- Lantik 47 Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
- Pemprov Perkuat Pengembangan Kawasan Industri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 2026
- Kota Metro Buka Peluang bagi Pengusaha dan Sponsor, Bongsu Run Targetkan 500 Peserta
- Pengurus FPPI Kota Metro Periode 2026-2031 Dilantik
- Tangani Sengketa Pertanahan Bupati Koordinasi dengan Kanwil BPN Lampung
- Bupati Dedi Irawan Jajaki Kerja Sama Kuliah Terjangkau
Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global

TANGERANG, BANTEN, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperkuat pengembangan kakao
melalui kolaborasi dengan investor dan mitra internasional. Langkah ini
diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, memperluas
akses pasar, dan mendorong kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Pesawaran Nanda Indira menjadi
pembicara dalam International Trade Expo di Indonesia Convention Exhibition
(ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). Forum bertema kolaborasi
mewujudkan hilirisasi pertanian dan perkebunan ini menjadi ruang untuk
mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan industri dan peluang investasi.
Langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pesawaran
ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)
bersama PT Klumbayan Gold Farm serta perjanjian kerja sama (PKS) dengan JIKA
Chocolat terkait pembelian dan peningkatan standar produk kakao.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal0
- Rapat Paripurna KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Anggaran Terarah dan Terukur0
- Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Hilirisasi Kakao dan Kemandirian Petani Pesawaran0
- Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Kakao dari Desa 0
- Kejari dan Pemkab Pesawaran Perkuat Pencegahan Korupsi 0
Kemitraan ini diharapkan memperkuat rantai
pasok, meningkatkan kualitas hasil perkebunan, serta membuka peluang pemasaran
yang lebih luas sesuai kebutuhan industri dan pasar internasional.
Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E.,M.M.
mengatakan, pengembangan kakao merupakan bagian dari upaya mendukung program
Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Sebagai
salah satu komoditas unggulan Pesawaran, kakao perlu dikembangkan melalui
kolaborasi agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
“Pertemuan ini bertujuan untuk bagaimana kita
memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan
berkolaborasi bersama para mitra untuk membangun ekosistem rantai pasok yang
berkelanjutan,” jelas Bupati.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut
mengapresiasi komitmen Pemkab Pesawaran dalam mengembangkan potensi kakao
sebagai komoditas unggulan daerah. Ia menyambut baik pertemuan bersama para
mitra pembangunan tersebut dan berharap kolaborasi yang terbangun dapat
meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan
Pesawaran.
“Saya sangat menyambut baik pertemuan malam ini
dengan mitra-mitra pembangunan di Kabupaten Pesawaran, dan saya juga turut
mengapresiasi langkah-langkah ini yang pada akhirnya nanti untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan mendongkrak komoditas unggulan di Pesawaran,” jelas
Mirza.
Provinsi Lampung memiliki beragam komoditas
perkebunan potensial, terutama kopi, lada, dan kakao. Pengembangannya
memerlukan dukungan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengolahan
pascapanen, serta pemenuhan standar yang dibutuhkan pasar internasional. Karena
itu, Gubernur menilai penguatan investasi dan ekspor menjadi bagian penting
dalam mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu menghasilkan nilai tambah
yang lebih besar.
Direktur PT Klumbayan Gold Farm, Arif Rachman,
mengatakan pihaknya berencana membangun rantai pasok hijau (green supply chain)
di Lampung untuk komoditas lada hitam, kopi, dan kakao, dengan dukungan mitra
dari Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, serta organisasi internasional
lainnya.
“Kita sudah mulai penjajakan untuk lada hitam
dari tahun 2023, dan sudah berhasil diekspor langsung dari petani ke pasar
Eropa. Kemudian ke depannya kita akan coba kembangkan komoditas kakao dan
kopi,” jelas Arif.
Kolaborasi antara pemerintah,
investor, pelaku industri, dan petani diharapkan dapat memperkuat kesinambungan
rantai pasok, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah hasil
perkebunan. Melalui pengembangan yang berkelanjutan, kakao Pesawaran bersama
komoditas unggulan Lampung lainnya diharapkan semakin berdaya saing dan
memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani serta pelaku usaha
lokal. [MFH/Diskominfotiksan]










