- Pemkab Tanggamus Siapkan Pendampingan SPMB Online
- Polsek Wonosobo Fasilitasi Rembuk Pekon
- Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
- Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
- Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan
- Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Dorong Optimalisasi KUR dan Literasi Keuangan
- Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026
- Penuh Kehangatan, Warga Pesisir Barat Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
- Satlantas Pores Tangamus Gerak Cepat Urai Kepadatan Antrean BBM di SPBU Banjar Negeri
- Bupati Dedi Irawan Tutup Festival Teluk Stabas VI 2026
Pemkab Tanggamus Siapkan Pendampingan SPMB Online
Daerah Blank Spot Gunakan Sistem Offline

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027
tetap mengakomodasi calon peserta didik di wilayah dengan keterbatasan akses
internet.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan
Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, mewakili Bupati Tanggamus Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., S.H., mengatakan pendaftaran akan berlangsung pada 22–25
Juni 2026 dengan mengedepankan prinsip transparan, objektif, akuntabel, dan
non-diskriminatif.
"Karena ini program baru dari pemerintah
pusat melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nomor 3 Tahun 2025, kami meminta
Dinas Pendidikan dan kepala sekolah memberikan ruang konsultasi bagi orang tua
calon peserta didik terkait mekanisme penerimaan secara online," kata Hendra,
Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Lainnya :
- Polsek Wonosobo Fasilitasi Rembuk Pekon0
- Satlantas Pores Tangamus Gerak Cepat Urai Kepadatan Antrean BBM di SPBU Banjar Negeri0
- Pemkab Tanggamus Tegaskan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Pungli0
- Bupati Tanggamus Launching Bantuan ATENSI Kemensos Senilai Rp1,07 Miliar untuk 562 Warga0
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi Kebakaran Toko Sembako0
Ia menjelaskan, sekolah diharapkan menyediakan
pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran
daring maupun tidak memiliki perangkat pendukung.
"Tidak semua orang tua memiliki PC atau
laptop. Karena itu, pihak sekolah diharapkan menyediakan tutorial dan
pendampingan dalam pengisian pendaftaran murid baru," ujarnya.
Terkait wilayah blank spot di Kabupaten
Tanggamus, Hendra menyebut pemerintah telah menyiapkan solusi agar layanan
pendidikan tetap dapat diakses masyarakat.
"Kondisi topografi di beberapa wilayah
memang menjadi tantangan. Namun, hal itu akan disiasati dengan memberikan
kemudahan bagi masyarakat melalui penyediaan ruang layanan di sekolah agar
orang tua dapat belajar dan memperoleh pendampingan dalam proses
pendaftaran," jelasnya.
Sementara untuk calon peserta didik di daerah
terluar, proses penerimaan tetap dilakukan secara manual.
"Untuk daerah terluar masih menggunakan
cara manual atau offline. Orang tua datang langsung membawa persyaratan yang
telah ditentukan oleh satuan pendidikan, sehingga tidak menggunakan sistem
online," pungkasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)