- Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
- Gubernur Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- Margosari Dicanangkan Sebagai Desa TAPIS di Kabupaten Pringsewu
- Bupati Ela Pastikan Anak-anak Belajar dengan Nyaman dan Bahagia
- Festival Literasi Lamtim 2026, Dorong Budaya Membaca dan Tingkatkan Kualitas SDM
- Wali Kota Metro Hadiri Audiensi Bersama PT PII
- DWP Pesisir Barat Sulap Buah Sawo jadi Dodol
- Sejarah Baru Kesehatan Pesisir Barat, Bupati Resmi Deklarasikan Kabupaten Bebas BABS
- Bangun Karakter Sejak Dini, TK Islam Terpadu Al Lathif Kunjungi Murbay Konfeksi
- KADIN Lampung Selatan Mantapkan Persiapan Rakerda 2026
Pak Cik Parosil : Lambar Sediakan Lahan 400 Hektare Uji Coba Bawang Putih

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Lampung Barat ditunjuk
jadi satu-satunya lokus bawang putih di Lampung. Dirjen Hortikultura Muhammad
Taufiq Ratule menyebut alasannya karena hawa dingin.
Hal itu ia sampaikan saat bertemu langsung
dengan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, di Ruang Kerja Bupati, Senin
2/11/2026.
Taufiq menegaskan swasembada bawang putih
adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto paling lambat 2029.
Baca Lainnya :
- Bupati Parosil: Pendidikan Harus Memanusiakan dan Berakar Pada Budaya0
- Lima Rumah Terbakar di Sukau, Pemkab Lambar Salurkan Bantuan0
- Buka Liga Santri PCNU Cup 2026, Bupati: Santri Bukan Hanya Ngaji, Membangun Itu Soal Hati0
- Audiensi dengan Kanwil DJPB Lampung, Bupati Dorong Hilirisasi Kopi dan Peningkatan DAU-DAK0
- Pemkab Lampung Barat Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 98 0
Saat ini Indonesia impor 98% bawang putih
senilai Rp10 Triliun per tahun. Produksi hanya 40 ribu ton, konsumsi 700 ribu
ton.
Dari 12 komoditas, 8 sudah swasembada termasuk
beras. Sisa 4 belum yakni susu, daging, kedelai, bawang putih. Untuk swasembada
bawang putih butuh 100 ribu hektare.
Kendala utama, benih tidak ada. Bahkan 3 ribu
ton benih pun tidak tersedia. Maka 3 tahun ke depan sampai 2028, pemerintah
fokus produksi benih dulu. Konsumsi tetap impor sementara.
Bupati Lampung Barat menyambut baik apa yang
disampaikan Dirjen Hortikultura, Pemerintah Lampung Barat sudah ajukan 870
hektare lahan. Target awal optimalkan 70 sampai 400 hektare dulu agar jadi
bukti nyata bagi petani.
Menurut Parosil tantangan terberat adalah
budaya petani. Petani baru mau pindah kalau sudah ada bukti untung pasti.
Saat ini petani Lampung Barat lebih pilih tanam
muntul/ubi cilembu karena harga pasti, walau untung cuma Rp500, dari pada cabai
atau sayur yang target Rp3000 tapi tidak pasti.
“Memang persoalannya untuk merubah kultur atau
budaya masyarakat itu yang paling sulit. Jadi masyarakat ini dia kalau ada
pembuktian itu baru tergiur. Tapi kalau belum ada bukti, mereka masih takut
ragu,” jelas Parosil. [MFH/Diskominfo]











