- Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Rapat Paripurna DPRD Pesibar HUT ke-13 Pesisir Barat
- Wabup Lampung Barat Hadiri Undangan Rapat Paripurna HUT ke-13 Pesisir Barat
- Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Bupati Lambar Himbau Warga Lebih Waspada
- Pemkab Lampung Utara Seleksi Para Finalis Muli Mekhanai
- Serap Aspirasi serta Berikan Solusi Nyata bagi Masyarakat
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan
- Bupati Ela Buka Lokalatih Perlindungan Pekerja Migran Perempuan
- Tiga Desa di Lamtim Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Tekankan Peran Keluarga Dalam Cegah Stunting
- Polwan Polda Lampung Wujudkan Semangat Kartini melalui Pengabdian dan Prestasi
Tiga Desa di Lamtim Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Perkuat Pembangunan Berbasis Data

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Tiga desa di Kecamatan
Purbolinggo resmi dicanangkan sebagai lokasi awal program Desa Cinta Statistik
(Desa Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pencanangan tersebut
dirangkaikan dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Cafe
Pendopo Joglo, Desa Taman Endah, Kecamatan Purbolinggo, Rabu (22/4/2026).
Adapun tiga desa yang menjadi lokus awal
program ini adalah Desa Taman Asri, Desa Taman Endah, dan Desa Tambah Luhur.
Program Desa Cantik merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola
data di tingkat desa sebagai landasan perencanaan pembangunan yang lebih tepat
sasaran.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah,
menegaskan bahwa program Desa Cantik memiliki peran penting dalam meningkatkan
kapasitas aparatur desa dalam mengelola serta memanfaatkan data pembangunan.
Baca Lainnya :
- DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Lampung Timur0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Prabu Lamtim, siap Angkat Lada Lokal0
- Bupati Pimpin Upacara HUT ke-27 Lampung Timur0
- Launching UMKM Expo 2026, Lamtim Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Rakyat0
- Bupati dan Wakil Jadi Warga Kehormatan Kodim 0429 Lamtim0
Menurutnya, selama ini pemerintah desa telah
dibekali berbagai aplikasi pendataan seperti SDGs Desa, Prodeskel, dan SIKS-NG.
Namun, kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola dan mengolah data tersebut
masih perlu diperkuat.
“Program Desa Cantik ini bertujuan meningkatkan
literasi data bagi aparat desa, sehingga mampu menghasilkan data yang akurat
dan mutakhir sebagai dasar pembangunan,” ujar Ela.
Ia menjelaskan, program ini diawali dengan
penunjukan agen statistik di setiap desa yang nantinya akan mendapatkan
pembinaan langsung dari BPS. Pembinaan tersebut meliputi pemetaan potensi desa,
identifikasi kebutuhan data, hingga teknik pengolahan dan penyajian data sesuai
kaidah statistik.
Lebih lanjut, Ela menekankan pentingnya
pembangunan berbasis data dalam mendukung program pengentasan kemiskinan,
termasuk kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di
Lampung Timur.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah
menentukan kebijakan yang tepat, termasuk program pengentasan kemiskinan agar
benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Ela juga mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam pembangunan desa, dengan
mengedepankan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kemiskinan bukan takdir. Kita harus ubah pola
pikir dan sistemnya. Pemberdayaan melalui pendidikan, kesehatan, dan pembukaan
wawasan harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari desa, RT, hingga
masyarakat itu sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Lampung Timur,
Zulkifli, menyampaikan bahwa penguatan data harus dimulai dari desa sebagai
sumber utama informasi pembangunan. Ia mengakui bahwa selama ini integrasi dan
pemanfaatan data masih belum optimal.
“Desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan
lagi objek. Melalui program Desa Cantik, kami mendorong desa mampu mengelola
data secara mandiri, tertib, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini akan
diperkuat melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung
pada Mei hingga Agustus 2026. Sensus tersebut akan memberikan gambaran
menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari jumlah usaha
hingga potensi serta karakteristik sektor ekonomi.
“Perpaduan antara data desa dan hasil sensus
ekonomi akan menghasilkan informasi yang komprehensif sebagai dasar perumusan
kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun
sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan pemerintah desa dalam meningkatkan
kualitas data. Dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,
pembangunan di Kabupaten Lampung Timur diharapkan semakin efektif dan tepat
sasaran. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)