- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan
- Babak Final UMKM Award Kategori Pemula 2026 Digelar, Ajang Lahirkan Wirausaha Muda Lampung Timur
- Wabup Lambar Hadiri Pengajian Akbar dan Zikir Manakib Pondok Pesantren Daruth Tholibin
- Muscab PKB Perkuat Konsolidasi Politik dan Sinergi Pembangunan Daerah
- Bupati Lampura Hadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Kantor Gubernur
- Bupati Dedi Irawan Tutup Turnamen Pelita Jaya Cup Ke-XIV Tahun 2026 di Pesisir Barat
- Wagub Jihan Nurlela Pimpin Apel di RSUD Bandar Negara Husada
- Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik
- Imausah Nakhodai LSM GMBI Distrik Lampung Utara
Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah
melalui pengendalian inflasi yang terukur sekaligus mendukung program strategis
nasional di sektor perumahan.
Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi
Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Program 3 Juta Rumah oleh
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang diikuti secara virtual dari
Ruang Command Center Lt.2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur
Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, bersama jajaran
Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bentuk sinergi
aktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kestabilan harga dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik0
- Kunker Komisi VI DPR RI di Lampung, Gubernur Tekankan Pemerataan Ekonomi Berbasis Digital0
- Birokrat Purnabakti Utama Provinsi Lampung Gelar Halal Bihalal 0
- Komunitas Biker dan Pemerintah Bersinergi, Gubernur Ungkap Penguatan Ekonomi Lampung0
- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum0
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan
Kebutuhan Pokok (SP2KP), pada minggu kedua April 2026, Provinsi Lampung
mencatatkan deflasi sebesar 0,88 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh
sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Capaian ini menjadi indikasi positif atas
efektivitas langkah pengendalian inflasi yang dilakukan secara konsisten oleh
Pemprov Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Meski demikian, Pemprov Lampung tetap waspada
terhadap dinamika harga di tingkat kabupaten/kota. Tercatat Kabupaten Tanggamus
dan Kabupaten Pesawaran masuk dalam 10 daerah dengan kenaikan Indeks
Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Sumatera, masing-masing sebesar 2,33
persen dan 1,24 persen. Selain itu, Kabupaten Lampung Utara mengalami kenaikan
harga beras medium sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Secara nasional, inflasi Maret 2026 tercatat
sebesar 0,41 persen (month-to-month), didorong oleh kelompok makanan, minuman,
tembakau, serta sektor transportasi. Komoditas seperti cabai, beras, telur, dan
daging ayam ras masih menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga memerlukan
langkah pengendalian yang berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Pemprov Lampung
terus mengoptimalkan strategi pengendalian, antara lain melalui pemantauan
harga harian, penguatan distribusi pangan, serta peningkatan produksi komoditas
strategis.
Dalam hal ini, pemerintah daerah juga mendorong
percepatan pengembangan kawasan aneka cabai seluas 300 hektare serta
pemanfaatan anggaran daerah untuk memperluas sentra produksi guna mengatasi
defisit cabai rawit dan cabai besar yang masing-masing mencapai 3.427 ton dan
1.300 ton.
Selain itu, upaya stabilisasi pasokan pangan
juga dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
(SPHP) oleh Perum Bulog yang telah terealisasi sebanyak 1.742 ton, serta
distribusi Minyakita yang mencapai 2,7 juta liter di seluruh wilayah Lampung.
Langkah ini diperkuat dengan kebijakan Kementerian Perdagangan dalam
mempercepat distribusi minyak goreng ke pasar rakyat.
Tak hanya fokus pada pengendalian inflasi,
Pemprov Lampung juga aktif mendukung Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari
upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hingga saat ini, Provinsi Lampung telah
mengusulkan pembangunan baru sebanyak 22.189 unit rumah serta peningkatan
kualitas 10.434 unit rumah. Usulan tersebut disampaikan melalui aplikasi Sistem
Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) dan menjadi bagian dari strategi
pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seluruh
kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program perumahan ini dalam perencanaan
APBD tahun 2026 dan 2027, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat, langkah konkret di
lapangan, serta komitmen berkelanjutan, Pemprov Lampung optimistis mampu
menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)