- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Pemprov Dorong Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial Perangkat Daerah

BANDAR LAMPUNG,
MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung semakin memperkuat strategi komunikasi publik melalui digital.
Pada Selasa (23/09/2025), Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik
mengikuti rapat intensif terkait optimalisasi pengelolaan Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta akun media sosial perangkat daerah. Kegiatan
ini digelar di ruang Video Conference Lt. 1 dengan tujuan meningkatkan kualitas
dan efektivitas komunikasi pemerintah di era digital yang serba cepat.
Media sosial kini
menjadi sarana penting untuk menyampaikan kebijakan, program, dan capaian
pembangunan secara cepat, akurat, dan menarik. Namun, pengelolaan akun resmi
perangkat daerah selama ini menghadapi sejumlah tantangan. Konten yang masih
cenderung bersifat seremonial, lambatnya respons terhadap publik, keterbatasan
kompetensi admin, hingga belum adanya standar baku pengukuran efektivitas
menjadi isu utama yang harus segera ditangani.
Untuk menjawab
tantangan tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan strategi komprehensif yang
meliputi beberapa langkah utama. Pertama, penguatan tata kelola melalui pedoman
resmi pengelolaan media sosial, standar branding, serta pembentukan forum
koordinasi humas digital antar-perangkat daerah untuk memastikan konsistensi
pesan dan citra pemerintah.
Baca Lainnya :
- Rakernas BEM SI XVIII, Gubernur Mirza Ajak Mahasiswa Perkuat Solidaritas Kebangsaan0
- Pemprov Lampung Lepas 31 Calon Praja IPDN0
- Jalan Brabasan–Wiralaga di Mesuji Rampung0
- Gubernur Lampung: ASN Harus Jadi Garda Terdepan Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas0
- IIB Darmajaya Dorong Guru SMKN 6 Bandar Lampung Tingkatkan Literasi Akademik0
Kedua, pengembangan
konten kreatif dan interaktif yang edukatif, informatif, serta inspiratif.
Konten ini memanfaatkan multimedia seperti video pendek, infografis, podcast,
dan reels, serta dirancang dengan pendekatan storytelling agar lebih menarik
dan mudah dipahami publik. Konten yang berkualitas diharapkan mampu
meningkatkan engagement dan menumbuhkan partisipasi masyarakat.
Ketiga, peningkatan
kompetensi sumber daya manusia. Admin media sosial dan humas perangkat daerah
diberikan pelatihan rutin, mulai dari copywriting, desain grafis, fotografi,
hingga manajemen krisis digital. Hal ini bertujuan agar tim pengelola media
sosial mampu merespons dengan cepat, profesional, dan sesuai standar etika
komunikasi publik.
Keempat, pemanfaatan
teknologi dan analitik. Media sosial akan diintegrasikan dengan aplikasi
layanan publik, penggunaan AI untuk perencanaan konten dan respon cepat, serta
analisis data engagement untuk memahami perilaku dan preferensi audiens.
Strategi ini diharapkan meningkatkan efektivitas komunikasi dan memudahkan
pemerintah dalam menyesuaikan konten dengan kebutuhan masyarakat.
Kelima, manajemen
krisis informasi. Pemprov Lampung menyiapkan SOP penanganan hoaks, pembentukan
tim reaksi cepat, dan strategi komunikasi darurat untuk menjaga reputasi pemerintah
ketika terjadi informasi yang menyesatkan atau isu sensitif.
Selain itu, strategi
komunikasi juga mencakup perencanaan matang, pemilihan platform sesuai target
audiens, monitoring performa konten melalui dashboard analitik, dan evaluasi
rutin untuk menyesuaikan tren digital serta kebutuhan publik. Dengan langkah
ini, media sosial perangkat daerah diharapkan menjadi kanal komunikasi yang
lebih profesional, humanis, dan transparan.
Kepala Dinas
Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung menegaskan bahwa
optimalisasi media sosial ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan
informasi, tetapi juga membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga merasa
terlibat dan dekat dengan pemerintah. Media sosial harus menjadi sarana
transparansi, edukasi, serta inspirasi,” ujarnya.
Pemprov Lampung berharap, melalui strategi ini, akun
media sosial perangkat daerah dapat meningkatkan citra positif pemerintah,
membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas, mendukung pembangunan
berbasis informasi digital, dan menjadikan komunikasi pemerintah lebih cepat,
responsif, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat. [MFH / Diskominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)