- Kadis Kominfotiksan Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital untuk Cegah Judol dan Konten Negatif
- Bupati Pringsewu Ajak GOW Ikut Andil Wujudkan Penguatan Ekonomi Keluarga
- Audiensi dengan Kanwil DJPB Lampung, Bupati Dorong Hilirisasi Kopi dan Peningkatan DAU-DAK
- Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat, Sekda Terima Audiensi Forum Silaturahmi
- Bupati Dedi Irawan Mulai Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
- Pemprov Lampung Tekankan Profesionalisme dan Keteladanan bagi Pejabat Administrator
- Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas, Pemprov Lanjutkan Pemantauan
- Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
- Bupati Tanggamus Tinjau SDN 3 Kedaloman, Puskesmas Talang Padang dan SPPG Pariaman
- Razia Gabungan Operasi Patuh 2026 di Jalinbar Way Lalaan
Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas, Pemprov Lanjutkan Pemantauan

LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) meski titik kebakaran yang dipantau melalui
udara tidak lagi menunjukkan asap maupun titik api.Berdasarkan pemantauan menggunakan
drone oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Darat pada Rabu (28/10/2026), sejumlah
titik yang sebelumnya terdampak kebakaran terpantau tidak lagi mengeluarkan
asap hingga siang hari.
Kondisi tersebut didukung hujan dengan
intensitas cukup deras yang mengguyur kawasan operasi pada dini hari, sekitar
pukul 01.20 hingga 02.45 WIB. Hujan kemudian berlanjut dalam bentuk gerimis
hingga pagi hari.
Pemantauan udara sekitar pukul 11.40 WIB
menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Sementara itu, pemantauan
di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lampung Timur Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-980
- Gubernur Mirza Perkuat Penanganan Karhutla TNWK0
- Pemkab Lampung Timur dan Kemenag Perkuat Sinergi0
- Bupati Buka Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya Lamtim0
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik0
Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol
Inf Jonathan Ginting, mengatakan hasil pemantauan udara tersebut diperkuat
dengan pengecekan langsung oleh personel darat yang dikerahkan ke seluruh titik
sasaran pemadaman.
"Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK,
kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,"
ujar Jonathan dalam laporannya pada Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan pada titik
A, B, C, dan D. Hasil pengecekan personel di lapangan juga dikonfirmasi melalui
pemantauan menggunakan drone yang menyisir kawasan terdampak dari udara.
Meski demikian, hasil pemantauan tersebut belum
menjadi alasan untuk menghentikan penanganan di lapangan. Satgas Darat tetap
melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api
yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
350 personel gabungan dikerahkan
Penanganan karhutla di kawasan TNWK dilakukan
secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD), bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Upaya tersebut juga melibatkan personel TNI
dari Kodam XXI/Radin Inten, termasuk Tim Alfa, Yon TP, dan jajaran Komando
Distrik Militer (Kodim), serta personel Polri dan Manggala Agni.
Jonathan mengatakan, keberhasilan pengendalian
kebakaran merupakan hasil kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam operasi
pemadaman, baik personel darat maupun tim pendukung dari udara.
Personel yang terlibat meliputi TNI, Polri,
Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Upaya pemadaman
juga didukung tim water bombing atau pemadaman menggunakan pengeboman air dari
udara, serta tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Secara keseluruhan, sebanyak 350 personel
gabungan telah terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Lampung selama
lebih dari satu bulan. Mereka menjalankan operasi dari Camp BOD 123 untuk
mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.
Selain pemadaman di darat, Operasi Modifikasi
Cuaca (OMC) juga dilaksanakan untuk mendukung penanganan di kawasan prioritas.
Operasi ini menjadi bagian dari strategi untuk membantu menciptakan kondisi
cuaca yang mendukung pemadaman dan pendinginan area terdampak.
Hujan yang mengguyur kawasan pada dini hari
turut membantu proses tersebut, terutama dalam mendinginkan lahan yang
sebelumnya terbakar.
Jonathan menyampaikan terima kasih kepada
Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Danrem 043/Garuda Hitam, Kepala
BNPB, Kapolda Lampung, serta Kepala Balai TNWK atas dukungan dan perhatian
terhadap pelaksanaan operasi pemadaman.
Ia berharap kondisi kawasan yang telah
terkendali dapat dipertahankan sehingga kebakaran tidak kembali terjadi.
Penyisiran dan deteksi dini tetap dilakukan
Pemprov Lampung bersama unsur terkait masih
melanjutkan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar
aman.
Tim Satgas Darat melakukan mop-up atau
pemadaman lanjutan guna membersihkan sisa api dan bara yang berpotensi memicu
kebakaran susulan.
Jonathan menegaskan, personel gabungan akan
terus melakukan pengecekan ke titik-titik yang sebelumnya terdampak kebakaran
untuk memastikan api tidak kembali muncul.
“Kami tetap memastikan dan mengecek ke
titik-titik api sehingga kita dapat pastikan untuk ke depannya api ini tidak
muncul kembali,” katanya.
Patroli intensif dan deteksi dini juga dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Selain itu, petugas memetakan areal yang terbakar sebagai bagian dari evaluasi kondisi lapangan dan penentuan langkah penanganan berikutnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah
kebakaran kembali terjadi, terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Way
Kambas yang perlu dijaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayatinya.
Gubernur Lampung apresiasi personel gabungan
Gubernur Lampung menyampaikan penghargaan dan
terima kasih kepada seluruh personel gabungan serta pihak yang terlibat dalam
penanganan karhutla di Provinsi Lampung.
Apresiasi diberikan kepada BNPB, jajaran TNI
dari Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Manggala Agni, BMKG, BPBD Provinsi Lampung,
BUMN, serta masyarakat yang turut membantu penanganan di lapangan.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi
bagian penting dalam menghadapi karhutla, mulai dari upaya pemadaman hingga
pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut juga
dirasakan langsung oleh tim di lapangan. Jonathan menyebut perhatian dan
dukungan pimpinan daerah, TNI, Polri, BNPB, serta pengelola TNWK membantu
kelancaran pelaksanaan operasi hingga titik-titik kebakaran berhasil dikendalikan.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk turut
menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan
serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan, kata dia, menjadi tanggung
jawab bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga keanekaragaman hayati, dan
memastikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Pemprov Lampung bersama seluruh unsur terkait
pun akan melanjutkan pemantauan, penyisiran, dan langkah pencegahan sampai
kondisi di lapangan dipastikan aman. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











