- Lindungi Perempuan dan Anak, Pemkot-Kejari Metro Perkuat Sinergi
- Wali Kota Metro Resmikan Gedung Kantor Koperasi Yosomulyo
- Pemkot Metro Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Responsivitas dan Transparansi Pelayanan
- Parosil Perintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buat Sekolah Transparan dan Berintegritas
- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Benahi Aturan PAD
- MTs Baabussalaam Gadingrejo Lakukan Kunjungan Edukasi di PLTS dan ITERA
- Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah
- Seleksi Calon Anggota KI Lampung Ditutup, 81 Pendaftar Masuk Tahap Verifikasi
- BPJS Aktif Baru 64,36 Persen, Yanuar Irawan: Jangan Ada Warga Kesulitan Berobat karena Administrasi
- Ombudsman RI Laksanakan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026
Parosil Perintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buat Sekolah Transparan dan Berintegritas

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat H.
Parosil Mabsus membawa misi perubahan dalam kunjungan studi tiru ke SMP Negeri
27 Semarang, Kamis (5/11/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal penerapan
sistem Sekolah Integritas di Lampung Barat.
Parosil ingin tata kelola sekolah di Lampung
Barat lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Mulai
dari keterbukaan penggunaan dana BOS yang boleh diakses semua pihak. Bos bukan
rahasia semua harus transparan akyntabel, pengawasan kegiatan sekolah, hingga
pelibatan siswa dan orang tua.
Menurutnya, integritas tidak cukup diajarkan
sebagai teori, tetapi harus menjadi budaya dalam kehidupan sekolah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lampung Barat Dukung Penuh Soal Ranperda Jalan dan Propemperda 20270
- Keluarga Besar Pujakesuma Lambar Salurkan Bantuan untuk Lima Rumah Korban Kebakaran di Sukau0
- Pak Cik Parosil Wawancarai Calon Organ BUMD, Hasil Seleksi Diumumkan 10 November0
- Wabup Mad Hasnurin: Penyaluran KUR Harus Dipermudah, Petani Kopi Jangan Kesulitan Akses Modal0
- Pak Cik Parosil Redam Ketegangan Warga dan Petugas Damkar0
“Apa yang kita bawa pulang bukan sekadar
oleh-oleh studi tiru, tetapi sistem yang akan kita terapkan. Kalau Semarang
bisa, Lampung Barat juga harus bisa,” tegas Parosil.
Ada tiga praktik yang menjadi perhatian, yakni
transparansi pengelolaan sekolah, keterlibatan siswa dalam menyampaikan
aspirasi dan pengawasan, serta keteladanan guru dan kepala sekolah.
Sebagai tindak lanjut, Parosil perintahkan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera menyusun peta jalan penerapan Sekolah
Integritas dengan memulai sejumlah SMP sebagai sekolah percontohan pada tahun
ajaran mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad
Ahsan, menyambut baik kunjungan tersebut. Sementara Kepala SMPN 27 Semarang,
Sutadi, M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah integritas dibangun
melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta tata kelola yang
transparan dan akuntabel.
Parosil berharap langkah ini menjadi awal
perubahan pendidikan di Lampung Barat, dengan sekolah yang tidak hanya mencetak
siswa berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi jujur, berkarakter, dan
bertanggung jawab. [MFH/Diskominfo]











