- Retret Sekda Se-Lampung Perkuat Integritas, Kepemimpinan, dan Sinergi Birokrasi
- Pemprov Perkuat Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Dukung SDM Unggul dan Masyarakat Sehat
- Tanpa APBD, Lampung-1 Siap Diluncurkan untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data
- Bupati Pesawaran Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
- Pemkab Percepat Perizinan Kawasan Hutan untuk Penuhi Akses Listrik Masyarakat
- Sekda Metro Ajak ASN Perkuat Nilai BerAKHLAK dan Percepat Transformasi Pelayanan Digital
- Lazismu Kota Metro Serahkan Rumah Layak Huni
- Bupati Pimpin Rapat Pemantapan, Tekankan Khidmat dan Semarak Peringatan HUT Ke-81 RI di Lambar
- Ribuan Penonton Hadiri Penutupan Grasstrack Championship di Lampung Barat
- Ketua TP PKK Pesisir Barat Ajak Perkuat Karakter Remaja
Tanpa APBD, Lampung-1 Siap Diluncurkan untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi Lampung
memasuki babak baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa. Pada 5 Agustus 2026,
satelit Lampung-1 dijadwalkan diluncurkan dari lepas pantai Shandong, Tiongkok,
sebagai bagian dari misi peluncuran OSE Hyperspectral Twin Satellites yang
dikembangkan perusahaan antariksa STAR.VISION Aerospace.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi
pemanfaatan teknologi satelit dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data.
Lampung-1 dibangun melalui kolaborasi STAR.VISION bersama Pemerintah Provinsi
Lampung yang dikoordinasikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kolaborasi tersebut diawali dengan
penandatanganan kerja sama antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan
STAR.VISION di Shandong, Tiongkok, pada 28 Mei 2025. Melalui kerja sama
tersebut, Lampung menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang
memanfaatkan teknologi satelit hyperspectral untuk mendukung pembangunan
daerah.
Baca Lainnya :
- Pengurus Baru Masjid Al Amal Mulai Bergerak, Erwinto: Jangan Berhenti karena Pembangunan0
- Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama0
- Purnama Wulan Sari Mirza Buka SiSeSa Roadshow Lampung 20260
- Gubernur Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani0
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia0
Yang menjadi pembeda, kolaborasi ini tidak
menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Satelit Lampung-1
bukan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung, melainkan dimiliki dan
dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace. Pemerintah Provinsi Lampung
memanfaatkan data dan teknologi yang dihasilkan satelit tersebut untuk
mendukung perencanaan pembangunan, pelayanan publik, dan pengambilan kebijakan
berbasis data.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
mengatakan bahwa kehadiran Lampung-1 merupakan langkah strategis untuk
memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern melalui pemanfaatan teknologi.
“Di era sekarang, keputusan yang baik harus
lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu kita melihat kondisi
daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi sehingga kebijakan
yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Mirza.
Selama ini, pemerintah masih banyak bergantung
pada survei lapangan untuk memetakan kondisi wilayah. Proses tersebut
membutuhkan waktu yang panjang, biaya yang tidak sedikit, serta hanya mampu
menjangkau lokasi tertentu. Perubahan kondisi lahan pertanian, kawasan hutan,
daerah rawan bencana, kualitas sungai, hingga perkembangan infrastruktur sering
kali baru diketahui setelah dilakukan pengecekan langsung.
Akibatnya, banyak kebijakan harus menunggu data
terkumpul terlebih dahulu, sementara kondisi di lapangan bisa berubah dengan
cepat.
Melalui Lampung-1, berbagai informasi tersebut
dapat dipantau secara berkala dari luar angkasa. Data satelit memungkinkan
pemerintah memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih cepat, luas, dan
akurat sehingga perubahan yang terjadi dapat dideteksi lebih dini dan menjadi
dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Teknologi hyperspectral yang dibawa Lampung-1
mampu membaca kondisi permukaan bumi secara lebih detail dibandingkan citra
satelit biasa. Dipadukan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) di dalam
satelit, proses analisis menjadi jauh lebih cepat sehingga berbagai informasi
dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pemanfaatannya mencakup pemantauan potensi
banjir, longsor, dan kebakaran hutan; analisis kesehatan tanaman dan sistem
irigasi; pemantauan kualitas sungai, pesisir, dan laut; hingga melihat
perkembangan jalan, kawasan industri, pertambangan, serta infrastruktur
lainnya.
Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk
menghitung kepadatan kendaraan, memantau perubahan tutupan lahan, perkembangan
tanaman, serta mendeteksi pembangunan baru tanpa harus melakukan studi lapangan
yang memakan waktu dan biaya besar.
Bagi petani, data satelit membantu mengetahui
kondisi tanaman lebih awal sehingga potensi gagal panen dapat diantisipasi.
Bagi pemerintah, data menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat.
Dunia usaha memperoleh informasi yang lebih baik untuk mendukung investasi dan
pengembangan industri, sementara kalangan akademisi dan peneliti memperoleh
sumber data baru untuk riset dan inovasi.
Selain menghadirkan akses terhadap data
satelit, kerja sama ini juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Pemerintah Provinsi Lampung akan mengirimkan sejumlah SDM untuk mengikuti
pelatihan di Tiongkok bersama STAR.VISION guna mempelajari teknologi satelit,
pengolahan data hyperspectral, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta
penerapan data penginderaan jauh dalam mendukung pembangunan daerah. Langkah
ini diharapkan mampu membangun kompetensi SDM lokal sehingga pemanfaatan
teknologi satelit dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Peluncuran Lampung-1 menandai dimulainya era
baru pembangunan di Lampung yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan data. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital
daerah dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak,
sehingga manfaat teknologi antariksa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat
tanpa membebani keuangan daerah. [MFH/PemprovLampung]










3.jpg)