- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Pemkab Pesawaran Perkuat Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Daerah

PESAWARAN, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesawaran melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Asumsi Dasar
Ekonomi Makro (ADEM) dalam rangka penajaman isu strategis dan sinkronisasi
peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini berlangsung di Hotel
Akar, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026).
FGD ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran
(KUA) Tahun 2027 dan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Tahun 2026,
sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 89 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Sub Bagian
Perencanaan, pejabat fungsional perencana, serta operator perwakilan dari
seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Pesawaran, Iswanto, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki pola penyusunan ADEM
yang selama ini masih dilakukan secara parsial.
“Melalui forum ini, kita menyusun ADEM secara bersama-sama agar lebih
terintegrasi, sehingga mampu mendukung perbaikan perencanaan pembangunan daerah
secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya perubahan mendasar dalam kebijakan fiskal, di mana
pemerintah pusat kini lebih berfokus pada pemberian program dibandingkan
transfer anggaran secara langsung ke daerah. Kondisi tersebut, menurutnya,
menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam menyusun asumsi dasar
ekonomi makro.
“Kita perlu menyesuaikan pendekatan dalam
penyusunan ADEM agar tetap relevan dengan arah kebijakan pusat, sekaligus
menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.
Iswanto berharap, hasil FGD ini dapat menjadi referensi strategis yang tidak
terpisahkan dari perumusan program pembangunan daerah, sekaligus melahirkan
rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan aplikatif.
FGD ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Ayu
Hayanutunnisma, S.E., M.M., selaku Ketua Tim Peningkatan SDM pada Badan
Strategi Kebijakan Dalam Negeri. Dalam paparannya, ia menyampaikan pentingnya
penajaman isu strategis dan sinkronisasi peran OPD dalam penyusunan ADEM,
khususnya untuk mendukung penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat koordinasi lintas
OPD dalam mengidentifikasi dan memvalidasi permasalahan pembangunan,
menyelaraskan peran perencanaan, penganggaran, dan pengawasan, serta merumuskan
strategi berbasis isu prioritas daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesawaran Gelar Rakor dan Halal Bihalal Kepala Desa0
- Bupati dan Wakil Dampingi Gubernur Tinjau Pelebaran Jalan Wisata Pesisir0
- BPS Pesawaran Koordinasi dengan Kominfotiksan Dalam Rangka Penilaian EPSS0
- BPS Kabupaten Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026 Dan Kukuhkan Agen Statistik Desa0
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran0
Dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan
sejumlah output strategis, di antaranya rumusan permasalahan pembangunan daerah
yang terverifikasi, pemetaan program dan kegiatan OPD beserta peran masing-masing,
serta rekomendasi kebijakan untuk penyusunan ADEM pada APBD Perubahan 2026 dan
APBD 2027.
Dalam pelaksanaannya, peserta FGD dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi
dengan empat tema utama, yakni penanganan working poor (termasuk
tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan), penguatan infrastruktur dan
aksesibilitas, pengendalian inflasi dan stabilitas harga, serta optimalisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui diskusi kelompok tersebut, seluruh peserta secara aktif menyusun
matriks aksi kebijakan ADEM berdasarkan peran dan fungsi masing-masing OPD,
sebagai langkah konkret dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang lebih
terarah, terukur, dan berkelanjutan. [MFH/Diskominfo Pesawaran]











3.jpg)