- Ari-Azad Juara Pertama Turnamen Gaple Kapolres Tanggamus Cup 2026
- Pemkab Turut Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Polres Pesisir Barat
- PT.Gunung Madu Plantations Siap Bersinergi dengan Pemkab Lampura
- Rapat Paripurna DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- IBI Tanggamus Lampaui Target Pap Smear, Sumbang Capaian Rekor MURI Lampung
- Kepala BPS RI Piminpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi
- Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat
- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi
- Camat Talang Padang Pimpin Bersih-bersih Titik Rawan Banjir
Lampung Menjadi Provinsi dengan Inflasi Terendah secara Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti,
menyampaikan hasil perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, Senin (11/11/2025).
Amalia
menjelaskan, hingga Oktober 2025, inflasi Indonesia masih terkendali dalam
kisaran target nasional 2,5 ± 1 persen. Berdasarkan data BPS, tercatat 37
provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sedangkan 1 provinsi, yaitu Papua,
mengalami deflasi sebesar -0,92 persen.
Dari 37
provinsi yang mengalami inflasi, Lampung menjadi provinsi dengan inflasi
terendah secara nasional yaitu sebesar 0,30 persen.
Beberapa
provinsi yang mencatat inflasi di atas batas atas target nasional (>3,5
persen) antara lain Sumatera Barat sebesar 3,87 persen, Riau 3,85 persen,
Sulawesi Tengah 3,60 persen, dan Aceh 3,58 persen. Sementara itu, inflasi di
beberapa daerah lainnya masih berada dalam kisaran yang terkendali.
Kepala BPS
RI menyebut capaian Lampung menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam
menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan utama. Sinergi antara
pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) dinilai berjalan efektif melalui langkah penguatan pasokan, kelancaran
distribusi, dan operasi pasar rutin di berbagai wilayah.
Selain
menyampaikan data inflasi, Amalia juga memaparkan perkembangan pertumbuhan
ekonomi nasional triwulan III tahun 2025 yang mencapai 5,04 persen (year-on-year).
Angka tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih tumbuh stabil di tengah
dinamika ekonomi global.
Provinsi
dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Maluku Utara sebesar 39,10
persen, diikuti Sulawesi Tengah 7,79 persen, dan Kepulauan Riau 7,48 persen.
Sementara dua provinsi mengalami kontraksi, yaitu Papua Tengah sebesar -16,11
persen dan Papua Barat -0,13 persen.
Dalam rapat
tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya peran Kepala
Daerah dalam menjaga inflasi tetap terkendali di wilayah masing-masing.
Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pusat harus terus diperkuat
agar kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan konsisten di seluruh daerah.
[MFH Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)