- Lantik 47 Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
- Pemprov Perkuat Pengembangan Kawasan Industri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 2026
- Kota Metro Buka Peluang bagi Pengusaha dan Sponsor, Bongsu Run Targetkan 500 Peserta
- Pengurus FPPI Kota Metro Periode 2026-2031 Dilantik
- Tangani Sengketa Pertanahan Bupati Koordinasi dengan Kanwil BPN Lampung
- Bupati Dedi Irawan Jajaki Kerja Sama Kuliah Terjangkau
Pemprov Perkuat Pengembangan Kawasan Industri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai
upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja,
meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya
adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung
penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi
Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat
(16/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo
Kurniawan menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan
sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan
tanggung jawab masing-masing.
Baca Lainnya :
- Buka Musda XI MUI, Pemprov Lampung Dorong Sinergi Pembangunan Fisik dan Spiritual0
- Gubernur Mirza Kembali Raih Grand BAZNAS Awards 20260
- Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan dengan Tiongkok0
- Gubernur Mirza Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan0
- Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 20260
Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses
pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi
dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.
"Pada saatnya nanti, ini tidak bisa
berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai
dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak
Gubernur," ujar Marindo.
Marindo juga mendorong agar peluang
pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment
(FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi
investasi dan calon investor.
Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung
berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor
atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan
promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan
menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi
salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,
melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan
industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Menurutnya, investasi diharapkan mampu
menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat
struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan
perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan
industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu
pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.
Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri
Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara
Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu
penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian
energi nasional.
Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi
kelayakan feasibility study/FS menjadi
tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan
tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan
lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan
pemerintah pusat.
"Kita berharap finalisasi feasibility
study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi
Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita
kemandirian energi nasional," ujarnya.
Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri
Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak
mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya.
Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan
logistik dan distribusi.
Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam
konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang
memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian
pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam
mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.
Selain pengembangan kawasan industri, rapat
tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana
pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya
penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar
pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri
Provinsi (RPIP).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan
mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan
industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan
dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat
realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan
Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri
dan ketahanan energi nasional. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











