- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Lampung Menjadi Provinsi dengan Inflasi Terendah secara Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti,
menyampaikan hasil perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, Senin (11/11/2025).
Amalia
menjelaskan, hingga Oktober 2025, inflasi Indonesia masih terkendali dalam
kisaran target nasional 2,5 ± 1 persen. Berdasarkan data BPS, tercatat 37
provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sedangkan 1 provinsi, yaitu Papua,
mengalami deflasi sebesar -0,92 persen.
Dari 37
provinsi yang mengalami inflasi, Lampung menjadi provinsi dengan inflasi
terendah secara nasional yaitu sebesar 0,30 persen.
Beberapa
provinsi yang mencatat inflasi di atas batas atas target nasional (>3,5
persen) antara lain Sumatera Barat sebesar 3,87 persen, Riau 3,85 persen,
Sulawesi Tengah 3,60 persen, dan Aceh 3,58 persen. Sementara itu, inflasi di
beberapa daerah lainnya masih berada dalam kisaran yang terkendali.
Kepala BPS
RI menyebut capaian Lampung menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam
menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan utama. Sinergi antara
pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) dinilai berjalan efektif melalui langkah penguatan pasokan, kelancaran
distribusi, dan operasi pasar rutin di berbagai wilayah.
Selain
menyampaikan data inflasi, Amalia juga memaparkan perkembangan pertumbuhan
ekonomi nasional triwulan III tahun 2025 yang mencapai 5,04 persen (year-on-year).
Angka tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih tumbuh stabil di tengah
dinamika ekonomi global.
Provinsi
dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Maluku Utara sebesar 39,10
persen, diikuti Sulawesi Tengah 7,79 persen, dan Kepulauan Riau 7,48 persen.
Sementara dua provinsi mengalami kontraksi, yaitu Papua Tengah sebesar -16,11
persen dan Papua Barat -0,13 persen.
Dalam rapat
tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya peran Kepala
Daerah dalam menjaga inflasi tetap terkendali di wilayah masing-masing.
Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pusat harus terus diperkuat
agar kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan konsisten di seluruh daerah.
[MFH Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











