- Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM
- Wabup Pesawaran Hadiri Diskusi Publik Rembuk Pemuda Lampung
- Gas Amal Ojek Manol, Simbol Kearifan Lokal dan Semangat Gotong Royong Masyarakat
- PMI Lampung Timur Asah Keterampilan PMR Lewat Lomba Tandu Darurat
- Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
- Wali Kota Metro Buka Musyawarah Daerah VI LDII
- Pemkot dan DPRD Metro Teken KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp 29,9 Miliar
- Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Bupati Parosil Dorong Lampung Barat Naik Kelas dari Penghasil ke Pengolah Kopi
- Pemkab Serahkan Bantuan Seragam dan Buku Gratis Kepada 688 Pelajar Kebun Tebu
Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung memperkuat
pemberdayaan perempuan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian
dari upaya menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Menurut Gubernur Mirza, peningkatan kualitas
perempuan menjadi penting karena lebih dari separuh penduduk Lampung merupakan
perempuan. Peran perempuan yang semakin produktif dan berdaya dinilai akan
berpengaruh langsung terhadap kekuatan ekonomi, keluarga, serta kualitas
generasi penerus di Lampung.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital0
- Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara0
- DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Berwawasan Lingkungan dan Raih Adiwiyata 2026-20300
- GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan0
- Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan0
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat
menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah
Fatayat NU Lampung Masa Khidmah 2026-2031 di Ballroom Radisson Hotel Bandar
Lampung, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema Strengthening
Woman's Leadership for Sustainable Community Empowerment.
Gubernur Mirza mengatakan Lampung saat ini
merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Sumatera.
Kondisi tersebut membuat pembangunan tidak bisa lagi hanya mengandalkan
ketersediaan lahan dan sektor berbasis sumber daya alam, tetapi harus bergeser
pada penguatan kualitas manusia.
"Dulu satu hektar bisa untuk menghidupi
tiga atau empat keluarga. Tapi ke depan, kita tidak bisa lagi mengandalkan
tanah kita untuk jadi penghidupan. Kita harus mengandalkan kualitas sumber daya
manusia," ujarnya.
Ia menilai Fatayat NU memiliki posisi strategis
dalam agenda tersebut karena organisasi ini telah menjadi ruang kaderisasi
perempuan dari berbagai daerah di Lampung. Menurut dia, keberhasilan kader
Fatayat yang telah menduduki berbagai posisi publik menunjukkan adanya
kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kader yang dibentuk organisasi
tersebut.
Gubernur Mirza menyebut terdapat kader Fatayat
yang pernah menjadi wakil gubernur, bupati, wakil bupati, hingga anggota DPRD.
Ia mencatat sebanyak 37 kader perempuan disebut telah menjadi anggota DPRD,
yang menurutnya menunjukkan bahwa proses kaderisasi organisasi telah
menghasilkan sumber daya manusia yang mampu dipercaya masyarakat.
Karena itu, ia meminta Fatayat tidak berhenti
pada kaderisasi internal, tetapi memperluas manfaatnya kepada perempuan di desa
dan berbagai lapisan masyarakat. Penguatan tersebut, kata dia, dapat dilakukan
melalui pendidikan, kewirausahaan, UMKM, serta berbagai bentuk pemberdayaan
ekonomi.
"Saya berharap Fatayat membentuk
kader-kadernya karena kader yang kuat ini akan memengaruhi masyarakat. Bukan
hanya satu tokoh, dua tokoh, tapi dari rumah-rumah yang kuat," kata Gubernur.
Menurut Gubernur, penguatan perempuan juga
berkaitan erat dengan bonus demografi yang sedang dihadapi Lampung. Ia menyebut
sekitar 70 persen penduduk Lampung berada pada usia angkatan kerja, yakni 15
hingga 65 tahun, tetapi besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diikuti
dengan peningkatan produktivitas.
Ia mengatakan perempuan memiliki peran penting
dalam memanfaatkan bonus demografi tersebut. Ketika perempuan memiliki akses
terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kesempatan berusaha, kontribusinya tidak
hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat kualitas generasi
berikutnya.
"Yang umur 20 sampai umur 30, ini akan
mengalami masa Indonesia Emas. Target Indonesia Emas ada di Fatayat. Yang umur
30 sampai 45, dia akan mendidik anak-anak yang menjadi penerus bangsa,"
ujar Gubernur.
Gubernura Mirza juga mengaitkan penguatan
perempuan dengan persoalan sosial dan pendidikan keluarga. Ia menyinggung
tingginya angka perceraian di Lampung yang didominasi cerai gugat serta
dampaknya terhadap kondisi anak, termasuk munculnya persoalan motivasi belajar
setelah orangtua bercerai.
Karena itu pemberdayaan perempuan harus
dilakukan secara menyeluruh, baik untuk meningkatkan produktivitas ekonomi
maupun memperkuat peran perempuan dalam keluarga. Fatayat diharapkan dapat
menjadi salah satu mitra pemerintah dalam menjalankan agenda tersebut hingga
tingkat desa.
Dalam bidang ekonomi, Gubernur Mirza mendorong
Fatayat ikut mengambil bagian dalam hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Ia
mengatakan Lampung memiliki banyak komoditas pertanian, tetapi baru sekitar 40
persen yang telah dihilirisasi di daerah.
"Kita ingin menghilirisasi semua komoditas
yang ada di Provinsi Lampung. Kita ada banyak sekali komoditas pertanian, tapi
baru 40 persen yang dihilirisasi," kata Gubernur. Ia mengatakan pemerintah
akan mendorong dukungan terhadap UMKM yang berbasis komoditas lokal agar
perempuan juga dapat mengambil peran dalam rantai nilai ekonomi tersebut.
Selain penguatan ekonomi, Gubenur Mirza meminta
Fatayat membangun budaya organisasi yang terbuka, inklusif, kolaboratif, dan
adaptif terhadap perubahan. Menurut dia, inovasi perlu berjalan beriringan
dengan upaya mempertahankan tradisi dan kultur yang menjadi kekuatan
masyarakat.
Ia menilai budaya dan kultur memiliki peran
penting dalam menjaga karakter masyarakat di tengah perkembangan media sosial
dan perubahan zaman yang semakin cepat. Karena itu, organisasi kemasyarakatan
seperti NU dan badan otonomnya dinilai dapat menjadi bagian dari benteng sosial
sekaligus ruang pembentukan karakter.
Gubernut Mirza berharap Fatayat NU dapat
menjadi role model bagi perempuan di Lampung, terutama melalui kader-kader yang
berada di tingkat kecamatan dan desa. Para kader tersebut diharapkan menjadi
tempat perempuan lain belajar, memperoleh pendampingan, mengembangkan kemampuan
ekonomi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
"Saya rasa, di Fatayat sudah teruji
kualitas kadernya. Tadi kita melahirkan pemimpin-pemimpin," ujar Mirza. Ia
menyampaikan terima kasih kepada Fatayat NU yang selama ini telah menjadi mitra
strategis pemerintah dan ikut membentuk kader untuk membawa kemajuan bagi
Lampung.
Sementara itu, Plt Ketua PP Fatayat NU Dewi
Winarti mengatakan kepengurusan baru memiliki tantangan untuk meningkatkan
kaderisasi, program, dan pelayanan organisasi selama masa khidmat 2026-2031. Ia
berharap struktur lembaga yang telah dibentuk dapat bergerak memberikan layanan
nyata kepada masyarakat Lampung, termasuk dalam perlindungan perempuan dan anak
serta penguatan ekonomi.
Ketua PWNU Lampung Puji Rahardjo mengatakan
pelantikan tersebut menunjukkan regenerasi NU di Lampung, khususnya di kalangan
perempuan, berjalan dengan baik. Ia berharap Fatayat terus bersinergi dengan
badan otonom NU lainnya untuk memberikan pengabdian bagi masyarakat, bangsa,
dan negara.
Dengan penguatan kaderisasi, pendidikan,
pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi hingga tingkat desa, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan,
tetapi juga menjadi penggerak pembangunan. Langkah tersebut diharapkan
memperkuat produktivitas masyarakat, kualitas keluarga, serta menciptakan SDM
Lampung yang lebih siap menghadapi bonus demografi dan persaingan tenaga kerja
di masa mendatang. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)