- RSUD Tubaba Jalani Verifikasi Lapangan Layanan Dialisis
- Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan Serahkan Bantuan Hibah ke Masjid Al Watoniah
- Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani Resmi Gantikan Bayana
- OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri
- Satu Tahun Kepemimpinan Ela–Azwar di Lampung Timur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Teken Serah Terima Alat Cathlab dari Kemenkes RI untuk RSUD Sukadana
- Bupati Dedi Irawan Dorong Percepatan Akses Jalan RSUD KH. Muhammad Thohir Bersama BPKP
- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni
OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri

METRO, MFH,-- Peluncuran EPIK
(Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah) resmi digelar di Pondok Pesantren Al
Muhsin Kota Metro Provinsi Lampung dengan melibatkan berbagai pemangku
kepentingan mulai dari Pemerintah Kota Metro, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Provinsi Lampung, hingga sektor perbankan syariah. Kegiatan ini menjadi langkah
strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis
lingkungan di kalangan santri.
Direktur Pondok Pesantren Al Muhsin
Ahmad Nurwahid, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami ucapkan
terima kasih kepada seluruh panitia, kepada Pemerintah Kota Metro, serta semua pihak
yang telah mendukung sehingga hari ini launching EPIK dapat terlaksana,”
ujarnya.
Ia menjelaskan program EPIK yang
diluncurkan di lingkungan pesantren merupakan hasil pembinaan dari tim Bank
Sampah Sahabat Gajah Provinsi Lampung. Berbagai produk hasil pengelolaan sampah
telah dipamerkan seperti kursi dari ecobrick dan aromaterapi berbahan minyak
jelantah. “Di bawah pohon sawo itu ada kursi dari ecobrick, ada aromaterapi
dari minyak jelantah, dan masih banyak karya lainnya,” kata Ahmad Nurwahid.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan0
- Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos0
- Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih0
- Ribuan Warga Padati Masjid Taqwa, Wali Kota Metro Sambut Ustadz Abdul Somad0
- Pemkot Metro dan Kodim 0411/KM Bersinergi dengan Gerakan Korve, Jaga Kebersihan Lingkungan0
Menurutnya keberhasilan tersebut
tidak lepas dari peran para ustaz dan ustazah serta tenaga pendidik yang
membina para santri. Ia menegaskan, mimpi besar Pondok Pesantren Al Muhsin
adalah mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkontribusi dalam mengurangi
persoalan sampah di Kota Metro. “Kami bermimpi pondok ini bisa mengelola sampah
secara mandiri dan membantu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Metro,”
ucapnya.
Sementara itu Deputi Direktur PEPK
dan LMS Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Ety Elyati,
menjelaskan bahwa peluncuran EPIK merupakan bagian dari program Tim Percepatan
Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro yang berkolaborasi dengan berbagai
pemangku kepentingan. Ia menegaskan EPIK mengintegrasikan nilai keislaman,
literasi keuangan syariah, dan kepedulian lingkungan.
“Program EPIK bukan sekadar tentang
menabung, tetapi membangun ekosistem keuangan syariah yang holistik di
lingkungan pesantren,” ujar Ety Elyati. Ia menambahkan santri diajak memahami
bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan dapat mendukung ekonomi sirkular
berbasis syariah.
Ety juga memaparkan hasil Survei
Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025 yang menunjukkan indeks
literasi keuangan syariah masih berada pada angka 43,42% dan inklusi 13,41%.
Kondisi tersebut menurutnya masih memerlukan upaya peningkatan melalui berbagai
program edukasi terutama menyasar kelompok usia muda 15–25 tahun.
Program bank sampah di lingkungan
pesantren lanjutnya, diintegrasikan dengan produk Tabungan Simpanan Pelajar
(SimPel). Santri yang aktif mengumpulkan sampah dapat memanfaatkan produk
keuangan tersebut sebagai sarana menabung dan belajar mengelola keuangan sejak
dini.
Plt. Kepala Biro Perekonomian
Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Ir. August Riko, S.A., yang hadir mewakili
Ketua TPAKD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia
menilai aktivitas harian pesantren dengan ratusan hingga ribuan santri
berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar yang apabila dikelola dengan
baik dapat menjadi sumber nilai ekonomi.
“Jika satu hari menghasilkan 300
hingga 500 kilogram sampah, maka dalam satu bulan bisa mencapai 9 hingga 15
ton. Kalau dibuang selesai tetapi kalau dikelola akan menjadi nilai ekonomi,”
ujarnya. Ia menegaskan sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan
ternak sedangkan sampah anorganik dapat dipilah dan ditabung sebagai modal
usaha kecil santri.
Sambutan Wali Kota Metro yang
diwakili Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusbani, menegaskan
komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung pengembangan pesantren. Ia
menyebut Kota Metro dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota pondok
pesantren yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Kami mendukung penuh hadirnya EPIK
di Kota Metro. Ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi gerakan
berkelanjutan dalam membangun budaya menabung, disiplin, dan peduli
lingkungan,” kata Kusbani.
Melalui peluncuran EPIK di Pondok
Pesantren Al Muhsin, seluruh pihak berharap terbentuk generasi santri yang
tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam literasi keuangan
syariah, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Program ini diharapkan menjadi model pengembangan inklusi keuangan syariah
berbasis pesantren di Kota Metro dan Provinsi Lampung secara luas.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)