- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Lampung Catat Persentase Tertinggi Nasional Operasional Dapur Pemenuhan Gizi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi
Lampung terus menegaskan diri sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik
dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setelah
mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai provinsi tercepat di
Sumatera dalam menyiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini Lampung
juga mencatat capaian persentase tertinggi nasional dalam operasional dapur
pemenuhan gizi.
Data
terbaru dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung, yang
membawahi wilayah kerja Lampung–Bengkulu, menunjukkan capaian luar biasa.
Berdasarkan pembaruan data per 10 November 2025, Lampung mencatat persentase
dapur operasional tertinggi di Indonesia, yaitu 69 persen.
Kepala KPPG
Bandar Lampung, Achmad Hery Setiawan, SE.MM, menjelaskan bahwa total potensi
dapur di wilayah ini mencapai 798 unit, terdiri dari 552 dapur yang sudah
operasional dan 134 dalam tahap persiapan operasional. Sementara itu, 85 persen
dapur berstatus aktif dan siap beroperasi penuh dalam waktu dekat.
“Lampung
memang bukan yang terbanyak secara jumlah — kita di
posisi keempat secara nasional setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur —
tetapi secara persentase, Lampung menjadi yang tertinggi,”
ujar Achmad Hery, Senin (10/11/2025).
Ia juga
menjelaskan perbedaan antara dapur aktif dan dapur operasional.
“Dapur
aktif itu sudah berdiri, sudah ada SPPI-nya, tapi belum berjalan karena masih
menunggu teknis virtual account atau pembayaran dari BGN. Sementara dapur
operasional adalah yang sudah berjalan dan melayani penerima manfaat. Jadi 85
persen dapur aktif ini tinggal menunggu proses pembayaran saja untuk segera
beroperasi,” jelasnya.
Adapun
total penerima manfaat program pemenuhan gizi di Provinsi Lampung hingga 10
November 2025 mencapai 1.515.797 orang, terdiri dari 1.374.241 siswa dan
141.556 kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Achmad
menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan
komitmen kuat Pemerintah Provinsi Lampung, dan Lintas Sektoral dalam
mempercepat penurunan angka stunting serta memperkuat ketahanan gizi keluarga.
“Dengan
sinergi antara BGN, pemerintah daerah, dan seluruh pelaksana program, Lampung
siap menjadi model nasional dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis,”
tegasnya.
Capaian ini menegaskan posisi
Lampung bukan hanya sebagai provinsi dengan percepatan terbaik di Sumatera,
tetapi juga sebagai salah satu pilar utama keberhasilan nasional dalam
membangun generasi sehat dan bebas gizi buruk.
Sebelumnya
Direktur Wilayah I Kedeputian Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Wahyu
Widistyanta, menyebut Lampung sebagai salah satu wilayah yang paling cepat
berakselerasi dalam penyiapan SPPG.
“Lampung
termasuk yang paling cepat menyiapkan layanan gizi. Selain Lampung, ada juga
Aceh dan Sumatera Utara yang menunjukkan progres positif,” ujar Wahyu saat
berkunjung ke Bandar Lampung, Sabtu (8/11/2025).
Ia
menambahkan bahwa secara nasional, persiapan SPPG telah mencapai 80 persen dari
target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan percepatan
program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, program tersebut telah
mendistribusikan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi di seluruh
Indonesia. [MFH Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.]











3.jpg)