Gubernur Lampung Bahas Penguatan Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja ke Jepang dengan JAC

By Aswan 05 Des 2025, 11:09:46 WIB Saburai
Gubernur Lampung Bahas Penguatan Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja ke Jepang dengan JAC

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Upaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat Lampung di Jepang terus diperkuat. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima kunjungan Senior Executive Director Japan Association for Construction (JAC), Yugo Okamoto, di ruang kerjanya, Kamis (4/12/2025). 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperdalam kerja sama penyiapan tenaga kerja Lampung untuk pasar Jepang, khususnya sektor konstruksi.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, Kadis Tenaga Kerja Agus Nompitu, Kepala BP3MI Lampung Ahmad Fauzi, serta Pendiri dan Direktur Utama ISO Jepang selaku lembaga penyiapan tenaga kerja.

Baca Lainnya :

Empat Fokus Bahasan Penyiapan SDM Lampung

Dalam diskusi tersebut, Pemprov Lampung dan JAC menyoroti empat hal penting: 1. Status dan kesiapan migrant center, 2. Pemisahan klaster untuk calon pekerja konstruksi, 3. Ketersediaan guru bahasa Jepang, dan 4. Kebutuhan pelatihan bagi pengajar dan tenaga teknis.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa Lampung merupakan provinsi pengirim tenaga kerja ke luar negeri terbesar keempat di Indonesia. Jepang menjadi salah satu negara tujuan paling diminati karena dinilai memberi penghargaan tinggi terhadap pekerja asing.

“Menurut pengamatan kami, Jepang adalah negara yang paling pas dan diminati. Mereka yang kembali dari Jepang selalu bercerita tentang perlakuan yang baik, lingkungan kerja yang tidak rasis, serta perkembangan keterampilan yang sangat terasa,” ujarnya.

8.500 Siswa Ikuti Kelas Bahasa Jepang, Tantangan Guru Masih Terbatas

Pemprov Lampung telah membuka kelas bahasa Jepang di SMA dan SMK untuk memperkuat kompetensi calon pekerja. 

Sejak Agustus, 8.500 siswa dari 300 sekolah telah mengikuti program ini. Namun, ketersediaan tenaga pengajar masih menjadi tantangan.

“Saat ini hanya ada 60 guru bahasa Jepang. Mereka kami rekrut dari orang-orang yang pernah bekerja, bersekolah, atau belajar sastra Jepang,” kata Gubernur.

Rahmat menyebut arahan Presiden untuk mempercepat penyiapan tenaga kerja ke luar negeri—terutama Jepang—menjadi peluang besar bagi Lampung.

“Kami sudah memulainya lebih dulu, sehingga Lampung siap berkontribusi lebih besar,” tegasnya.

JAC Apresiasi Komitmen Lampung

Yugo Okamoto mengapresiasi keseriusan Pemprov Lampung dalam menyiapkan tenaga kerja. Menurutnya, Jepang menghadapi kekurangan SDM yang signifikan, khususnya di sektor konstruksi yang membutuhkan sekitar 80.000 pekerja.

“Kami melihat Bapak Gubernur memiliki semangat yang tinggi dalam kerja sama ini. Kami bertanggung jawab untuk mewujudkan contoh program yang sukses,” ujar Okamoto.

Saat ini Jepang banyak menerima pekerja konstruksi dari Vietnam. Namun, JAC berharap Indonesia—terutama Lampung—dapat menjadi penyumbang tenaga kerja lebih besar.

“Para pekerja tidak kami lihat sekadar tenaga kerja, tetapi sebagai keluarga. Mereka akan kami beri pendidikan dan pelatihan agar lebih bermanfaat,” tegasnya.

JAC membuka ruang diskusi lebih jauh untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan. “Ke depan, kita akan membahas berbagai upaya agar tercapai win-win solution,” ujarnya.

JAC Tinjau Kelas Migran Vokasi Jepang di Dua Sekolah di Bandar Lampung

Selain bertemu Gubernur Lampung, Yugo Okamoto juga meninjau langsung pelaksanaan Kelas Migran Vokasi Jepang di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMKN 4 Bandar Lampung. Ia didampingi juru bahasa serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico.

Dalam kunjungan tersebut, Yugo berdialog langsung dengan para siswa menggunakan bahasa Jepang, khususnya mereka yang bercita-cita melanjutkan studi atau bekerja di Jepang.

Yugo menegaskan pentingnya kompetensi bahasa dan keterampilan bidang kerja bagi calon pekerja.

“Yang pertama tentu kemampuan bahasa Jepang. Kedua adalah keahlian yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan,” ucapnya.

JAC, lanjutnya, sedang mendorong perusahaan-perusahaan di Jepang agar dapat memberi dukungan pendidikan langsung bagi calon tenaga kerja Indonesia. Hal ini diharapkan mempercepat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di Jepang.

Kebutuhan Besar dan Harapan untuk Indonesia

Yugo menyampaikan bahwa Jepang tengah menghadapi krisis jumlah penduduk produktif. Oleh karena itu, peluang bagi pekerja dari luar negeri semakin terbuka lebar.

“Kami berharap Indonesia bisa menjadi salah satu penyumbang terbesar tenaga kerja,” katanya.

Ia juga mendorong agar para pekerja Indonesia dapat kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kontrak untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan. [MFH/Dikominfotik Lampung]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment