- Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS dan Luncurkan Sekolah Lansia di Kampung Rukti Endah
- Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi
- Panen Perdana Bawang Putih Grade A, Bupati Tanggamus Siapkan Perluasan Lahan
- Polsek Talang Padang dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi dan Evakuasi Mayat di Siring Jalan
- Diskominfo Lampung Timur Perkuat Peran KIM
- Lamteng Raih Penghargaan Kinerja PTSP dan PPB, Plt. Bupati Sampaikan Apresiasi
- Lamteng Siap Sambut Pencanangan Desa TAPIS oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung
- Pemkab Lampung Utara Berangkatkan Delapan Siswa Sekolah Rakyat
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Lokasi Kebakaran di Pekon Sukamarga
- Anggota DPR RI Sambangi Pesibar, Bupati Dedi Irawan Ajukan Tiga Proyek Infrastruktur Strategis
Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi
Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah di Sumatera

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juli 2026, Lampung menjadi
provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di Pulau
Sumatera, yakni sebesar 1,76 persen. Capaian tersebut menjadi indikator
keberhasilan berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan secara
konsisten untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Keberhasilan tersebut disampaikan dalam Rapat
Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan
Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),
dipimpin Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam
Negeri, Yusharto Huntoyungo, dan diikuti secara virtual oleh seluruh pemerintah
daerah, Senin (4/8/2026).
Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli
Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, dari Ruang
Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Retret Sekda Se-Lampung Perkuat Integritas, Kepemimpinan, dan Sinergi Birokrasi0
- Pemprov Perkuat Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Dukung SDM Unggul dan Masyarakat Sehat0
- Tanpa APBD, Lampung-1 Siap Diluncurkan untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data0
- Pengurus Baru Masjid Al Amal Mulai Bergerak, Erwinto: Jangan Berhenti karena Pembangunan0
- Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama0
Dalam arahannya, Kepala BSKDN Kemendagri
Yusharto Huntoyungo menjelaskan bahwa inflasi nasional terus menunjukkan tren
yang membaik sejak pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara rutin
menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi mulai Oktober 2022. Saat itu
inflasi nasional berada di angka 5,95 persen, sedangkan hingga akhir Juli 2026
berhasil ditekan menjadi 2,88 persen secara tahunan, dengan deflasi bulanan
sebesar 0,14 persen.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja
bersama seluruh pemerintah daerah yang secara konsisten melakukan
langkah-langkah pengendalian inflasi sehingga stabilitas harga dapat terus
terjaga," ujar Yusharto.
Dalam pemaparannya, Yusharto menyebut Provinsi
Lampung sebagai daerah dengan inflasi terendah di Pulau Sumatera. Sementara
inflasi tertinggi di kawasan tersebut terjadi di Provinsi Aceh sebesar 5,38
persen.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk
terus mengawasi perkembangan harga komoditas strategis seperti beras, bawang
putih, minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi yang masih menjadi
penyumbang inflasi di berbagai wilayah.
Di sisi lain, harga bawang merah, cabai merah,
cabai rawit, dan gula pasir cenderung mengalami penurunan di sebagian besar
daerah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa Indonesia pada Juli 2026 mengalami
deflasi bulanan sebesar 0,14 persen, inflasi tahunan sebesar 2,88 persen, serta
inflasi tahun kalender sebesar 1,65 persen.
Menurut Ateng, penurunan harga kelompok
makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama terjadinya deflasi.
Komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, dan
tomat menjadi penyumbang terbesar penurunan inflasi, sementara beras dan bawang
putih masih mengalami kenaikan harga.
Ateng juga mengungkapkan bahwa Kabupaten
Lampung Timur menjadi daerah dengan deflasi terdalam di wilayah Sumatera dan
termasuk kabupaten dengan tingkat inflasi tahunan terendah di kawasan tersebut.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung
Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, menyampaikan bahwa
capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam
menjaga stabilitas harga di Provinsi Lampung.
"Alhamdulillah, inflasi Provinsi Lampung
pada Juni dan Juli mengalami penurunan. Secara month-to-month yang sebelumnya
sebesar 0,55 persen kini menjadi minus 0,49 persen. Kemudian secara
year-on-year turun dari 2,46 persen menjadi 1,76 persen, sedangkan year-to-date
juga menurun dari 2,40 persen menjadi 1,92 persen. Ini menunjukkan berbagai
langkah pengendalian inflasi yang selama ini kita lakukan telah memberikan
hasil yang signifikan," ujar Yanyan.
Ia menjelaskan bahwa penurunan inflasi tersebut
sejalan dengan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung
yang dalam beberapa pekan terakhir berada pada level negatif, sehingga laju
inflasi semakin terkendali.
Selain pengendalian inflasi, Yanyan meminta
seluruh perangkat daerah menindaklanjuti berbagai catatan hasil rapat, termasuk
mempercepat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan
Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Lampung.
Yanyan juga menekankan pentingnya memperkuat
sistem early warning dalam pengendalian inflasi daerah melalui pemantauan
berkelanjutan terhadap produksi, distribusi, perkembangan harga harian,
ketersediaan pasokan, serta ekspektasi pasar.
"Saya berharap mekanisme early warning ini
terus diperkuat sehingga potensi gejolak harga dapat dideteksi lebih awal.
Dengan pemantauan yang detail dan berkelanjutan, pemerintah daerah dapat
mengambil langkah cepat dan tepat untuk menjaga stabilitas harga serta daya
beli masyarakat," pungkasnya.
Keberhasilan menekan inflasi hingga menjadi
yang terendah di Sumatera mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung
dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Capaian ini diharapkan mampu
memperkuat daya beli masyarakat, menciptakan iklim usaha yang kondusif,
sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung yang berkelanjutan. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)