- Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar
- Wabup Azwar Hadi Sambut Kepulangan 283 Jemaah Haji Lamtim, Doakan Menjadi Haji Mabrur
- Pemkab Lamteng Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 9 Tahun 2026
- Bupati Lampura Ikut Rapat Virtual dengan DPR RI, Bahas PPPK dan Belanja Pegawai
- Bupati Ajak Anak PAUD Kenal Bung Karno Lewat Lomba Mewarnai dan Tebar Benih Ikan
- Hari Ketiga Festival Teluk Stabas VI, Lomba Makanan Tradisional Angkat Kekayaan Kuliner Pesisir
- Kapolres Tanggamus Latih Bela Diri Anggota
- Tanam 1.000 Pohon di Ulu Belu, Bupati Tanggamus: Saatnya Bekerja Nyata untuk Iklim
- Terima Peserta PKN II Sumsel, Wagub Jihan Dorong Pemimpin Daerah Adaptif Hadapi Perubahan
Miris, Lima SPPG Beroperasi di Palas Namun Siswa SDN Belum Pernah Terima MBG

PALAS, MFH,-- Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) yang juga menjadi prioritas nasional tersebut bertujuan memberikan
makanan bergizi kepada siswa SD, santri, ibu hamil dan menyusui, serta balita,
dengan harapan dapat mengatasi stunting dan mendukung pendidikan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa
tidak semua sekolah dasar telah merasakan manfaatnya. Salah satunya di SDN 1
dan 2 Desa Pematang baru Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.
Hingga awal Februari 2026, siswa di
sekolah Dasar tersebut masih belum menerima MBG. Sebanyak 105 siswa di SDN
1 dan 50 siswa di SDN 2 Desa Pematang baru sampai saat ini belum pernah
menerima program Presiden Prabowo tersebut.
Baca Lainnya :
- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian0
- Puluhan Tahun Tak Tersentuh Pemerintah, Warga Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Dana Pribadi 0
- Manasik Haji Terintegrasi Dibuka, 414 Jemaah Lamsel Bersiap Menuju Tanah Suci0
- Egi-Syaiful Hadiri Rakornas 2026, Siap Kawal Program Prioritas Presiden di Lampung Selatan0
- Musrenbang Sragi Jadi Pembuka RKPD 2027, Pariwisata Desa Jadi Fokus Utama0
"Sejauh ini murid kami belum
menerima MBG, di SDN 1 Pematang baru ada 105 siswa, kalau di SDN 2 ada sekitar
50 siswa belum juga murid Paud, sama saja belum menerima MBG," Ucap
Sukirman salah satu Guru, Kamis, (5/2/2026).
Dia juga mengaku selama ini belum
ada pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang yang mendatangi ke
sekolahan, ada juga pihak SPPG yang menghubungi via telepon seluler menanyakan
jumplah siswa namun tidak ada kelanjutan nya.
Desta siswa kelas 6 merasa heran
dirinya ma teman-temannya sampai saat ini belum menerima MBG, padahal sekolah
lain sudah menerima. Dirinya juga ingin merasakan MBG tersebut.
"Belum pernah menerima MBG,
saya tidak tahu kenapa padahal sekolah lain sudah menerima, dulu pernah suruh
bawa untuk tempat nasi katanya untuk MBG, tapi tidak ada sampai sekarang,"
ucapnya dengan polos
Dia juga berharap, permasalahan ini
dapat segera diatasi agar seluruh anak Indonesia bisa merasakan manfaat program
ini, terutama siswa di SDN 1 dan 2 Desa Pematang baru.
Kejadian tersebut menunjukkan bahwa SPPG tidak berkomitmen terhadap program MBG,
padahal sudah 5 SPPG di wilayah kecamatan Palas yang sudah beroperasi, diantara
SPPG Desa Sukamulya, Palas Pasemah, Rejomulyo 1, Bumidaya dan SPPG Bumirestu.
[MFH/Sriw]











3.jpg)