- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Tekankan Peran Keluarga Dalam Cegah Stunting

PESAWARAN, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesawaran terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi
perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Kegiatan tersebut digelar dalam
kunjungan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran di Kecamatan Negeri
Katon, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan Posyandu sekaligus upaya
mengenalkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat. Dalam
pelaksanaannya, Posyandu tidak hanya difokuskan pada layanan kesehatan, tetapi
juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam aspek
pendidikan keluarga.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M.
dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan
dalam mencegah stunting. Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam
masyarakat yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang
sehat dan berkualitas.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Melalui pemahaman yang baik
tentang pola asuh, pemenuhan gizi, serta kesehatan reproduksi, kita dapat
mewujudkan generasi yang sehat dan unggul,” ujarnya dalam agenda sosialisasi
yang digelar di Aula Balai Desa Negeri Katon Selasa, (21/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa keluarga sejahtera
adalah keluarga yang terbentuk dari perkawinan sah, mampu memenuhi kebutuhan
fisik dan mental, serta memiliki hubungan yang harmonis dalam lingkungan
sosial.
Selain itu, terdapat sejumlah fungsi keluarga yang perlu dioptimalkan, di
antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, reproduksi, pendidikan,
ekonomi, pembinaan, dan perlindungan.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman komprehensif
mengenai stunting, mulai dari ciri-ciri, penyebab, proses terjadinya, hingga
dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Tak
hanya itu, disampaikan pula pentingnya dukungan keluarga besar dan lingkungan
sekitar dalam upaya pencegahan stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran, Maisuri, mengungkapkan
bahwa angka stunting di Kabupaten Pesawaran masih menjadi perhatian bersama. Ia
berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak
signifikan terhadap penurunan angka stunting.
Baca Lainnya :
- Bupati Nanda Indira Dorong Kesadaran Pajak untuk Perkuat Pembangunan Daerah0
- Pemkab Pesawaran Perkuat Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Daerah0
- Pemkab Pesawaran Gelar Rakor dan Halal Bihalal Kepala Desa0
- Bupati dan Wakil Dampingi Gubernur Tinjau Pelebaran Jalan Wisata Pesisir0
- BPS Pesawaran Koordinasi dengan Kominfotiksan Dalam Rangka Penilaian EPSS0
“Diperlukan komitmen bersama untuk terus
berinovasi dalam program di tingkat desa dan kecamatan, guna meningkatkan
kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara pemerintah dan
masyarakat. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai permasalahan
yang dihadapi, mulai dari akses layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, hingga isu
sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Negeri Katon Ingga Taufan, Kepala
Desa Negeri Katon, Ketua TP PKK Desa, serta masyarakat setempat yang antusias
mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. [MFH/Dikominfo Pesawaran]











3.jpg)