah PHO dan masih dalam pemantauan.
Sesuai mekanisme yang berlaku, diberikan waktu hingga 50 hari kedelapan sejak
berakhirnya kontrak berakhir untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sistem denda
perhari," tukas Cheppy. [MFH/Jun]











3.jpg)