- Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM
- Wabup Pesawaran Hadiri Diskusi Publik Rembuk Pemuda Lampung
- Gas Amal Ojek Manol, Simbol Kearifan Lokal dan Semangat Gotong Royong Masyarakat
- PMI Lampung Timur Asah Keterampilan PMR Lewat Lomba Tandu Darurat
- Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
- Wali Kota Metro Buka Musyawarah Daerah VI LDII
- Pemkot dan DPRD Metro Teken KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp 29,9 Miliar
- Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Bupati Parosil Dorong Lampung Barat Naik Kelas dari Penghasil ke Pengolah Kopi
- Pemkab Serahkan Bantuan Seragam dan Buku Gratis Kepada 688 Pelajar Kebun Tebu
Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
Dorong Perlindungan Warga dan Kelestarian TNWK

LABUHAN RATU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dalam upaya mencegah dan menangani
interaksi negatif antara manusia dan gajah Sumatera di kawasan sekitar Taman
Nasional Way Kambas (TNWK).
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan
melalui kehadiran Kepala Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga
Kabupaten Lampung Timur, Marsan, yang mewakili Bupati Lampung Timur dalam
kegiatan silaturahmi Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah
Sumatera TNWK, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, di Aula Balai Taman
Nasional Way Kambas, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi
antara pemerintah daerah, pengelola TNWK, TNI, Polri, pemerintah kecamatan,
pemerintah desa, serta masyarakat untuk membangun langkah bersama dalam
mengurangi potensi konflik gajah dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan
taman nasional.
Baca Lainnya :
- 1.088 KPM di Pasar Sukadana Terima Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September0
- Pemkab Lampung Timur dan PCNU Perkuat Ketahanan Pangan0
- Pemkab Lampung Timur Salurkan Alsintan, Dorong Petani Lebih Produktif dan Mandiri0
- Azwar Hadi Resmi Pimpin PMI Lampung Timur0
- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah Tekankan Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir0
Turut hadir Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan
Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK Brigjen TNI Sriyanto,
pejabat TNWK Rully Permana, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,
Camat Sukadana, Camat Labuhan Ratu, Camat Way Bungur, Kepala Seksi Wilayah I
Way Kanan, serta KSPTN Wilayah I Way Kanan.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Sriyanto
menegaskan bahwa penanganan interaksi negatif gajah tidak dapat dilakukan oleh
satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam
keberhasilan upaya mitigasi di lapangan.
Menurutnya, komite melibatkan berbagai unsur,
mulai dari masyarakat sekitar kawasan TNWK, Balai TNWK, TNI, Polri, para ahli,
hingga mahasiswa dan mahasiswi yang turut mendukung kegiatan di lapangan.
“Yang terbesar itu orang masyarakat. Jadi
masyarakat merupakan bagian penting dari komite ini,” ujar Brigjen TNI
Sriyanto.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang
dilaporkan dalam kegiatan sebelumnya, keterlibatan masyarakat sekitar dalam
upaya mitigasi telah mencapai sekitar 1.091 orang. Jumlah tersebut menunjukkan
bahwa penanganan konflik manusia dan gajah membutuhkan partisipasi aktif
masyarakat yang berada di wilayah rawan interaksi.
Selain melibatkan masyarakat, berbagai
infrastruktur mitigasi juga terus dikembangkan. Di antaranya pembangunan
tanggul sepanjang sekitar 120 kilometer, pagar pipa 50,8 kilometer, pagar haji
23 kilometer, serta pagar listrik sepanjang 21 kilometer.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi
bagian dari sistem perlindungan untuk mengurangi potensi masuknya gajah ke
wilayah permukiman maupun lahan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata,
Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur Marsan menyampaikan bahwa
pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh
pihak dalam menciptakan harmonisasi antara kehidupan masyarakat dan keberadaan
satwa liar yang dilindungi.
“Pertemuan ini membahas bagaimana membangun
harmonisasi melalui pembangunan tanggul dan pagar untuk melindungi warga yang
berada di desa-desa sekitar kawasan TNWK. Semoga dengan kolaborasi ini semuanya
dapat berjalan lancar,” ujar Marsan.
Ia menegaskan, Pemkab Lampung Timur mendukung
langkah-langkah mitigasi yang mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus
menjaga kelestarian gajah Sumatera sebagai bagian penting dari ekosistem Taman
Nasional Way Kambas.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan
tidak hanya mampu mengurangi risiko konflik di lapangan, tetapi juga membangun
sistem penanganan yang lebih terkoordinasi, sehingga masyarakat dapat
menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan keberadaan gajah
Sumatera tetap terjaga di habitatnya.
Dengan keterlibatan pemerintah, pengelola
kawasan, aparat, para ahli, dan terutama masyarakat, upaya mitigasi diharapkan
dapat menjadi gerakan bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih harmonis
antara masyarakat dan satwa liar di sekitar Taman Nasional Way Kambas.
[MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)