- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 2026
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi
- Diskominfotiksan Pesawaran Audiensi dengan Telkomsel
- Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan bagi Lansia Penyandang Disabilitas
- Musrenbang Inklusif Disabilitas, Ruang Aspirasi Pembangunan yang Lebih Setara
- Wabup Azwar Hadi Lepas 770 Jamaah Haji Lampung Timur
- Ni Ketut Dewi Nadi Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDBI Lampung Tengah 2026–2030
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Sosialisasikan Penerimaan Siswa Baru
Rakor Inflasi, BPS Ingatkan Awal Ramadan Berpotensi Picu Kenaikan Harga

KALIANDA, MFH,-- Badan Pusat Statistik (BPS)
Republik Indonesia mengingatkan bahwa awal Ramadan secara historis selalu
diikuti kenaikan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada kelompok pengeluaran
makanan, minuman, dan tembakau.
Peringatan tersebut disampaikan Deputi Bidang
Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Ismartini, saat memaparkan tinjauan
inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian
Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara
virtual, Senin (19/1/2026).
Rakor ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara daring
dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan.
Baca Lainnya :
- Peringati Hari Desa Nasional, Wabup Syaiful Tegaskan ASN harus jadi Penggerak Pembangunan Desa0
- Desa Suak Raih Juara Favorit Desa Wisata Nusantara 2025 Tingkat Nasional0
- Lamsel jadi Tuan Rumah Muktamad RMI NU, Bupati Egi Nyatakan Dukungan Penuh0
- Lampung Selatan Pelopor Penerapan Pidana Kerja Sosial dalam Implementasi KUHP Nasional0
- PC Fatayat NU Lamsel Inisiasi Kegiatan Ziarah Makam Wali Lampung0
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris
Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan
pemerintah daerah dalam menghadapi potensi tekanan inflasi menjelang Ramadan.
Ia meminta pemerintah daerah proaktif berkoordinasi dengan pelaku usaha dan
daerah penghasil untuk menjaga stabilitas harga.
“Tolong turun, kumpulkan kawan-kawan pedagang
dan komunikasikan dengan daerah penghasil, supaya saat Ramadan harga tidak
melonjak terlalu tinggi,” tegas Tomsi.
Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan
bahwa pola inflasi selama lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang
konsisten, meski waktu awal Ramadan setiap tahunnya berbeda. Perbedaan waktu
tersebut berpengaruh pada akumulasi inflasi bulanan.
“Pada 2023 Ramadan dimulai 23 Maret, sementara
pada 2025 dimulai 1 Maret. Jika Ramadan dimulai sejak awal bulan, inflasi
cenderung terakumulasi penuh dalam satu bulan. Namun jika dimulai di
pertengahan atau akhir bulan, inflasi biasanya terbagi ke beberapa bulan,”
jelasnya.
Pudji menambahkan, inflasi pada Ramadan 2025
tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 1,65 persen, seiring dimulainya Ramadan
pada awal Maret. Angka tersebut menjadi inflasi tertinggi selama periode
Ramadan dalam lima tahun terakhir.
“Sejak Maret sudah terjadi inflasi, namun
puncaknya justru terjadi pada bulan berikutnya karena jumlah hari Ramadan lebih
banyak berada di bulan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pudji menyampaikan bahwa selama
periode awal Ramadan 2021 hingga 2025, kelompok pengeluaran makanan, minuman,
dan tembakau secara konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Melalui Rakor Pengendalian Inflasi tersebut,
TPID Lampung Selatan diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah antisipatif,
khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan
kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan Ramadan. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)