Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
Dorong Perlindungan Warga dan Kelestarian TNWK

By redaksi 13 Sep 2026, 13:12:30 WIB Saburai
Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah

LABUHAN RATU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dalam upaya mencegah dan menangani interaksi negatif antara manusia dan gajah Sumatera di kawasan sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Kepala Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur, Marsan, yang mewakili Bupati Lampung Timur dalam kegiatan silaturahmi Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, di Aula Balai Taman Nasional Way Kambas, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola TNWK, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk membangun langkah bersama dalam mengurangi potensi konflik gajah dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional.

Baca Lainnya :

Turut hadir Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK Brigjen TNI Sriyanto, pejabat TNWK Rully Permana, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Sukadana, Camat Labuhan Ratu, Camat Way Bungur, Kepala Seksi Wilayah I Way Kanan, serta KSPTN Wilayah I Way Kanan.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Sriyanto menegaskan bahwa penanganan interaksi negatif gajah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan upaya mitigasi di lapangan.

Menurutnya, komite melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat sekitar kawasan TNWK, Balai TNWK, TNI, Polri, para ahli, hingga mahasiswa dan mahasiswi yang turut mendukung kegiatan di lapangan.

“Yang terbesar itu orang masyarakat. Jadi masyarakat merupakan bagian penting dari komite ini,” ujar Brigjen TNI Sriyanto.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dilaporkan dalam kegiatan sebelumnya, keterlibatan masyarakat sekitar dalam upaya mitigasi telah mencapai sekitar 1.091 orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa penanganan konflik manusia dan gajah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat yang berada di wilayah rawan interaksi.

Selain melibatkan masyarakat, berbagai infrastruktur mitigasi juga terus dikembangkan. Di antaranya pembangunan tanggul sepanjang sekitar 120 kilometer, pagar pipa 50,8 kilometer, pagar haji 23 kilometer, serta pagar listrik sepanjang 21 kilometer.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem perlindungan untuk mengurangi potensi masuknya gajah ke wilayah permukiman maupun lahan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur Marsan menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam menciptakan harmonisasi antara kehidupan masyarakat dan keberadaan satwa liar yang dilindungi.

“Pertemuan ini membahas bagaimana membangun harmonisasi melalui pembangunan tanggul dan pagar untuk melindungi warga yang berada di desa-desa sekitar kawasan TNWK. Semoga dengan kolaborasi ini semuanya dapat berjalan lancar,” ujar Marsan.

Ia menegaskan, Pemkab Lampung Timur mendukung langkah-langkah mitigasi yang mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian gajah Sumatera sebagai bagian penting dari ekosistem Taman Nasional Way Kambas.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi risiko konflik di lapangan, tetapi juga membangun sistem penanganan yang lebih terkoordinasi, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan keberadaan gajah Sumatera tetap terjaga di habitatnya.

Dengan keterlibatan pemerintah, pengelola kawasan, aparat, para ahli, dan terutama masyarakat, upaya mitigasi diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih harmonis antara masyarakat dan satwa liar di sekitar Taman Nasional Way Kambas. [MFH/Komdigi Lampung Timur]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment