- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Gubernur Lampung Bahas Penguatan Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja ke Jepang dengan JAC

BANDAR
LAMPUNG, MFH,-- Upaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat Lampung di
Jepang terus diperkuat. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima
kunjungan Senior Executive Director Japan Association for Construction (JAC),
Yugo Okamoto, di ruang kerjanya, Kamis (4/12/2025).
Pertemuan
tersebut menjadi momentum penting dalam memperdalam kerja sama penyiapan tenaga
kerja Lampung untuk pasar Jepang, khususnya sektor konstruksi.
Pertemuan
ini juga dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi
Irsan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, Kadis Tenaga Kerja Agus
Nompitu, Kepala BP3MI Lampung Ahmad Fauzi, serta Pendiri dan Direktur Utama ISO
Jepang selaku lembaga penyiapan tenaga kerja.
Baca Lainnya :
- Resmikan Desa TAPIS, Ketua TP PKK Lampung Ajak Masyarakat Ambil Peran Bangun Ketahanan Pangan0
- Polda Lampung Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat0
- Polda Lampung Gelar Baksos dan Bakkes Pada Apel Ojol Kamtibmas Nasional 20250
- HUT KORPRI ke-54, Pemerintah Tekankan Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi0
- Pangdam XXI/Radin Inten Hadiri Acara Puncak HUT ke-80 Korps Marinir0
Empat Fokus Bahasan Penyiapan SDM Lampung
Dalam
diskusi tersebut, Pemprov Lampung dan JAC menyoroti empat hal penting: 1.
Status dan kesiapan migrant center, 2. Pemisahan klaster untuk calon pekerja
konstruksi, 3. Ketersediaan guru bahasa Jepang, dan 4. Kebutuhan pelatihan bagi
pengajar dan tenaga teknis.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa Lampung
merupakan provinsi pengirim tenaga kerja ke luar negeri terbesar keempat di
Indonesia. Jepang menjadi salah satu negara tujuan paling diminati karena
dinilai memberi penghargaan tinggi terhadap pekerja asing.
“Menurut
pengamatan kami, Jepang adalah negara yang paling pas dan diminati. Mereka yang
kembali dari Jepang selalu bercerita tentang perlakuan yang baik, lingkungan
kerja yang tidak rasis, serta perkembangan keterampilan yang sangat terasa,”
ujarnya.
8.500 Siswa Ikuti Kelas Bahasa Jepang, Tantangan Guru Masih Terbatas
Pemprov
Lampung telah membuka kelas bahasa Jepang di SMA dan SMK untuk memperkuat
kompetensi calon pekerja.
Sejak
Agustus, 8.500 siswa dari 300 sekolah telah mengikuti program ini. Namun,
ketersediaan tenaga pengajar masih menjadi tantangan.
“Saat
ini hanya ada 60 guru bahasa Jepang. Mereka kami rekrut dari orang-orang yang
pernah bekerja, bersekolah, atau belajar sastra Jepang,” kata Gubernur.
Rahmat
menyebut arahan Presiden untuk mempercepat penyiapan tenaga kerja ke luar
negeri—terutama Jepang—menjadi peluang besar bagi Lampung.
“Kami
sudah memulainya lebih dulu, sehingga Lampung siap berkontribusi lebih besar,”
tegasnya.
JAC Apresiasi
Komitmen Lampung
Yugo
Okamoto mengapresiasi keseriusan Pemprov Lampung dalam menyiapkan tenaga kerja.
Menurutnya, Jepang menghadapi kekurangan SDM yang signifikan, khususnya di
sektor konstruksi yang membutuhkan sekitar 80.000 pekerja.
“Kami
melihat Bapak Gubernur memiliki semangat yang tinggi dalam kerja sama ini. Kami
bertanggung jawab untuk mewujudkan contoh program yang sukses,” ujar Okamoto.
Saat
ini Jepang banyak menerima pekerja konstruksi dari Vietnam. Namun, JAC berharap
Indonesia—terutama Lampung—dapat menjadi penyumbang tenaga kerja lebih besar.
“Para
pekerja tidak kami lihat sekadar tenaga kerja, tetapi sebagai keluarga. Mereka
akan kami beri pendidikan dan pelatihan agar lebih bermanfaat,” tegasnya.
JAC
membuka ruang diskusi lebih jauh untuk menciptakan kerja sama yang saling
menguntungkan. “Ke depan, kita akan membahas berbagai upaya agar tercapai
win-win solution,” ujarnya.
JAC
Tinjau Kelas Migran Vokasi Jepang di Dua Sekolah di Bandar Lampung
Selain
bertemu Gubernur Lampung, Yugo Okamoto juga meninjau langsung pelaksanaan Kelas
Migran Vokasi Jepang di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMKN 4 Bandar Lampung. Ia
didampingi juru bahasa serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas
Amirico.
Dalam
kunjungan tersebut, Yugo berdialog langsung dengan para siswa menggunakan
bahasa Jepang, khususnya mereka yang bercita-cita melanjutkan studi atau
bekerja di Jepang.
Yugo
menegaskan pentingnya kompetensi bahasa dan keterampilan bidang kerja bagi
calon pekerja.
“Yang
pertama tentu kemampuan bahasa Jepang. Kedua adalah keahlian yang disesuaikan
dengan jenis pekerjaan,” ucapnya.
JAC,
lanjutnya, sedang mendorong perusahaan-perusahaan di Jepang agar dapat memberi
dukungan pendidikan langsung bagi calon tenaga kerja Indonesia. Hal ini
diharapkan mempercepat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di Jepang.
Kebutuhan Besar dan Harapan untuk Indonesia
Yugo
menyampaikan bahwa Jepang tengah menghadapi krisis jumlah penduduk produktif.
Oleh karena itu, peluang bagi pekerja dari luar negeri semakin terbuka lebar.
“Kami
berharap Indonesia bisa menjadi salah satu penyumbang terbesar tenaga kerja,”
katanya.
Ia
juga mendorong agar para pekerja Indonesia dapat kembali ke Tanah Air setelah
menyelesaikan kontrak untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka
dapatkan. [MFH/Dikominfotik Lampung]











3.jpg)