- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
- Rakor Forkopimda Metro Petakan Persoalan Strategis, dari Sampah hingga Potensi Konflik
- Pesisir Barat Susun Strategi Besar Pembangunan Bandara dan Infrastruktur
- Komunitas Suzuki Katana Jimny (Skin) Jajaki Pembentukan Chapter Pesisir Barat
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah
- Gubernur Mirza Tekankan Peran Kampus dalam Mendorong Hilirisasi Komoditas Lampung
- Buka Turnamen Domino ORADO, Bupati Sebut Bukan Lagi Sekadar Permainan Warung Kopi
- Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat
- Bupati Radityo Egi Pratama Buka Muskab VIII KADIN Lamsel
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial
Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat
pengelolaan zakat hingga tingkat desa agar semakin dekat dengan masyarakat dan
memberikan manfaat yang nyata.
Menurut Gubernur, kepercayaan masyarakat
menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan membayar zakat.
Karena itu, BAZNAS perlu memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara
profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Yang kita bicarakan bukan hanya mengenai
pengelolaan lembaga, tetapi bagaimana memastikan zakat benar-benar hadir
sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan, memberikan harapan, dan mengubah
kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Gubernur.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah0
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial0
- Gubernur Dorong Lampung Makin Humanis dalam Pelayanan dan Sigap Hadapi Bencana0
- Ketua Dekranasda Dukung Lampung Fashion Tendance Jadi Penggerak Industri Kreatif0
- Pemprov Lampung Satukan Kekuatan Lintas Sektor Percepat Perhutanan Sosial0
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka
BAZNAS Strategic Development Pimpinan BAZNAS se-Provinsi Lampung di Hotel
Emersia, Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026).
Gubernur menilai penguatan Unit Pengumpul Zakat
(UPZ) hingga tingkat desa menjadi langkah strategis. Desa merupakan lingkungan
yang paling dekat dengan masyarakat sehingga kondisi muzaki dan mustahik dapat
dipetakan secara lebih akurat.
“UPZ Desa harus menjadi ujung tombak. Bukan
hanya menghimpun zakat, tetapi juga membangun literasi zakat, memetakan muzaki
dan mustahik, serta mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penguatan UPZ Desa sejalan dengan
semangat Program Desaku Maju yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan
infrastruktur, tetapi juga penguatan manusia, ekonomi, kelembagaan, dan
kolaborasi di tingkat desa.
Kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, tokoh
agama, kelompok masyarakat, dan UPZ dinilai dapat menjadi kekuatan sosial dalam
mendorong pengentasan kemiskinan sekaligus membangun kemandirian masyarakat.
Selain itu, Gubernur mendorong agar penyaluran
zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada program yang
mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat.
Karena itu, pengembangan zakat produktif perlu
diperkuat melalui bantuan usaha dan pendampingan sehingga mustahik secara
bertahap dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Tujuan zakat bukan menciptakan ketergantungan,
tetapi melahirkan kemandirian. Keberhasilan zakat adalah ketika mustahik dapat
berkembang dan kelak menjadi muzaki,” kata Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan para amil agar
mengedepankan profesionalisme sekaligus kepedulian dalam melayani masyarakat.
“Masyarakat yang datang ke BAZNAS bukan hanya
membawa proposal. Mereka membawa harapan dan kegelisahan. Karena itu, jadilah
sahabat umat, tempat masyarakat bertanya dan mencari harapan,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid,
M.Sc., mengatakan dukungan pemerintah daerah penting dalam memperkuat ekosistem
zakat.
Ia menyampaikan Asta Strategi BAZNAS 2026–2031
yang mencakup delapan strategi prioritas, mulai dari penguatan tata kelola dan
digitalisasi manajemen, peningkatan kompetensi dan profesionalisme amil,
perluasan jaringan organisasi hingga UPZ Desa, penguatan komunikasi dan kerja
sama, riset dan inovasi, peningkatan literasi serta kualitas layanan, hingga
penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
“Pastikan UPZ sampai dengan UPZ Desa. Zakat
harus dikelola dengan amanah, transparan, dan memberikan dampak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Strategic
Development sekaligus Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain
mengatakan kegiatan tersebut merupakan program BAZNAS RI yang dilaksanakan di
Lampung sekaligus menjadi rangkaian peringatan satu tahun Gerakan Sadar Zakat
di Provinsi Lampung.
Ia menyebut penghimpunan zakat BAZNAS Provinsi
Lampung menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelumnya, penghimpunan tercatat
sekitar Rp70 juta dan setelah adanya Surat Edaran Gubernur Lampung pada Juli
2025, penghimpunan telah mencapai sekitar Rp1 miliar.
Untuk memperkuat akuntabilitas, BAZNAS Provinsi
Lampung juga melakukan pengawasan internal dalam pengelolaan dana zakat agar
penyalurannya tepat sasaran.
Iskandar menyampaikan, hasil audit Kantor Akuntan
Publik terhadap BAZNAS Provinsi Lampung memperoleh opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) dan telah diraih selama delapan kali berturut-turut.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan beberapa
program antara lain : peluncuran digitalisasi UPZ Desa, Beasiswa Satu Desa Satu
Hafiz Al-Qur'an, infak pendidikan, serta penyaluran zakat berbasis data.
Selain itu, dilakukan penyerahan PKS Program
Bedah Rumah kepada Kodam XXI/Raden Intan, infak pendidikan kepada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta penyerahan Surat Keputusan
UPZ. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)