- Diduga Lakukan Pungli di Jalinbar Wonosobo, Pria 50 Tahun Diamankan
- Launching UMKM Expo 2026, Lamtim Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Rakyat
- Bupati Lampung Barat Audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta
- Bupati Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Pesibar
- Pemkab Pesawaran Perkuat Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Daerah
- Sekdaprov Marindo Kurniawan Buka Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 2026
- Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Organisasi Lingkungan Internasional EDF
- Pemandangan Indah Kalianda Tertutup Kabel Semrawut, Warga Soroti Kelalaian Provider
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HUT REI ke-54
- Pemprov Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Motor Transformasi Digital dan SDM Unggul
Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Organisasi Lingkungan Internasional EDF

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela menerima kunjungan pengurus Environmental Defense Fund (EDF),
sebuah organisasi lingkungan internasional, di Ruang Kerja Wakil Gubernur,
Bandarlampung, Jumat (17/4/2026).
Pada kesempatan itu, Wagub Jihan menyampaikan
apresiasi dan menyambut baik kolaborasi dengan EDF dalam pengelolaan perikanan
rajungan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Wagub Jihan menegaskan pentingnya sinergi
antara pemerintah daerah dan mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan
sektor kelautan dan perikanan, terutama rajungan.
Baca Lainnya :
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HUT REI ke-540
- Pemprov Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Motor Transformasi Digital dan SDM Unggul0
- Sinergi Pemprov, Sekolah, dan Orang Tua Kunci Sukses Sekolah Ramah Anak0
- Lampung Matangkan Langkah Strategis Menuju Tuan Rumah PON XXIII 20320
- Polda Lampung Gelar Simulasi Rayonisasi Polres dan Penanganan Unjuk Rasa 0
Lampung sendiri menjadi salah satu daerah
penghasil rajungan utama di Indonesia, yang turut menyumbang signifikan
terhadap pasokan nasional, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
“Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan
apresiasi atas dukungan EDF dalam pengelolaan perikanan rajungan yang
berkelanjutan serta memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim,” ujar Jihan.
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang telah
terjalin memberikan kontribusi dalam memperkuat tata kelola perikanan di
Provinsi Lampung termasuk dalam peningkatan kapasitas dan kemandirian nelayan.
Jihan menekankan bahwa upaya tersebut
memberikan dampak positif tidak hanya terhadap kelestarian sumber daya kelautan,
tetapi juga terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya,
berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan
melalui kebijakan dan koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, berdasarkan hasil kerja sama
antara EDF dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Spawning
Potential Ratio (SPR) menunjukkan tren peningkatan, dari 17 persen pada tahun
2021 menjadi 22 persen pada tahun 2024.
Dengan kondisi ini, produksi rata-rata rajungan
segar/mentah mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.
Kondisi ini turut mendukung mata pencaharian
4.000 nelayan, 60 pengumpul rajungan, 23 mini-plant, 4 Unit Pengolahan Ikan
(UPI), serta sekitar 1.000 pekerja rajungan.
Melalui kerja sama antara EDF dan Pemerintah
Provinsi Lampung, khususnya di wilayah pesisir timur, pengelolaan perikanan
berkelanjutan diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,
memperkuat peran Lampung sebagai lumbung pangan sektor perikanan, serta
berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas
lingkungan hidup. [MFH/Adpim]











3.jpg)