- Menteri Pertanian Hadiri Pesta Rakyat Petani 2026 di Pringsewu
- Bupati Lampung Barat Lantik 20 Pejabat Sterategis
- Pemkab Pesisir Barat Dukung Operasi Patuh Krakatau 2026
- Dukung Kafilah Pesisir Barat di MTQ ke-53, Wabup Hadiri Tilawatil Quran di Lamsel
- Wagub Lampung Minta Bendahara Koperasi Merah Putih Transparan Kelola Keuangan
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Harga Pangan
- Sambang Duka Bhabinkamtibmas Polsek Talang Padang atas Meninggalnya Pengasuh PEMNU
- Peringati HTN, Lampung Perkuat Hilirisasi dan Perluasan Pasar Produk Petani
- Bupati Parosil Lepas 2000 Rider Peserta Adventure Trail Gas Lambar 1
- Lepas Kafilah MTQ Ke-53 Lampung, Wakil Bupati Pesisir Barat Harapkan Prestasi Terbaik
Menteri Pertanian Hadiri Pesta Rakyat Petani 2026 di Pringsewu

PRINGSEWU, MFH,-- Pesta Rakyat Petani dalam rangka
puncak peringatan Hari Tani Nasional 2026 dipusatkan di area persawahan Jalan
Dr. Sugiri Syarief, Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu, Pekon Klaten,
Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Rangkaian kegiatan
ini dilaksanakan sejak Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2026.
Acara dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran
Sulaiman, anggota MPR RI yang juga Presiden PKS Al-Muzammil Yusuf, Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wabup
Pringsewu Umi Laila beserta jajaran pemerintah daerah, DPRD, forkopimda, dan
para petani.
Pesta Rakyat Petani diisi kegiatan diantaranya
Fun Run menyusuri ruas jalan sekitar Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu,
Kontes Kambing dan Domba, Kontes Entog Jumbo, Grebeg Ayam, Pasar Tani,
pelantikan Duta Tani, serta Ramah Tamah di Aula Utama Pemkab Pringsewu.
Baca Lainnya :
- Peringati HTN, Lampung Perkuat Hilirisasi dan Perluasan Pasar Produk Petani0
- Gubernur Lampung Tekankan Pembangunan SDM Harus Diimbangi Penguatan Agama0
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 20260
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 20260
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib0
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas
mengapresiasi Kementerian Pertanian dimana saat ini urusan pupuk jauh lebih
baik berkat kebijakan Presiden dan Menteri Pertanian, yakni harga pupuk
bersubsidi yang sudah turun dan proses distribusi yang jauh lebih efektif.
"Kendala kita saat ini sebetulnya adalah
ketersediaan air. Sejak 2025, kami sudah beraudiensi dan koordinasi dengan
berbagai pihak baik di Lampung dan Jakarta agar bendungan yang ada bermanfaat
bagi masyarakat Pringsewu. Semoga permasalahan distribusi air bendungan ini
dapat terselesaikan," ucapnya, Minggu, 25 Oktober 2026.
Bupati juga mengungkapkan meskipun wilayahnya
kecil, produktivitas padi di Pringsewu mencapai 63,5 kuintal/hektar, merupakan
yang tertinggi di Lampung. Sedangkan rata-rata provinsi baru 52,5 kuintal.
Selain itu, pihaknya juga sudah memulai program hilirisasi, yang mana Sentra
Mocaf Pringsewu telah menyerap 150 ton singkong petani dan mengolahnya menjadi 40
ton tepung mocaf.
"Hingga akhir tahun kami menargetkan 320
ton singkong terserap, dengan produksi sekitar 80 ton tepung mocaf. Dan, Inshaa
Allah pada November nanti kita mulai ekspor Mocaf ke Amerika Serikat,"
ungkapnya.
Selain itu, Kabupaten Pringsewu menjadi pusat
kambing dan domba di Provinsi Lampung, dengan terus bertambahnya populasi
kambing dan domba yang kini mencapai 98.843 ekor. Kaitan ini, Pemkab Pringsewu
terus melakukan riset dan konsolidasi untuk program hilirisasi kambing.
"Pringsewu juga memiliki sekitar 6.722
UMKM dan 63 IKM yang melakukan hilirisasi pertanian. Dengan modal itu, kami
siap menjadi pusat hilirisasi, inovasi dan pertanian modern di Provinsi
Lampung," tandasnya.
Terkait program cetak sawah baru, ditambahkan
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bahwa wilayahnya memiliki potensi cetak
sawah hingga 1000 hektar di Kecamatan Pagelaran Utara. Pihaknya telah
mengajukan proposal pembangunan Bendung Way Waya yang hulunya berada di hutan
lindung Register 22 guna mendukung program cetak sawah tersebut. Serta
pemanfaatan air dari Bendungan Way Sekampung untuk mengairi sawah petani di
Kabupaten Pringsewu.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah usulan
disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian, baik dari pemerintah daerah
maupun para petani. Atas usulan-usulan yang disampaikan, Mentan RI Amran
Sulaiman menyatakan usulan yang ada telah dicatat dan akan ditindaklanjuti.
Terkait pembangunan Bendung, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PU.
Mentan Amran Sulaiman pada kesempatan itu juga
berdialog dengan para petani penggarap dan buruh tani. Dikatakan Mentan, buruh
tani seperti buruh tandur juga bisa memperoleh bantuan alat pertanian dari
pemerintah.
"Kebijakan yang tepat perlu disertai
koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sinergi
ini penting agar kebijakan pertanian dapat memberikan manfaat bagi
petani," ujarnya.
Mentan juga menuturkan pemerintah telah
memutuskan untuk menghentikan impor singkong sebagai upaya mendukung petani
serta menjaga harga komoditas tersebut. Diungkapkan Amran, harga singkong saat
ini Rp 3 ribu/kg, naik berbanding sebelumnya Rp 700/kg.
"Kami, pemerintah
pusat tentu sangat mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk memberikan
keuntungan bagi para petani, diantaranya melalui kebijakan regulasi. Untuk
kepentingan petani, kami pasti akan mendukung," tegasnya. [MFH/Diskominfo]











